Duda Tampan Kekasih Hati

Duda Tampan Kekasih Hati
akan jadi miliknya


__ADS_3

“Apa kamu setakut ini padaku? Padahal aku tak akan memukul mu ... Maaf sudah menakuti-nakuti mu.” Suara Kaivan melembut, tak seperti tadi lagi.


Fira yang salah tingkah ditatap suaminya seperti itu, ia mencoba melepaskan diri dari kungkungan tangan Kaivan, tapi sepertinya pria itu tak berniat melepaskannya.


“Mas Kai, lepas.” Pinta gadis itu malu-malu.


“Kenapa? Kamu masih belum jawab pertanyaan ku,”


“Yang mana?”


Kaivan berdecak kesal, “apa kamu serius ingin mencari pria lain?”


Sebenarnya Fira sudah sangat takut dengan kemarahan Kaivan, tapi melihat pria ini yang begitu cuek setelah mereka menikah membuat Fira mempunyai ide jahil. Seolah-olah tak peduli, Fira mengangguk mengiyakan pertanyaan yang Kaivan lontarkan.


“Baru rencana,” jawab Fira dengan tampang polosnya.


Kaivan melotot galak mendengar pengakuan Fira tanpa malu. Pria itu kembali mengeram kesal, istrinya ini benar-benar menguji kesabarannya.


“Sepertinya malam nanti aku harus membuat mu menjadi milikku seutuhnya!”


Fira melebarkan matanya, “kamu ... Serius?” Fira bukan anak kecil, ia sangat mengerti maksud ucapan suaminya.


Kaivan menyeringai, sepertinya malam nanti ia akan melepaskan puasanya yang selama ini ia tahan.

__ADS_1


“Aku serius, jadi ... Persiapkan dirimu nona kecil,” ucap Kaivan menyeringai. Pria itu meninggalkan Fira yang terdiam mematung didalam kamar sendirian, gadis itu bahkan sekarang sudah tak mampu lagi berpikir dengan jernih.


“Sial! Nyesel macing dia tadi, ujung-ujungnya aku juga yang kalah!”


......


Rencana demi rencana sudah ia pikirkan, tapi tak ada satupun baginya yang cocok untuk dilakukan. Sedangkan hari semakin sore, Fira benar-benar takut menanti malam yang menyeramkan ini.


Jam setelah empat sore, sebentar lagi jam kerja akan berakhir. Jika biasanya ia akan merasa bahagia, tapi tidak untuk sekarang, dia malah berdoa semoga malam lama datangnya.


“Loh, kok kamu melamun Fir?” Fira terlonjak kaget mendengar sapaan itu, ahh ternyata sang sekretaris suaminya yang datang.


“Mbak meli ... Gak kenapa-napa kok. Ada apa?”


Kaivan yang melihat istrinya ditegur memilih diam saja, padahal ia sudah menahan tawa dari tadi melihat wajah gelisah gadisnya itu.


“mbak Cuma nanya aja ... Oh ya, malam ini kamu punya acara gak?”


Fira berpikir sebentar, ia melihat pada Kaivan dan pria itu malah berbalik menatap tajam dirinya.


“Gak ada kok, Mbak. Emangnya kenapa?”


“Ikut yuk, anak-anak yang kerja di lantai ini mengadakan pesta.” Ajak meli senang.

__ADS_1


Tapi sepertinya wanita itu lupa jika perempuan yang ada didepannya ini adalah istri bosnya sendiri. Memang pernikahan mereka berdua tak banyak diketahui orang-orang di kantor ini, tapi sebagai sekretaris meli sudah mendengar kabar baik itu. Tapi kali ini sepertinya ia lupa, dan malah mengajak Fira pergi tanpa izin dari sang pemiliknya.


“Ehmm!” Suara seorang berdehem membuat dua perempuan itu menoleh.


“Eh, pak. Maaf,” ucap meli menyengir malu.


“Dia gak akan ikut kalian! Kalian bisa bisa berpesta tanpa istriku kan?!”


Meli meneguk ludah susah payah, ternyata bosnya semakin menyeramkan saja setelah menikah. Nyesel banget dia ngajak Fira tadi, sekarang dia yang dapat masalah.


“He he, bisa kok, pak. Maaf, kami gak akan ngajak nyonya Fira kok.” Setelah mengucapkan itu, meli langsung kabur, tak ingin berada diantara mereka berdua yang terlihat ada masalah, ia cukup menyesal, jangan sampai makin menyesal nantinya.


Fira menatap Kaivan kesal, niat benar suaminya ini.


“Kok mas larang aku pergi sih?”


“Kamu lupa? Malam ini kamu harus menerima hukuman dari ku, atau ...,”


“Atau apa?” Tanya Fira tak terima.


“Atau nanti mas seret kamu pulang!” ancaman Kaivan langsung membuat gadis itu kecut seketika, sudah ia bayangkan bagaimana jika itu benar-benar terjadi.


"Dasar suami kejam! jelek! mesum!"

__ADS_1


****


__ADS_2