
"Apa yang kalian bicarakan? Kok wajahnya tegang begini?" Fira keluar dengan membawa sepiring buah-buahan yang ada dalam kulkas kakaknya. ia juga ingin ikut nimbrung pembicaraan mereka.
Melihat mereka berdua yang saling bertatap tajam, membuat Fira menjadi bingung. Abi yang melihat kedatangan adiknya, ia memilih mengabaikan Kaivan yang sepertinya masih tersulut emosi.
"Dek, kamu borong semua makanan kakak?"
"Gak kok, kak. Didalam masih banyak," ujar Fira.
Abi berdecak kagum. Memangnya sejak kapan makan Fira berubah begitu banyak, apa wanita ini baik-baik saja?
"Kak Abi kok natap aku seperti itu? Marah ya, aku habiskan buahnya?" Fira mengerucut bibirnya tak senang. Tapi meskipun dia berkata seperti itu, ia tetap saja mengunyah dan menelan semua buah-buahan itu tanpa terasa.
"Ini beneran kamu dek? Sejak kapan kamu begitu banyak makan?"
Fira hampir saja menyembur keluar makanan yang sedang dikunyah nya. Ia mendelik menatap sang Abang dengan penuh kekesalan.
__ADS_1
"Kak Abi kok bilang Fira seperti itu sih?"
"Loh, kau memang sudah menghabiskan banyak buah loh,dek. kok marah sih dibilangin."
"Tapi gak gitu juga, kak! Cara kakak natap aku itu bikin orang tersinggung tahu!"
Abi menarik nafas panjang, ia sangat kesal sekarang, bisa-bisanya sejoli ini datang dan merecokinya dipagi-pagi buta seperti ini. Abi menatap Kaivan yang terlihat hanya diam saja ikut menatap istrinya, Abi semakin kesal dan merasa iri sekarang.
"Apa kau harus menatapnya begitu memuja? aku tahu adikku sangat cantik, tapi tak usah kau tunjukkan tampang terpesona mu itu didepan ku!" Abi berucap penuh kekesalan. setelah itu ia berlalu masuk kedalam kamarnya dengan membanting pintu.
Abi berpikir, mungkin nanti setelah ia menikah ia juga akan seperti Kaivan. Tapi sekarang ia sedang jomblo, dan dua anak manusia tak tahu diuntung itu malah bertatapan begitu mesra didepannya, tentu saja rasa iri dan rasa ingin bermuculan dibenaknya.
tapi saat ia menyadari ucapan Abi tadi, Fira buru-buru menatap suaminya. Dan benar saja, Kaivan sedangkan menatapnya dengan begitu mesra, Fira tentu saja tersipu malu.
"Mas Kai ... kok natap aku seperti itu," ucap Fira malu-malu.
__ADS_1
"Tidak apa-apa. Tapi apa yang dikatakan kakakmu tadi sepertinya benar, kamu semakin berisi sekarang, dek. Semakin cantik juga saat mas pandang,"
Fira menyentuh wajahnya dengan kedua tangannya, ia menatap Kaivan dengan sedikit kesal. "Aku gendut ya?"
"Tidak, tapi kamu tambah cantik."
Fira benar-benar merasa tersanjung, ia langsung menghambur memeluk suaminya. Wanita mana yang tidak bahagia jika dipuji, apalagi itu suami sendiri. Fira jadi sedikit malu-malu menatap suaminya.
"Mas Kaivan gak berangkat kekantor?" Fira baru ingat mereka sudah terlalu lama di sini.
"Nanti saja, ayo sekarang kita kekamar dulu ... Aku butuh energi untuk bekerja, jadi biarkan suamimu ini mengisi energinya dulu." Fira cukup paham apa yang diinginkan suaminya, wanita itu semakin tersipu malu saat Kaivan sudah lebih dahulu mengendong nya.
"Mas ... Nanti kalau kak Abi lihat bagaimana? apa kita harus melakukannya disini?" Fira sedikit cemberut.
"Tenang saja, dia pasti akan mengerti. Lagi pula aku juga ingin merasakan bercinta dirumah istriku, jadi kali ini jangan tolak Suamimu, Sayang."
__ADS_1
Fira sebelumnya takut jika kakaknya mendengar apa yang mereka lakukan, bagaimana pun ia harus menjaga perasaan Abi. Tapi untuk menolak suaminya ia juga tidak tega, ia akan dikutuk oleh malaikat jika berani menolak keinginan suami.
Sedangkan Abi yang ingin berangkat ke bengkel kembali mendekatkan pembicaraan mereka. Wajah Abi benar-benar serasa terbakar, bagaimana bisa mereka melakukan ini tepat didepannya. Benar-benar adik ipar durhaka! dia tahu Kaivan pasti sengaja melakukan ini untuk membalasnya.