Duda Tampan Kekasih Hati

Duda Tampan Kekasih Hati
Dipisahkan


__ADS_3

Sore menjelang, Fira kembali kerumah suaminya. Ya, sampai saat ini ia hanya menganggap rumah itu milik Kaivan, sedangkan dirinya hanya menumpang untuk sesaat.


"Baru pulang ... Dari mana?"


Fira menatap suaminya yang terlihat marah, sekarang apa lagi kesalahannya? Tadinya ia pikir Kaivan belum pulang dari kantor, tapi kenapa pria ini sudah ada dirumah sore-sore begini?


"Ketemu kak Abi." Fira menduduki dirinya di samping Kaivan, "tumben pulang lebih awal, udah gak sibuk lagi di kantor ya?"


Kaivan berdecak kesal, istrinya ini sengaja mengalihkan pertanyaannya. Padahal ia ingin marah, tapi melihat istrinya berbicara lembut, tak seperti kemarin-kemarin yang selalu bertengkar.


"Kamu jangan mengalihkan pembicaraan. Kenapa pergi tidak bilang-bilang?"


Fira mengerucut bibirnya kesal, "mas pergi kerja juga gak bilang-bilang sama istri. Gak usah marah, kamu juga gitu, mas."


Kaivan mengerut keningnya. Setelah itu gelak tawa pria itu pecah juga. "Jadi kamu sedang berusaha membalas ku?"


Fira semakin manyun karena diledek suaminya. Ternyata ada untungnya juga pergi bertemu kakaknya. Setelah tadi dipaksa Abi untuk bercerita, akhirnya ia menceritakan semua keluh kesahnya. Wanita itu juga akhirnya menceritakan bagaimana ia bisa menikah dengan Kaivan.


Awalnya Abi sangat marah mendengar adiknya menikah karena terpaksa, apalagi keterpaksaan itu karena dirinya. Ia merasa bersalah, tapi saat pria itu menyadari jika adiknya sudah jatuh cinta pada mantan temannya itu, Abi bisa apa lagi. Pada akhirnya ia hanya bisa memberikannya nasehat pada Fira, dan meminta sang adik untuk tidak mempermainkan pernikahan. Abi bahkan marah saat tahu adiknya bertengkar dengan suaminya hanya karena masalah itu, karena itu ia memberikan solusi agar adiknya memperbaiki hubungan yang dimulai dengan kesalahan itu.


"Melamun lagi? Aku rasa akhir-akhir ini kamu sering kali melamun, dek." Kaivan mengusap lembut kepala istrinya.

__ADS_1


"Maaf jika akhir-akhir ini aku sering membuat mu marah," Fira menarik nafas panjang. "Aku ingin bertanya sesuatu padamu?"


Kaivan mengangguk setuju. Fira menarik nafas panjang, ia harus bertanya apa yang menggangu pikirannya selama ini. Mungkin dengan begini ia bisa mengambil sikap, kemana hubungi ini akan dibawa.


"Siapa aku bagimu?" pertanyaan yang selalu ingin ia tanyakan selama ini.


Kaivan tercengang mendengar pertanyaan istrinya, apa wanita ini sedang bercanda. Pria itu kembali tertawa.


"Kamu kenapa?"


"Jawab saja, mas." kesal Fira.


"Kamu kan istriku ... kenapa masih bertanya?" Wajah Fira bersemu merah, mendapatkan pengakuan ini entah mengapa ia langsung bahagia.


"Aku sudah menceritakan tentang kita pada kak Abi ... Dan dia marah."


Deg


Kaivan mematung. Ia tak pernah berpikir akan secepat ini Abi akan tahu. Apa ia akan kehilangan istrinya lagi?


"Apa dia sangat marah?" Fira menganguk. "Apa dia akan memisahkan kita?" Kali ini Fira mengangguk lagi. Kaivan bergeming sesaat, ia merasa ada sesuatu yang menusuk hatinya.

__ADS_1


Kali ini wanita itu berbohong, tak ada kalanya mengatakan ingin memisahkan mereka. Bahkan Abi saja menyuruh sang adik untuk melakukan kewajibannya dengan baik, meskipun dulu ia terpaksa. Saat ini ia hanya ingin melihat bagaimana reaksi Kaivan.


"Bagaimana menurut mu, mas?" Fira memasang wajah sedihnya.


Kaivan mengusap wajahnya kasar, ia mulai frustasi. "Aku tidak akan membiarkannya!"


Fira mengigit bibir menahan senyum yang hendak merekah. Melihat suaminya mulai gelisah, ia bisa merasakan kehadirannya diharapkan pria ini. tapi lebih dari itu, ia ingin sebuah kepastian, bukan hanya terkaan.


"Apa kau setuju?"


"Maksud?"


"Berpisah dengan ku? Apa kau setuju dengan keinginan kakakmu?" Kaivan berharap wanita itu mengatakan tidak.


"Aku tidak tahu ... Bagiku, apapun yang dikatakan kak Abi adalah yang terbaik ... Jika dia ingin kita berpisah ... aku bisa apa?" Fira memasang wajah pasrahnya.


Kaivan melepas pelukannya, ia menatap tajam istrinya, membuat wanita itu merinding. Ia merasa tak puas dengan jawaban Fira membuatnya murka.


"Kau tidak ingin bersama ku? Jadi kau ingin berpisah dari suamimu?!" Rahang Kaivan mengeras.


"Bukan begitu, tapi kak Abi ...,"

__ADS_1


Kaivan langsung memotong, "Jika dia berani, akan aku habisi dia!" Kaivan berteriak marah, tak peduli jika sekarang wanita itu terlihat ketakutan.


__ADS_2