Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
tempat pulang


__ADS_3

Mila masih saja ingin tertawa jika mengingat kejadian siang tadi, ternyata banyak yang ia belum tahu tentang suaminya . . . dan bertemu dengan dua sahabat Elang siang tadi membuat nya benar-benar senang selain lucu mereka juga banyak menceritakan tentang kisah-kisah konyol mereka di masa lalu. . .


"kamu kenapa senyum-senyum sendiri" tanya Elang yang masih memegang tabletnya. Mila saat ini sedang berbaring disofa dan menjadikan paha Elang sebagai bantalnya.. mereka menghabiskan malam terakhir nya di villa ini tanpa Exel, karena ibu Sabrina dikabarkan sedang sakit, Sabrina dan Erfan pulang terlebih dahulu sore tadi. . . tentu orang yang paling senang akan hal ini adalah elang.


"lucu aja sih" jawab Mila yang tetap mengulas senyumnya


"apanya yang lucu"


"kamu , hehe"


"kamu pasti masih mikirin perkataan duo kadal tadi ya" ucap Elang kesal


"ihhh mas, banyak banget sih julukannya. . . mana dari kebon binatang semua"


"kamu kan juga punya?" sahut Elang.


"punya apa?" tanya mila bingung.


"nama panggilan, macan betina ku" ucap elang mencubit pipi Mila gemas.


"pantes aja ya kamu beri panggilan aku itu, teman-teman kamu semuanya juga kamu yang namain?"


"enggak lah yang, anak-anak itu. . . kamu harusnya bersyukur karena kamu perempuan satu-satunya yang aku buatin nama panggilan" Elang menyunging kan senyumnya.


"mantan kamu kayaknya banyak ya mas" ucap mila sinis.


"eng . . enggak yang, kamu nggak usah pedulikan perkataan mereka" Elang gelagapan.


"tuh kan ekspresi kamu aja bilang kalo kamu lagi bohong" Mila beranjak bangun.


"ya ampun sayang , kamu kan denger sendiri dari mereka kalo aku pacaran ngapain aja"

__ADS_1


"jadi . . . ehm jadi aku" tanya Mila ragu dan malu


"iya, jadi kamu perempuan pertama yang buat aku merasakan terbang saat merasakan indahnya kenikmatan dunia ini, dan aku ketagihan" ucap Elang sambil mendekatkan bibirnya di telinga mila yang membuat bulu kuduk nya berdiri semua.


"mas..." rengeknya


"jalan-jalan yuk" ucap Elang sambil menaruh tabletnya diatas nakas meja.


"kemana?" tanya Mila


"di Deket sini ada tempat yang rame banget , banyak penjual makanan namanya apa aku juga lupa tempat nya mirip kaya lapangan gitu".


.


.


.


Mila menyetujui ajakan suaminya mereka mengenai jaket yang tebal, dan memilih berjalan kaki menyusuri gelapnya malam ini ditemani desiran angin yang menyusup dinginnya sampai ke tubuh. . Elang menggenggam tangan mungil istrinya dan memasukkan nya dalam saku jaketnya, agar tangan wanitanya tetap hangat. sehangat perasaannya saat ini.


sebenarnya sesederhana ini hal yang diinginkan Mila, bergandengan tangan. . . menyusuri angin malam dengan jantung yang terus berdebar. . .


memang terlalu sederhana tapi untuknya ini sungguh hal yang istimewa.


"kalo dipikir-pikir kita kayak bocah lagi pacaran aja ya mil" ucap Elang menatap manik istrinya yang malu-malu


"kok bisa" ucap Mila melirik Elang sekilas


"kenapa kita harus malu-malu hanya dengan bergandengan tangan, padahal kita sudah melakukan hal yang lebih dari ini".


"ehhmm karena kita nggak pernah pendekatan, nggak pernah pacaran . . . mungkin" ucap Mila

__ADS_1


"apa kamu mau aku nembak kamu" goda Elang tertawa


"nggak lucu tau" Mila mengerucut kan bibirnya


"maaf ya, aku tau aku sibuk banget akhir-akhir ini . . . nggak punya banyak waktu buat kamu" ucap Elang sedikit sendu


"nggak papa mas, aku ngerti banget gimana sibuknya CEO "


"untuk kedepannya aku mau nambah orang kepercayaan, tapi ini masih nyari-nyari meskipun sedikit sulit. . . biar aku ada waktu buat kamu. kemaren mamah marah-marah sama aku gara-gara lembur terus"


"aku gak papa mas ,beneran. . . kamu jangan terbebani , mamah kamu pasti ngerti kok" tutur Mila lembut


"nggak mil mamah bener, kalo aku nggak ada waktu buat kamu gimana kita mau punya anak . . . aku bakal sering ngeluangin waktu buat kamu" ucap Elang mencium kening Mila.


"aku nggak akan keberatan kalo itu masalah perusahaan mas, aku juga bisa ngerti betapa sibuknya kamu. . . aku akan selalu mencoba menjadi istri yang selalu mengerti kamu"


"aaaaaaahhhhh. . . kamu bener-bener bikin aku jadi laki-laki yang merasa paling beruntung di dunia ini"


Mila mengerutkan keningnya "kenapa?"


"kamu terlalu sempurna buat aku sayang, kamu cantik, bisa masak, bisa mimpin perusahaan, bisa jadi designer, bisa memahami ku dalam kondisi apapun. . aku bener-bener nggak bisa bayangin gimana hidup aku kalo nggak ada kamu" tutur Elang begitu serius.


"kamu berlebihan mas. . . kekurangan aku juga banyak.. aku gampang marah, egois, susah terbuka, dan waktu aku ngambil keputusan sepihak aku ngerasa jadi istri kurang ajar . . .dan lebih parahnya lagi . . . im crazy mas kamu bisa lihat sendiri kan gimana kalo depresi aku kambuh" ucap Mila menghela nafasnya.


"aku mencintaimu mu mil, tidak peduli apapun kekurangan mu. . . untuk ketidaksempurnaan mu biar tugasku yang melengkapi nya" ucap Elang begitu tulus..


kini nafas Mila sedikit berat mendengar perkataan manis dari suaminya tanpa ia sadari matanya berkaca-kaca menatap netra yang begitu membuat nya nyaman, bahkan hanya dengan menatapnya seolah ia mendapatkan tempat berlabuhnya..


Mila dengan cepat memeluk erat tubuh tegap suaminya, masih tidak percaya ia akan mendapatkan tempat pulang senyaman ini. . . kenapa ia tersesat begitu lama untuk menemukan jalan pulang. . . untuk menemukan orang yang seistimewa Elang harus melalui jalan yang begitu panjang.


"jangan nangis aku benar-benar tidak suka" Elang mengelus rambut halus Mila... "selama ini, hatiku bagai tersayat saat buliran bening itu keluar dari matamu" ucap Elang mengecup kening istrinya.

__ADS_1


**Haiiiii. . . mohon dukungannya ya gaessss 💋💋💋💋💋💋


juga komentar untuk membangun cerita**...


__ADS_2