
Mila mencoba memejamkan matanya, namun tetap saja ia tidak bisa terpejam. .
pikiran nya sedang tak tenang kacau , campur aduk menjadi satu. .
akhirnya ia memilih bangun dan menghampiri suaminya yang berada di balkon, ia membuka perlahan pintu kaca itu. . .
Mila kaget bukan main, saat melihat Elang merokok. . . bahkan selama ini mungkin ini yang pertama melihat elang merokok.
"mas kamu ngerokok" ucap Mila membelalakkan matanya.
Elang menoleh pada Mila "kamu belum tidur?" tanya nya lagi. ia mendekati Mila "disini dingin, ayo masuk" Elang yang hendak mendekati Mila.
"jangan menyentuh ku!" sentak Mila saat Elang hendak merangkul pundak nya.
"mil, kamu nggak boleh egois. . . kamu lagi hamil kamu nggak boleh mikirin diri kamu sendiri".
Mila menggelengkan kepalanya matanya sudah tidak bisa menahan air mata yang kini jatuh bercucuran. "kamu selalu nyalahin aku mas, lihat kamu sendiri. . maksud kamu apa ngerokok gini. . . ini nggak baik untuk baby, kamu jangan deket-deket aku!"
"mil-" ucap Elang hendak memegang tangan Mila namun lagi-lagi Mila menepisnya.
"kamu jahat mas!, kamu cuekin aku terus pulang-pulang ngerokok gini huh!" Mila menghentakkan kakinya lalu pergi meninggalkan Elang.
Elang mengikuti Mila sampai kamarnya namun bukannya tidur Mila malah berjalan dengan cepat kearah pintu masih dengan isakan nya.
"kamu mau kemana!" teriak Elang, ia jengkel karena Mila tidak mau mendengar perkataan nya untuk segera tidur.
"kamu jahat mas!, aku mau pulang aja!" lalu Mila menutup pintu kamarnya dengan kasar.
ia berjalan menuruni tangga, lalu membuka pintu rumahnya untuk segera keluar namun Elang menahan tangannya "pulang kemana, ini rumah kamu" ucap Elang kini suaranya sudah sedikit melunak melihat Mila menangis.
"lepasin aku mau ke rumah papah" Mila menarik tangannya dari cengkeraman Elang.
"ada apa ini" ucap mamah Elang menghampiri mereka karena mendengar suara keributan tengah malam.
"Mila kamu kenapa?" tanya nya setelah menyadari mantu nya berlinang air mata. Mila tak menjawab ia hanya menutup mukanya dengan kedua tangannya sambil terus menangis.
"Lang!, kamu apain istri kamu. . . kamu tuh ya udah seharian ninggalin Mila. sekarang malah ngajak berantem. kamu sadar nggak sih Lang Mila lagi hamil anak kamu. . . ini nggak baik untuk kesehatan mereka!" sentak mamahnya.
Elang hanya terdiam, mendengar amukan mamahnya karena posisi nya benar-benar terpojokkan saat ini. dan tidak mungkin ia membela dirinya sendiri di depan mamah nya.
"udah mah , percuma ngomong sama dia . . . Mila mau pulang aja" ucap Mila sambil terus menangis.
"sayang-"
"stop mas, kamu jangan ikutin aku. . . aku benci bau rokok!" ucap Mila lalu pergi dari sana.
__ADS_1
"kamu ngerokok Lang!" sentak mamahnya lagi.
"udahlah mah, aku mau kejar Mila dulu".
"tunggu!, kamu ganti baju sama sikat gigi dulu hilangin bau rokok kamu. . . kamu emang nggak waras Lang udah tau istrinya hamil malah kayak gini!"
"mah Mila keburu jauh" rengek Elang
"cepet ganti baju dulu, mamah suruh satpam biar pantau Mila dulu"
"iya mah" ucap Elang pasrah.
.
.
.
Mila berjalan menyusuri kompleks menuju jalan keluar perumahan ini, bodohnya karena terlalu emosi ia jadi jalan kaki. .
seharusnya tadi aku bawa mobil. . .
jangankan mobil sandal saja ia lupa memakai nya, dan hanya memakai baju tidurnya. dompet dan hp pun ia tak membawa.
sialan!
"awwww" rintih mila saat kakinya menginjak kerikil kecil.
ia menunduk lalu berjongkok mengambil kerikil yang menancap di kaki nya itu. namun bukannya berdiri ia malah terus berjongkok sambil membenamkan wajahnya pada lututnya. dan tentu saja ia menangis.
bukan karena kakinya yang sakit, namun hatinya. .
Elang ikut berjongkok dan memegang kedua bahu Mila. tanpa mengangkat wajahnya pun Mila mengetahui siapa yang saat ini berada di hadapannya karena parfum nya sangat menyengat.
"sayang maafin aku" ucap nya lembut.
Mila mengangkat wajahnya kemudian menatap manik mata yang tajam namun meneduhkan itu.
Elang mengusap air mata Mila yang terus mengalir.
"maafin aku udah egois nggak mikirin kalian aku emang laki-laki brengsek nggak berguna untuk kalian"
Mila tidak menjawab apapun, ia berdiri mencoba berjalan walaupun terpincang. . .
tanpa permisi Elang langsung mengangkat tubuh Mila dalam gendongannya. "lepasin!" sentak Mila yang terus memukul dada Elang.
__ADS_1
"kita lihat dulu kaki kamu" ucap Elang tegas. Elang membawa Mila duduk di halte ujung perumahan dan dekat dengan jalan raya. ia mendudukkan Mila kemudian melihat kakinya yang sedikit lebam.
"kita pulang ya" tutur Elang dengan lembut
Mila menggelengkan kepalanya, meskipun ia ingin pulang. . tapi ia tidak bisa luluh begitu saja, tentunya terlalu gengsi untuk nya jika ikut pulang begitu saja bersama Elang.
Mila berdiri melambaikan tangannya pada taksi yang melaju ditengah sepinya jalan ini , karena waktu menunjukkan hampir pagi hari.
tapi untungnya taksi itu berhenti dan Mila memasuki nya ia hendak menutup pintu namun ditahan oleh Elang dan Elang ikut memasuki taksi itu.
namun Mila hanya diam saja tidak memberi ijin dan juga tidak melarang.
"pak ke Sky Forrest Residence ya" ucap Mila pada pada supir taksi itu.
ia memilih untuk pulang ke apartemen mewah nya yang dulu ia tempati setelah kakaknya menikah karena ia sangat ingin tidak cocok dengan Margaretha. . . bisa perang dunia kalo setiap hari mereka bertemu, jadi Mila memilih untuk tinggal di apartemen daripada dirumahnya. dan untungnya tempat itu tidak jauh dari sini.
Elang memilih diam dan mengikuti istrinya saja daripada nanti Mila tambah emosi. yang penting Mila tidak melarangnya untuk mengikuti nya.
tidak membutuhkan waktu yang lama mereka sampai di lobby Sky Forrest Residence.
Mila keluar dari mobil begitu saja , tentunya agar Elang membayar taksi nya. ia menghampiri resepsionis dan meminta kunci dengan alasan ia lupa membawa kunci dan untungnya mereka mengingat wajah Mila karena pemilik apartemen ini pernah bekerja sama dengan Mawardi Utama.
Elang terus membuntuti Mila memasuki lift, sampai memasuki ruangan yang begitu luas, perpaduan antara warna biru dan putih didalamnya.
Mila menaiki tangga menuju ke kamar, meskipun tempat ini jarang ia tempati namun ia tetap menyuruh orang untuk membersihkan nya karena ia sangat menyukai pemandangan disini dan ini tempat biasanya ia menenangkan diri.
Mila menuju kamar mandi untuk berganti pakaian dan mencuci kaki sedangkan Elang memilih duduk disofa menunggu Mila.
saat Mila keluar dari kamar mandi , ia tetap diam seribu bahasa dan membaringkan tubuhnya begitu saja tanpa memperdulikan Elang. ia sangat mengantuk saat ini. . .
Elang menunggu sampai Mila menutup matanya lalu mengahampiri istrinya ia mengambil kotak p3k yang kebetulan tidak jauh dari ranjang itu.
ia membawa kaki Mila dalam pangkuannya lalu mengobati luka lebam itu. . setelah nya ia menutupi tubuh Mila dengan selimut dan ikut berbaring di sampingnya. ia mengecup mata Mila yang sudah terpejam.
"maafkan aku sudah membuat mu menangis".
.
.
.
**up lagi yeyeye . . .
besok libur ya gaes mau istirahat, jadi hari ini aku dobelin.
__ADS_1
makasih ya yang udah vote like dan juga komen. .
selamat malam Minggu gaesss 💋💋💋**