Duda Tampan Kekasih Hati

Duda Tampan Kekasih Hati
mencoba


__ADS_3

POV Kaivan


Katakanlah aku seorang penjahat, karena memang itulah diriku. Jika aku ingat masa lalu mungkin aku tidak mampu lagi melihat wajah ini, merasa malu dengan diri sendiri atas apa yang ku lakukan. Jika mengingat kenangan itu, serasa jantung ku ditikam sembilu karena penyesalan.


Aku mendengar kabar ia telah kembali bersama suaminya ke Bandung untuk memulai hidup baru disana. Setelah kejadian buruk terjadi dimana terbongkarnya orang yang mencelakai Arya, aku semakin malu untuk bertemu mereka.


Keadaan benar-benar berantakan, setelah aku tahu ternyata pelaku perencanaan kecelakaan itu dilakukan oleh keluarga ku sendiri membuat aku semakin menyalahkan diri ini. Tapi mereka ... Semuanya orang baik, bahkan mereka melepaskan ibuku dari tuntutan hukum tanpa balasan apapun, begitu pula dengan sahabat ku yang hukumannya diberi keringanan. Sekarang aku semakin kagum dengan kebaikan dan kelembutan hati mereka, ternyata benar balasan Allah itu lebih indah, tapi bisa menjadi lebih kejam seperti yang aku rasakan sekarang ini.


........


"Pak, ini laporan yang dititipkan mbak Meli tadi pagi." Ucapan seseorang membuyar lamunanku. Membuat aku menoleh dengan cepat melihat siapa pemilik suara.


Ternyata dia asistenku yang baru saja aku rekrutmen dengan paksa. Aku menerimanya dengan tak semangat, tapi ada sesuatu yang ingin aku katakan padanya.


Pertanyaan ini selalu menghantuiku beberapa hari ini, aku begitu penasaran mendengar jawaban pasti dari gadis manis ini.


"Jadi kau bukan istrinya Abi?" Aku langsung bertanya, karena dari kemarin sudah sangat penasaran. Saat aku mengetahui dia masih gadis, setelah itu aku mulai mencari identitasnya. Dan fakta yang sangat mengejutkan, ternyata seorang Abi mempunyai adik secantik ini-eh aku bercanda, tapi memang aku akui dia gadis yang cantik..


"Bapak kenal dengan kakakku?" Gadis ini bukanya menjawab, tapi dia malah balik bertanya, membuat ku gemas saja.


"Sangat tidak sopan menjawab pertanyaan orang lain dengan pertanyaan pula," Sindirku yang Langsung dibalas dengan senyum Canggung gadis itu.


"Ya, dia kakak saya, pak. Memangnya kenapa?"

__ADS_1


"Aku pikir kau istrinya. Setahuku Abi tidak punya adik." Dia mengangguk sok mengerti dengan Ucapan ku.


"Jadi bapak kenal kakakku, ya?" Pertanyaannya hanya aku balas anggukan kepala. “Apa pak Kaivan sahabatnya?” tanya gadis itu hati-hati, mungkin takut menyinggung ku.


“Tidak! Hanya sekedar teman,” jawab ku seadanya. Tapi kenapa sepertinya gadis ini kecewa?


"Jadi hanya teman ya? Aku pikir kalian dekat." Ucapnya yang membuat ku semakin bingung.


Aku terdiam, apa maksud gadis ini? Apa dia tahu sesuatu tentang hubungan kami dahulu?


"Tanyakan saja pada kakakmu, dia pasti akan menjelma nya!" Kenapa sekarang gadis ini cerewet? padahal biasanya hanya berbicara seperlunya saja. Tunggu, sepertinya ada sesuatu yang terjadi, kenapa wajahnya terlihat murung hari ini? Ahh aku lupa, bukanya memang setiap hari seperti itu ya?


"Pak, Apa saya bisa ... saya ingin berhenti bekerja?"


Aku tersentak kaget mendengar permintaannya gadis ini, kenapa dia tiba-tiba sekali? bukankah dia sudah tau konsekuensinya jika memilih berhenti bekerja. Padahal kemarin-kemarin sepertinya biasa-biasa saja.


"Tapi pak ...," Fira yang sudah tidak tau malu lagi mulai memohon padaku. Apa memang begitulah sifat aslinya? Mudah merengek-rengek pada orang lain?


"Jangan banyak bicara! cepat kembali kemeja mu, atau mau saya potong hajimu!" Ucapku galak yang langsung membuat gadis itu buru-buru menurut. Dirinya memang sangat takut padaku, aku tidak tahu kenapa, mungkin karena banyaknya gosip tentang ku yang dijuluki duda galak itu?


Aku tersenyum melihat tingkah gadis ini, dengan wajah kesal ia berjalan setengah hati. Aku tahu pasti sekarang ia sedang mengumpat diriku didalam hatinya. Benar-benar bikin orang gemas saja, ehh ingat anak orang!


Tapi sepertinya aku punya ide ... Mungkin saja ini bisa berjalan lancar jika Allah berkehendak, amin.

__ADS_1


*****


Sudah hampir dua Minggu aku tidak pernah kembali ke rumah orang tuaku. Entahlah, setiap aku kesana ada rasa malu dan sesal yang tak bisa aku ungkapkan. Ayah, pria yang begitu lembut dan penyayang, tapi sekarang aku lukai dengan begitu mudah, aku membuat ia sangat malu.


Aku tahu tatapan kecewa itu akan selalu aku dapatkan saat berkunjung ke sana, dan jangan lupa ibuku yang selalu menangis setiap melihatku, aku tidak mengerti kenapa? hanya saja aku merasa, diri ini adalah pembawa masalah untuk kehancuran keluarga kami.


Apalagi juga ibu yang mulai mendesak ku untuk kembali menikah, membuat aku semakin frustasi saja. Tapi mau bagaimana lagi, apalagi usia ku yang mulai tua, tentu saja seharusnya sudah berkeluarga dan usulan itu juga disetujui oleh ayah.


"Pak, ini sudah jam pulang. Apa saya boleh keluar lebih dulu?"


Aku sedikit terkejut saat asistenku bertanya, setelah itu mengangguk lemah.


"Tunggu," panggilku yang langsung menghentikan langkahnya.


"Apa?" Astaga gadis ini.


Setelah berpikir cukup lama, aku mencoba mengambil keputusan yang dari tadi ku pikirkan. Tidak tau seperti apa reaksinya, yang penting aku mencobanya dulu.


"Apa kau mau menikah dengan ku?"


“Ehh?”


Sepertinya Fira sangat syok dengan pertanyaan yang aku lontarkan, tapi sepertinya gadis itu tidak langsung menolak, ia malah tampak berpikir membuat aku penasaran menunggu.

__ADS_1


*****


Maaf jika ada kesalahan dalam penulisannya, harap dimaklumi 😁


__ADS_2