
Fira mulai menggeliat pelan saat merasakan wajahnya diterpa sinar matahari membuat tidur nyenyak nya merasa terganggu. Ia membuka matanya dengan sedikit berdecak kesal, saat menyadari sesuatu wajah yang masih lesu tadi berubah menjadi syok. Ini semua karena dirinya bergadang tadi malam, sehingga ia menjadi bangun kesiangan, tentu saja ia juga akan telat pergi ke kantor.
“Astagfirullah! Aku kesiangan!” Dengan cepat ia melompat dari tempat tidur, bersiap-siap untuk pergi ke kantor.
Sekarang ia tidak bisa lagi membuang waktu, Fira bahkan hanya mandi dalam waktu lima menit agar bisa lebih cepat.
Gadis itu terus saja mengumpat kesal karena tak di bangunkan oleh sang kakak. Padahal biasanya setiap hari akan ada Abi Yang menjadi alarm nya, tapi kemana dia pergi?
Untuk sekarang Fira tidak bisa berpikir itu, yang dipikirkan sekarang adalah bagaimana cara sampai kantor dengan cepat. Jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi itu pertanda jam kantor sudah mulai, sekarang ada keraguan dalam hatinya, apakah ia pergi atau tidak saja.
“Sial! Ini semua karena pak Kaivan ... Karena memikirkannya membuat ku tak bisa tidur, dan sekarang aku jadi kesiangan!” Terus saja mengomel meskipun tak seorang pun yang akan mendengarkannya.
Sekarang ia bingung harus melakukan apa, tapi untuk memilih libur ia tidak berani, ia bekerja baru sebentar tak mungkin libur tanpa kabar seperti ini, akan membuat Citranya semakin buruk.
Setelah merasa siap gadis itu langsung terburu-buru menghampiri ojek yang sudah dipesan. Sudah tidak ada Waktu untuk bersantai, apalagi jam kantor sudah sangat terlewatkan. Fira hanya berharap bosnya itu tidak marah, jika ia marah yang marah balik aja. Emang dia berani? Ya enggak lah!
.....
Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, ini waktu yang sangat kesiangan bagi seorang pekerja seperti dirinya. Fira berlari memasuki lift khusus untuk sang atasan, ia sudah diizinkan oleh Kaivan selama ia menjadi asisten Kaivan, agar bisa lebih lekas sampai dilantai atas.
Saat sampai dilantai atas ia melihat sang sekretaris pak Kaivan sangat sibuk dengan berkas ditangannya. “Selamat pagi, mbak Meli.”
“Pagi? Ini sudah siang Fira!” Fira hanya tersenyum malu.
“Iya Mbak, maaf kesiangan.”
“Kenapa pula minta maaf sama saya? Sana, lekas masuk. Diamuk sama bos, baru tahu rasa!”
__ADS_1
Fira memanyunkan bibirnya kesal, tapi dalam hati dirinya juga sangat takut. Bagaimana pun Kaivan masih menjadi sosok yang menyeramkan bagi Fira. Mungkin setelah menikah nanti Fira akan menjadi istri serasa tahanan, itu kedengaran sangat buruk!
Ia mulai mendorong pintu masuk ke ruangan pak Kaivan, tubuhnya mulai bergetar, apa benar dirinya akan dimarahi? Jika itu benar-benar terjadi, sepertinya ia harus menyusun rencana untuk mengundurkan diri menjadi calon istri sang bos galak. Jadi karyawan saja segalak itu, apalagi kalau jadi teman hidupnya
“Selamat siang, pak.” Sapanya, ia melihat Kaivan yang sedang sibuk mengetik di komputernya tanpa menjawab.
Fira tidak bisa melihat ini, ia merasa seperti diacuhkan. Maksudnya ia tidak tahu harus melakukannya apa jika Kaivan seperti ini, karena biasanya tugas akan diberikan oleh si bocah baru ia kerjakan.
“Kenapa berdiri disana?” Kaivan menatap dengan tajam.
Ehh? Fira menyengir tanpa tahu menjawab apa, ia malah merasa Canggung saat mendapati tatapan mata pria tampan itu.
“Anu, itu ... Aku tidak tahu,” jawab yang sangat bodoh kan? Ia sendiri malah menjadi malu saat menyadarinya.
Kaivan terkekeh geli melihat ketakutan Fira, padahal ia tidak ada niat untuk marah, tapi kenapa gadis itu begitu ketakutan?
“Kenapa?”
“Apanya?” tanya Fira bingung. Ia masih belum percaya apa yang dilakukan pria itu, tadinya ia pikir akan dimarahi, eh ternyata malah ditanya dengan lembut.
“Kenapa kamu setakut ini padaku? Apa yang kamu pikirkan?”
“Tidak ada ... Aku ....” Tak tahu harus mengatakan apa. Fira menarik tangannya dari genggaman Kaivan, ia sangat gugup sampai tak bisa mengatakan apapun. Dirinya bukan lagi takut dimarahi, tapi sekarang ia gugup karena perlakuan yang diberikan Kaivan.
“Astaga! Kamu bahkan tidak bisa berbicara saking takutnya dengan ku? Hey, kamu harus belajar untuk terbiasa. Karena setelah ini kau ... Kau akan hidup bersama ku seumur hidup!”
Fira tertunduk diam, tak berani mengangkat wajahnya karena ia yakin wajahnya memerah karena tersipu malu. Meskipun mulut berkata tidak, tapi hati tidak bisa dibohongi jika ia sudah terpesona dari pertama bertemu dengan bos duda tampannya ini. Ups, belum, tapi akan segera menjadi miliknya!
__ADS_1
“Pak ... Maaf aku terlambat,” Ucapnya.
Kaivan jadi gemas sendiri melihat Fira yang masih menunduk takut, dengan lembut ia angkat dagu gadis itu sehingga tatapan mereka bertemu. Tangan Kaivan terulur untuk mengelus wajah Fira yang tampak memerah, ingin rasanya ia mengecupnya jika tak ingat itu dosa.
“Lalu?”
“Aku minta maaf ... Tak akan kulakukan lagi,” Fira menjauhkan wajahnya dari Kaivan.
Kaivan menghembus nafas panjang saat mendapati penolakan dari gadis manis itu, padahal ia ingin selalu menyentuh wajah itu sepuas hatinya. Tapi ia sadar, Fira bukanlah gadis seperti itu, yang suka mengumbar aurat pada orang lain apalagi sampai bersentuhan begitu intim.
“Kamu pergilah bekerja,” Ucapnya sebelum beranjak dari sana. Pria itu kembali sibuk dengan pekerjaannya meninggalkan Fira yang masih terdiam.
“Dia kenapa?” gumam Fira pelan.
Masih belum mengerti dengan perlakuan Kaivan yang suka berubah-ubah, membuat ia mencoba untuk mendekati pria itu meskipun demikian perasaan yang masih sangat takut.
“Kamu kenapa, pak?” tanya Fira pelan.
Kaivan kembali mendongak, “memangnya aku kenapa?”
Fira kembali tersipu mendengar panggilan untuknya, apa pria itu Sadar hi dari tadi panggilan saya-anda berubah menjawab aku, kamu. Ada yang bergetar hebat disana yang sulit diterima gadis manis itu dengan logika.
“Tidak, tidak ada ... Aku akan pergi bekerja,”
*******
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya 😘😘
__ADS_1
Salam cinta Ara putri 😘❤️💖