Duda Tampan Kekasih Hati

Duda Tampan Kekasih Hati
pantaskah dirinya?


__ADS_3

Fira merasa sikap Kaivan padanya mulai berubah. Pria dingin itu mulai memberikan perhatian padanya dari tadi pagi, membuat gadis cantik itu semakin terlena. Bahkan pria itu tak begitu memberikan banyak pekerjaan, membuat Fira memilih banyak kesempatan untuk mencari-cari pandang pada Kaivan.


Saat waktu makan siang sudah datang Fira langsung bersiap untuk pergi ke kantin. Tapi Kaivan malah melarangnya, pria itu bilang ingin mengajak gadis itu makan di luar saja.


dan disini lah sekarang, didalam mobil yang dikendarai Kaivan menuju ... Entah lah, Fira sendiri tak tahu akan kemana.


“Pak ... Kenapa harus makan diluar? Waktunya gak cukup,” ucap Fira mencoba mencari alasan agar tak ikut Kaivan, meskipun ia tak itu percuma.


“Kamu pergi bersama bos perusahaan ini, gak ada yang akan memarahi mu!”


Fira mencebik bibirnya, hatinya berteriak mengatakan BOS SOMBONG!


Tak berapa lama mobil yang dikendarai Kaivan sampai di sebuah restoran bintang lima, Nana hampir saja ternganga melihatnya.


“Bapak mau ajak makan atau ajak saya kencan sih? Kok kita di restoran mewah begini?” tanya Fira tanpa sadar.


Kaivan tersenyum mendengar pertanyaan gadisnya itu, kencan ya? Kok Kaivan jadi suka dengarnya ya?

__ADS_1


“Anggap saja seperti itu ... Ayo kita masuk.” Kaivan menggenggam tangan Fira lembut, menarik gadis itu masuk kedalam restoran.


Fira merasa sedikit minder saat menginjakkan kakinya di restoran mewah itu, apa ia pantas berada disini?


Sekarang keraguan mulai menyerang hati gadis itu. Ia takut jika sudah menikah nanti tak bisa mengimbangi kehidupan mewah Kaivan. Dirinya hanya gadis dari keluarga biasa, apa keluarga Kaivan bisa terima?


“Kenapa melamun?”


“Tidak ... Hanya merasa tempat ini terlalu mewah,” ucap Fira. Ia tidak bohong, ia bahkan sempat berpikir berapa banyak uang yang mereka keluarkan untuk membangun ini semua.


“Pak ...,”


“Stop! Berhenti memanggilku seperti itu.” Fira terjengat mendengar suara Kaivan yang meninggi. “Maaf, membuat mu terkejut ... aku hanya tidak suka kamu memanggilku seperti itu,” ucap Kaivan bersalah.


Rasa yang tadi sangat menakjubkan sekarang entah hilang kemana, bahkan gadis itu terlihat tak bersemangat lagi. Mendapat bentakan dari Kaivan langsung membuat mood gadis itu buruk seketika, astaga sepertinya dia sudah terlalu baperan sekarang.


“Sekali lagi, maaf.” Kaivan berucap dengan tulus, yang dibalas dengan anggukan tak bersemangat Fira.

__ADS_1


Pria itu sadar, jika dia sudah menyinggung hati perempuan itu. Untung saja pelayanan tiba menanyakan pesanan mereka, membuat Kaivan bernafas lega.


Fira memijat pelipisnya yang terasa sedikit pusing. Beberapa detik kemudian, ia melihat ke sekeliling restoran. Sekarang ia menyadari jika Sura Kaivan yang keras tadi sudah membuat para pengunjung tertarik menatap mereka.


Ia berusaha mencoba untuk tidak peduli. Mereka berdua kembali fokus dengan makanan mereka yang sudah datang. Acara kencan yang dikatakan Kaivan tadi benar-benar kacau, bahkan sekarang mereka makan dalam suasana hening saja, bukan dalam suasana yang romantis seperti impian Fira.


Saat sudah selesai, Kaivan kembali menatap Fira dengan sendu. “Kamu masih marah? Sekali lagi aku minta maaf.”


“Tidak apa-apa. Tidak perlu dipermasalahkan,” ucap Fira.


Kaivan tahu ucapan gadisnya ini tak tulus, bahkan ia bisa melihat wajah tak senang Fira sampai sekarang.


Kaivan menggenggam tangan Fira, “aku sudah bilang tidak suka kamu mencoba memberikan batasan pada hubungan kita ini ... Bukannya tadi malam kamu sudah bertekad untuk menerima lamaran ku? Jadi ayo Kita coba memulainya dari awal.”


Fira menganguk mengiyakan. Ia sadar tak seharusnya se baperan ini, toh cita saja belum ada di antara mereka berdua, lalu kenapa ia harus sesakit ini hanya karena sedikit bentakan?


******

__ADS_1


__ADS_2