
Fira mengambil tangan kakaknya untuk digenggamnya, ia ingin memberikan kekuatan pada pria yang sedang patah hati ini.
Baru saja ia merasa senang sesaat, tapi siang ini ia malah mendengar kabar yang membuat ia sangat marah. Bagaimana tidak, ia sudah berkorban sejauh ini, tapi orang yang diharapkan untuk bersatu malah memilih pria lain.
Ingin rasanya ia mencari perempuan yang bernama Dewi itu, membuat perhitungan dengan kesepakatan yang sudah mereka ciptakan. Meskipun tak dikatakan secara langsung tapi gadis itu sudah tahu apa yang terjadi.
“Kak,”
“Mm”
Fira menarik nafas panjang, mendengar balasan dari Abi membuat ia merasa sedih. Tak biasanya kakaknya ini irit bicara seperti ini, padahal mereka sudah lama tak bertemu, tadinya Fira Pikir kakaknya akan bawel bertanya ini dan itu.
“Kenapa sih kak, semua ini terjadi. Padahal Fira sudah melangkah begitu jauh untuk kebahagiaan kalian, tapi kak Dewi malah menyerah gitu aja.” Keluh Fira, seolah tak terima hal yang terjadi.
“Gak menyerah dek, Cuma dia dipaksa orang tuanya.” Bantah Abi membela sang pujaan hati.
“Alah ... Sama aja kali, sama-sama ninggalin kakak!”
__ADS_1
Abi tersenyum kecut mendengar adiknya yang mulai tersulut emosi. Ia membalas genggaman Fira, tak itu saja pria itu membawa sang adik dalam pelukannya.
“kakak gak apa-apa kok, kamu jangan sedih. Dan apa tadi? Kamu berkorban untuk kebahagiaan kami?” sepertinya pria itu baru ngeh dengan Ucapan sang adik, “jadi benar kamu menikah karena terpaksa?”
Fira gelagapan mendengar pertanyaan sang kakak. Ternyata tanpa sadar ia malah membuka rahasianya sendiri, jika sudah begini pasti sang abang akan semakin sedih.
“Bukan, bukan gitu maksudnya ... Fira Cuma sedih, kan Fira yang kemarin-kemarin berusaha agar hubungan kalian baik, tapi sekarang kalian malah gak jadi nikah.” Fira menghembus nafas lega melihat kakaknya percaya dengan ucapannya.
“Kamu gak perlu sedih, dek. Mungkin kakak gak pantas untuknya, makanya Allah beri dia jodoh yang terbaik.” Abi tersenyum kecut mendengar ucapannya sendiri, benarkah dirinya tak pantas untuk gadis seperti Dewi?
Fira mencebik mendengar ucapan puitis Abi. Mana ada Abi tak baik, bagi Fira pria yang paling baik sedunia ini ya kakaknya, Abi. Ia yakin wanita mana pun yang mendapatkan kakaknya ini pasti sangat beruntung, selain ia sangat penyayang ia juga tipe pria yang sangat setia dan bertanggung jawab.
“Itu kan kata kamu. Semua adik juga akan Muji kakaknya,” bantah Abi, seolah tak setuju dengan pendapat Fira.
“Iya ya, tapi kakak memang yang terbaik.”
Abi tak lagi membalas ucapan Fira, ia lebih ke pikiran tentang kehidupan adiknya sekarang. Saat baru pertama datang tadi ia tak sempat menanyakan banyak hal pada adiknya.
__ADS_1
“Bagaimana kehidupan mu disana. Apa Kaivan memperlakukan mu dengan baik?” Fira menatap kakaknya dengan bingung, memangnya dia kenapa?
“Memangnya aku kenapa kak?”
“Tidak ada ... Kakak hanya takut kamu tak bahagia. Jika ada apa-apa langsung telepon kakak ya,” pinta Abi, yang langsung diangguki Fira dengan senang hati.
“Mas Kaivan baik kok, dia selalu menjaga Fira dengan baik. Kamu gak perlu cemas ya, kak. Sekarang malah aku yang kawatir dengan mu, apa perlu aku tidur disini?”
Abi menggeleng cepat, tak mungkin ia membiarkan Fira tidur disini, bisa-bisa Kaivan mengamuk nanti.
“Kenapa?” tanya Fira lagi.
“Gak boleh, dek. Emangnya kamu udah izin suami?” Fira Menyengir saja, ia bahkan lupa ngabarin Kaivan dari tadi pagi. “Udah kakak tebak! Pulang sana, pasti suami kamu udah pulang kantor.”
Meski merasa tak rela ia tetap harus pulang, dengan berat hati Fira meninggalkan kak Abi nya. Bajakan sebelum berpisah wanita itu membuat drama heboh yang dibalas dengan janji manis sang kakak.
Abi yang bisa melihat perilaku Fira, sudah tak heran lagi. Ia bahkan senang adiknya masih mau bermanja-manja dengannya. bahkan bisa dikatakan ia tak mau melepas Fira, tapi mau bagaimana lagi, sang adik sudah bukan punyanya lagi.
__ADS_1
******
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak 😘😘😘