Duda Tampan Kekasih Hati

Duda Tampan Kekasih Hati
maafkan suami


__ADS_3

Seharian ini Kaivan mencoba mengabaikan seseorang yang selalu di sisinya. Sikap Fira yang tidak seceria dulu membuat Kaivan tak suka, kenapa istrinya terlihat tak bahagia hidup bersamanya.


“Pak, ini sudah siap.” Fira menyodorkan laporan yang tadi Kaivan suruh periksa ulang.


“Mm”


Fira mengernyit heran, kenapa bosnya terlihat sedang marah?


“Bapak kenapa?”


“Memangnya saya Kenapa?” tanya Kaivan balik. Fira mencebik kesal melihat bosnya yang mulai berulah, pasti ini yang dipermasalahkan lagi Nama panggilan, pikir Fira.


“Mas Kaivan kenapa? Kok dari tadi diam ... Atau ada sesuatu yang ingin dibicarakan?”


Kaivan berhenti dari kesibukannya yang dari tadi fokus dengan pekerjaannya. “Kamu kenapa dari tadi benar-benar menguji kesabaran ku ... Apa yang kamu inginkan?” tanya Kaivan sarkas.


Fira terdiam sejenak, bingung dengan apa yang dimaksud suaminya.


“Maaf jika kamu tersinggung dengan panggilan ku, mas. Tapi saat ini kita di kantor, aku ... Aku hanya mencoba untuk profesional dalam bekerja.


Kaivan menarik nafas lelah, beginilah hasilnya jika berbicara dengan wanita seperti Fira yang keras kepala. Kaivan menarik tangan Fira memasuki sebuah pintu yang tersembunyi disana. Itu ruangan khusus untuk Kaivan istirahat jika merasa lelah bekerja, ruangan ini juga sering ia gunakan dulu untuk melampiaskan kemarahannya pada si dia saat merasa bersalah.

__ADS_1


“Mas, kamu mau apa?” Fira mencoba memberontak saat menyadari jika dirinya dan Kaivan sedang dalam sebuah kamar, ia langsung merasa was-was melihat sang suami yang tersulut emosi.


“Sekarang kita sudah didalam ruangan istirahat ku, jadi berhenti berpura-pura menjadi orang lain didepan ku!”


Fira menggigit bibirnya gugup, ia sangat takut melihat kemarahan suaminya, ia hanya takut jika pria ini akan bermain tangan dengannya seperti tumor yang beredar.


“Maaf,” cicitnya takut. “Aku benar-benar tidak mengerti, Bukankah biasanya kita juga seperti ini, tapi ... Tapi kenapa kamu mempermasalahkannya sekarang, mas?”


Kaivan menatap Fira dengan serius, sekarang ia ingin menyelesaikan urusan rumah tangganya dengan cepat, agar dirinya tak gagal lagi dimasa depan yang menghasilkan penyesalan.


“Kamu berniat mencari pria lain?”


Fira tersentak kaget saat pertanyaan itu terlontar dari mulut suaminya. Kenapa Kaivan bisa berpikir seperti itu? Apa jangan-jangan....


Fira gugup bukan main, ia hanya bisa m ngigit bibirnya untuk menahan kegugupan nya. Tamat suka riwayat hidupnya, ternyata oh ternyata sang suami tercinta mendengar ucapan asalnya tadi malam.


“Kenapa? Terkejut?” Kaivan menyeringai lebar, “tadi malam aku tak tidur, dan ya ... Aku mendengar semua niat buruk mu.”


Fira semakin ketakutan, apalagi Kaivan semakin mengikis jarak diantara mereka berdua.


“Mas, tadi malam aku hanya bercanda.”

__ADS_1


“Aku tidak peduli!”


Fira tak bergerak sedikit pun, karena posisinya sekarang sudah terpojok disisi ranjang di ruangan istirahat Kaivan. Fira refleks menutup mata saat Kaivan mendekatkan wajahnya, jarak yang semakin dekat mampu membuat gadis itu mencium bau harum dari nafas suaminya.


“Ingin mencoba selingkuh? Jika berani, siap-siap menerima hukuman dari suamimu ini!” Bisik Kaivan.


Fira langsung membuka matanya, ia langsung melihat mata Kaivan yang terlihat memerah karena menahan kesal. Gadis itu meneguk ludahnya dengan sudah payah, tadi ia pikir suaminya itu akan mencekik lehernya, tapi ternyata ....


“Bisakah kamu sedikit menjauh, mas.” Pinta Fira serak, sepertinya sebentar lagi ia akan menangis.


Tak pernah ia berada dalam posisi seperti ini, bahkan kak Abi saja tak pernah membuat ia se takut ini. Kaivan benar-benar menyeramkan.


Mukanya menjauh sesuai dengan permintaan istrinya, tapi Kaivan malah menarik gadis itu masuk ke dalam pelukannya. Kaivan sadar ia sudah membuat istrinya sangat ketakutan, tapi ini semua juga karena Fira yang suka sekali menguji kesabarannya.


Kaivan melembutkan tatapannya, ia mendekap tubuh gadisnya dengan penuh kasih sayang. Berbeda dengan yang tadi, penuh dengan kemarahan.


“Apa kamu setakut ini padaku? Padahal aku tak akan memukul mu ... Maaf sudah menakuti-nakuti kamu, istriku.”


*****


jangan lupa untuk tinggalkan komen, vote, like kalian.

__ADS_1


salam cinta Ara putri 😘❤️💖💓


__ADS_2