Duda Tampan Kekasih Hati

Duda Tampan Kekasih Hati
Gombalan Kaivan


__ADS_3

Fira tertunduk diam saja didepan sang kakak. Apa yang ditakutkannya benar-benar terjadi, Abi mengamuk setelah melihat ia pulang diantar Kaivan.


Hampir saja Abi memukul Kaivan karena menyangka ia dibawa Kaivan dengan paksa, tapi dengan cepat Fira menjelaskan sehingga calon suaminya itu bisa lolos dari amukan sang kakak. Tapi sekarang bagaimana ia bisa selamat dari amukan Abi?


“Kak ... Maaf.” Fira memasang wajah memelas nya, agar sang kakak luluh. Tapi sepertinya tidak, bahkan Abi terlihat tidak peduli dengan permintaan maafnya.


“Maaf, maaf! Kamu mau jadi apa? Beraninya pergi rumah cowok tengah malam seperti ini!” Fira yang tadi ingin memujuk kakaknya agar tak marah langsung menciut takut.


“Tadi ada hal yang penting, makanya Fira pergi.”


“Dan gak bilang-bilang sama kakak? Kamu mau bikin kakak jantungan!”


Nana meneguk ludah susah payah. Ia juga tak mau seperti ini, karena kecerobohannya yang lupa memberi tahu Abi, membuat sang kakak sangat kawatir. Sekarang waktu istirahatnya terbuang sia-sia.


“Tapi kan dia juga calon suami Fira ... Apa salahnya kami bertemu?” Fira tetap saja mencari pembelaan.


Abi berdecak kesal. Apa katanya tadi, calon suami?


“Hey, bukannya kemarin kamu yang bilang tidak mau?” Abi menatap Fira galak, yang dibalas gadis itu dengan cengiran malu.


“Gak kak ... Fira pikir dia pria yang baik, tak ada salahnya Adek coba kan?”


“Coba apanya? Kamu pikir pernikahan itu mainan! Kakak gak mau ya, masa depan kamu hancur hanya karena pria seperti dia!”


Sekarang Fira bingung bagaimana cara mengatakan pada kakaknya tentang keputusan untuk menikah lebih cepat. Sebenarnya Kaivan dirinya belum sepakat tadi, bahkan pria itu juga belum mengiyakan ataupun menolaknya. Karena syarat yang diajukan Kaivan membuat Fira jadi bimbang. Dan kalian pasti tahu apa ujung pembicaraan kami tadi.


Ia sangat suka bekerja, meskipun itu menjadi asisten Kaivan. Memikirkan ia kembali berdiam diri dirumah tanpa melakukan apapun membuat Nana merasa tak rela.


Percayalah, gadis itu hanya saat bekerja saja ia berias dan berdandan dengan cantik. Jika sampai nanti dia tidak bekerja lagi, mungkin ia akan menjadi wanita buruk rupa dengan cepat. Karena dia termasuk tipe perempuan yang malas berdandan.


“Kakak ... Maaf,” rengek Fira lagi.


Abi kembali berdecak kesal untuk ke sekian kalinya, ingin rasa ia menjewer telinga adiknya itu, tapi Abi sadar Fira bukan adik kecilnya lagi, adiknya sudah dewasa dan dia tidak bisa diperlakukan seperti itu.


“Sekarang lebih baik kamu istirahat! Besok kerja kan?”

__ADS_1


“Iya,”


Fira menurut saja. Sudah untung kakaknya tak melanjutkan ceramahnya sampai matahari terbit, jika itu terjadi bisa gawat hidupnya. Sekarang saja jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam, Fira yakin sebentar saja ia tidur pasti sudah siang saja.


Setelah mengucapkan selamat malam, Abi juga ikut pergi menuju kamarnya. Sekarang Fira bisa bernafas lega, akhirnya selamat juga, pikirnya.


*****


Seperti biasa, saat Matahari mulai bersinar saat itu pula orang-orang mulai keluar untuk mencari nafkah. Tak terkecuali Fira sendiri, seperti biasa pagi ini ia sudah siap dengan pakaian kantornya.


Hanya butuh waktu lima belas menit dirinya sudah sampai di kantor. Kembali bekerja, meskipun hanya menjadi asisten Kaivan tapi itu yang sangat berat bagi Fira.


“Selamat pagi, pak.” Sapa Fira saat berpapasan dengan Kaivan didepan pintu lift.


“Pagi,” balas Kaivan.


Fira yang melihat Kaivan akan menggunakan lift khusus itu, ia berbalik arah untuk menggunakan lift karyawan saja.


“Kamu mau kemana?” Fira tersentak saat mendengar suara Kaivan yang memangilnya.


Kaivan menatap tajam Fira yang malah terlihat gugup. Tak menunggu lama Kaivan sudah menarik tangan gadis itu untuk ikut bersamanya. Fira sempat terpekik kaget, jika tak ingat ini kantor sudah pasti gadis ini akan mengamuk diperlukan seperti itu.


“Lepas! Bapak nariknya yang lembut dong! Sakit ini,” ucap Fira protes. Ia mengelus pergelangan tangannya yang memerah karena sentakan Kaivan.


“Makanya pagi-pagi jangan bikin calon suamimu kesal,” balas Kaivan tak kalah kesal.


Fira hanya membalas dendam decakan, gadis itu tetap saja sibuk mengusap tangannya untuk mengalihkan perhatian. Ia merasa sungkan jika berada satu ruangan sempit seperti ini dengan seorang pria, meskipun itu calon suaminya sendiri. Dari tadi ia mencoba mengalihkan perhatiannya agar tidak memandang wajah Kaivan.


Kaivan yang malah salah paham mengira tangan gadis itu benar-benar sakit karena sentakan kasarnya tadi. Ia langsung menggenggam tangan Fira dan mengartikan tangan kanan gadis itu untuk mengelus nya.


“Sakit banget ya? Maaf,”


Fira yang ditanya seperti itu tak bisa lagi mengalihkan perhatiannya, gadis itu mengerjab lucu saat melihat Kaivan meniup tangannya yang kelihatan memerah.


“Ehh ... Gak apa-apa kok, pak. Tidak perlu seperti ini,” Ucapnya sedikit canggung. Fira berusaha menarik tangannya kembali, tapi langsung ditahan oleh Kaivan.

__ADS_1


“Biarkan seperti ini ... Tak ada salahnya kita bergandengan tangan.”


Ohh, tidak!!


Fira tidak bisa menahan perasaan ini, jantungnya sudah berdetak kencang mendengar perkataan pria yang akan menjadi suaminya ini. Padahal dia tidak sedang merayunya, tapi kenapa dirinya sudah sebaper ini?


“Pak ...,”


“Kalau kita sudah nikah nanti, jangan panggil aku pak lagi ya ... Kamu harus belajar memanggilku MAS!”


Tuh kan! Apa Fira bilang, jadi makin baper kan! Entah mengapa bosnya ini begitu manis mulutnya.


“Harus ya?” eh, kenapa dirinya malah ikutan aneh, malah ditanya lagi.


“Tentu saja ... Aku tidak ingin anak-anak kita nanti malah memanggilku dengan sebutan kakek. Aku ini kan calon suami mu dan juga calon ayah dari anak-anak kita, karena itu kamu harus mulai belajar.”


Cukup! Sudah cukup. Fira tak sanggup lagi mendengarnya. Hadi itu ingin cepat-cepat keluar dari lift yang terasa panas ini. Dia tak yakin kalau terlalu lama berdua didalam sini bersama Kaivan, keluar nanti jantungnya masih ada ditempat, karena sekarang saja sudah serasa mau melompat keluar.


Jika wajah Jangan ditanya lagi, bahkan ia sudah tak berani mengangkat wajahnya yang pasti sekarang sangat memerah.


Saat pintu lift terbuka, gadis itu langsung melepaskan genggaman tangan Kaivan. Dengan cepat ia langsung berlari menuju ruangannya, ehh dia pasti lupa jika ruangan mereka berdua itu sama.


Kaivan tertawa terbahak melihat calon istrinya yang malu-malu.


“Astaga, dia lucu sekali. Benar-benar mengemaskan.”


Kaivan ikut menyusul langkah gadis malu-malu Nya itu. Aiss, hatinya semakin berbunga-bunga saat menyebut Fira gadisnya, apalagi jika nanti perempuan itu menjadi wanitanya pasti rasa bahagia itu lebih berlipat ganda lagi.


******


Hay semuanya


jangan lupa untuk tinggalkan komen, vote, like kalian ya😘


salam cinta Ara putri 😘❤️💖💓

__ADS_1


__ADS_2