Duda Tampan Kekasih Hati

Duda Tampan Kekasih Hati
Adiknya memuaskan


__ADS_3

Kaivan langsung memotong, "Jika dia berani, akan aku habisi dia!" Kaivan berteriak marah, tak peduli jika sekarang wanita itu terlihat ketakutan.


"Kenapa kamu marah begitu?"


"Apa maksudmu? tentu saja aku tidak terima."


Fira menarik nafas panjang, "kita hanya menikah karena terpaksa. Kau pun tahu mas ... Aku bersedia menikah dengan mu karena Ingin kakak ku bisa menikah dengan kak Dewi. Tapi semuanya tak sesuai harapan ku, mereka malah tidak berjodoh. Sedangkan kamu ... Kau hanya ingin menikah Karena permintaan orang tua ...," Merasa tak sanggup lagi untuk berkata, air mata wanita itu jatuh tak bisa ia tahan.


Kaivan bergeming, ia terdiam mendengarnya. "Jadi ini yang selalu kamu kawatirkan?"


Kaivan menghembus nafas lelah, sekarang ia tahu apa yang membuat wanita itu selalu gelisah. Kaivan kembali duduk disisi istrinya yang sebelumnya ia sepat berdiri karena terlalu marah. Pria itu mengusap lembut pipi Fira, ia tak suka melihat Wanitanya menangis, apalagi karena dirinya.


"Apa kamu pikir selam ini kita bersama hanya untuk sementara?" Fira mengangguk, bagaimana pun ia sudah membayangkan berpisah dengan kaivan. "Apa kamu berpikir begitu karena Aku pernah gagal berumah tangga?" Lagi-lagi Fira mengangguk.


Kaivan mengeram kesal, masa lalu benar-benar menjadi kutukan untuk dirinya. Tak hanya Fira yang berpikir seperti itu, bahkan semua karyawan di kantor pun tahu, jika dia pria yang kasar. Jika ia bisa mengulang waktu, ia tak akan mau jadi begini.


"Apa kamu akan memperlakukan ku seperti mantan istrimu? Aku selalu takut, jika rumor itu benar dan kamu ...,"

__ADS_1


Tak memberi kesempatan untuk istrinya menyelesaikan ucapannya, Kaivan sudah lebih dulu memukam dengan ciuman. Ia tak ingin wanita itu berbicara lebih banyak lagi, yang pada akhirnya akan menoreh luka.


"Kamu tidak perlu banyak berpikir atau pun mendengarkan ucapan orang lain. Satu hal yang harus kau ingat dari sekarang, bahwa aku suamimu ... Pria yang akan selalu mencintaimu sampai akhir hayat!"


******


Fira menyentuh dadanya dengan senyum yang masih merekah. Sejak Kaivan menyatakan cinta tadi sore, Fira tak bisa mengungkapkan bertapa bahagianya ia sekarang. Ahh, kenapa begitu manis, sampai-sampai ia begitu susah untuk melupakannya.


"Masih belum tidur?" Kaivan berbaring di sebelah Fira. Pria itu langsung memposisikan kepala sang istri di atas tangannya atasnya.


"Belum,"


"Jangan tertawa!" Wanita itu menyembunyikan wajahnya dipelukan suami, "kau membuatku malau."


Kaivan kembali terkekeh, "malu pada ku? Apa yang harus kamu malu kan, toh aku sudah tahu dirimu luar dalam." Fira memukul pelan dada Kaivan, ia benar-benar malu mendengar ucapan vulgar Kaivan.


"Aku tidak percaya kamu juga mencintai ku, mas. Aku pikir perasaan ku bertepuk sebelah tangan selama ini."

__ADS_1


"Itu tidak benar. Aku bahkan sudah lebih dulu mencintaimu, kau saja yang tidak menyadarinya."


Fira terlihat tertarik mendengarnya, wanita itu langsung menatap mata suaminya mencari kebenaran. "Oh, Ya? Sejak kapan?"


"Sejak pertama kali aku datang kerumah mu, apa kamu ingat?"


Fira berpikir keras, sayangnya ia tak mengingat siapa Kaivan saat itu. Kaivan mendekatkan wajahnya di telinga sang istri, "Pria yang kamu teriakan tampan saat hujan itu."


Fira terbelalak kaget, sekarang ia ingat siapa Kaivan.


"Kau pria yang berpikir aku istrinya kak Abi?"


"Benar sekali!"


Fira menggeleng tak percaya, bagaimana ia bisa lupa. Jadi selama ini pria ini selalu membuatnya kesal karena berpikir ia istri kakaknya sendiri?


"Apa yang sedang kamu pikirkan itu benar. Awalnya aku mengerjaimu karena aku pikir kamu istri Abi. Dari awal aku tidak menyukai kamu ... sejak itu," Kaivan tak ingin mengingat masa-masa itu. Sekarang mereka sudah menjadi saudara ipar, Kaivan sudah mengubur dendam dan rasa bencinya selama ini.

__ADS_1


"Apa Mas masih benci kak Abi?"


"Tidak! Bagaimana aku bisa membencinya, sedangkan adiknya selalu membuat ku senang dan puas." Kaivan mengedip genit, membuat ia kembali mendapat pukul dari Fira.


__ADS_2