Duda Tampan Kekasih Hati

Duda Tampan Kekasih Hati
Fira pergi


__ADS_3

Fira sampai di bengkel Abi. ia melihat bengkel cukup ramai, wanita itu langsung tersenyum senang melihat kakaknya yang sedang sibuk memperbaiki motor pelanggan.


"Assalamualaikum kakakku tersayang ...,"


Semua orang yang ada disana melihat Fira dengan takjub. Abi menghentikan pekerjaannya, ia langsung berdiri menghampiri sang adik yang sudah sangat ia rindukan.


"Kamu datang dek?" Abi tak sabaran langsung memeluk sang adik dengan sayang, "bagaimana kabar kamu? apa baik-baik saja?" Fira tersenyum menganguk.


ia tak ingin membuat kakaknya sedih, lebih baik ia menyimpan masalah keluarganya sendiri. lagi pula sang kakak masih dalam keadaan patah hati, ia tak ingin Abi semakin banyak pikiran.


Sebelum pergi tadi ia sudah mengopres matanya, jadi sekarang sudah tak bengkak lagi, Abi pasti tidak akan tahu jika ia habis menagis.


"Kabar kakak bagaimana? Apa masih memikirkan mantan," goda Fira. Abi terkekeh geli, jika sangat adik yang bilang begitu mana berani ia marah, jika orang lain pasti ia akan mengamuk saat ini.


"Seperti yang kamu lihat, dek. Masih di titik yang sama, dan kakak harap kamu tidak sama dengan keadaan kakak ini,"

__ADS_1


Fira tersenyum sendu. Jika saja Abi tahu keadaannya mungkin lebih parah darinya, bukan karena ia ditinggalkan tapi karena ia punya suami yang tak mencintainya.


"Aku harap juga begitu kak. Doa kan saja yang terbaik untuk ku," ucap Fira memaksakan senyum.


"Apa dia baik padamu?"


Fira terdiam sejenak. jika dipikirkan lagi memang Kaivan tidak pernah berbuat kasar padanya, tapi juga tidak pernah menunjukkan jika pria itu menyukai dirinya. Sekarang Fira merasa bimbang dengan perasaannya sendiri, apa ia bisa membiarkan cinta ini tumbuh semakin besar atau ia harus mematahkannya dari sekarang. Satu hal yang ia sadari sekarang jika dirinya benar-benar sudah jatuh cinta pada suaminya, dan ini tidak mungkin bisa dipungkiri lagi.


"Dia baik, sangat baik malah. Kakak jangan cemaskan aku lagi ... Sekarang pikirkan bagaimana cara agar aku dapat kakak ipar dengan cepat." Fira mengalihkan pembicaraan, saat ini ia tak ingin membahas Kaivan lagi, ia hanya ingin membahas yang menyenangkan bersama kakaknya.


Kaivan menatap meja disudut ruangannya dengan sendu, biasanya wanita itu duduk dengan manis disana, tapi entah mengapa sekarang ia sangat merindukannya. Padahal keputusan untuk Fira tak kerja lagi dilakukan olehnya, tapi sekarang ada rasa sedikit sesal yang timbul karena tak bisa menatapnya lagi disaat sedang bekerja.


Pria itu mengambil ponsel didalam sakunya, ia mencoba menghubungi seseorang. Sekali dua kali panggilan tak kunjung diangkat, sekarang ia semakin frustasi.


"Astaga, kemana wanita itu!"

__ADS_1


Kembali ia mencoba menghubungkan Nomor ponsel Fira tapi tetap saja tak dijawab. Kaivan berteriak frustasi, ia takut juga wanita itu akan berbuat hal yang macam-macam. Teringat tadi pagi ia meninggalkan sang istri sebelum dia bangun, pasti wanita itu salah paham lagi dengannya. padahal tadi ia buru-buru karena ada berkas yang harus diselesaikan untuk meting pagi ini.


Tak ingin membuang waktu, Kaivan menyambar kunci mobilku, pria itu langsung berjalan cepat keluar dari kantor. Meskipun sang sekretaris sempat teriak-teriak memanggilnya, ia tidak perduli, pria itu terus berjalan menuju parkiran.


Langkah lebar membawa pria itu memasuki kediamannya sendiri. Saat ia sampai di ruang tamu pria itu berteriak memanggil Bu Salma.


"Bu! Ibu Salma!" teriak Kaivan.


wanita paruh baya itu terpongoh-pongoh datang, "Ada apa nak Kaivan? kenapa teriak-teriak?"


Kaivan mengusap wajahnya frustasi, melihat semua penjuru ruangan, memang tak ada nampak keberadaan istrinya.


"Istriku mana, Bu?"


"Ohh, cari nak Fira rupanya ... Tadi dia pergi keluar, katanya mau ke bengkel kakaknya." Wanita paruh baya itu berkata dengan santai, tapi ia tak tahu jika sekarang Kaivan semakin kawatir memikirkan istrinya.

__ADS_1


Wanita itu bahkan tak meminta izin padanya pergi keluar, Kaivan tahu pasti wanita itu marah lagi padanya.


__ADS_2