
"yakin kamu nggak mau masuk ke dalem dulu?" tanya mila pada Elang dan saat ini mereka masih berada di depan gedung yang menjulang tinggi itu.
"nggak deh, pakaian aku aja kaya gembel gini" elang
"kok gembel sih , orang kaya oppa-oppa gini kok" Mila menepuk lembut kedua pundak Elang
"oppa apaan, udah ah mau pulang aja. . . kalo ada apa-apa telepon aku ya"
"iya mas". jawab Mila
seperti biasa Mila melangkahkan kaki dengan angkuhnya menuju ruangan tertinggi di perusahaan , tidak memperdulikan karyawan yang menyapanya.
sampai lift terbuka di lantai paling atas terlihat seorang laki-laki yang kelihatannya masih belia namun tinggi nya melebihi dirinya, menghampiri nya..
"selamat siang Bu Mila" ucap nya sopan dan membungkuk kan badan.
Mila mengerjap sejenak mencoba berfikir siapa laki-laki yang saat ini didepannya. . dan seolah laki-laki itu mengerti apa yang sedang dipikirkan Mila,
"saya Alaska , assisten pak Erfan yang baru" ucapnya lagi,
Mila mengangguk dan mengajak nya masuk ke ruangan nya.
mereka kini duduk disofa berhadapan, "jadi kamu adiknya Antoni?" tanya Mila memastikan..
"iya Bu Mila, saya sudah mendengar banyak hal tentang ibu. . . mohon bimbingannya kedepannya. saya masih belajar dan mungkin tidak sehebat kakak saya".
Mila mengangguk "santai saja, jangan terlalu kaku seperti kakak kamu" ucapnya kemudian tersenyum.
"kakak saya memang begitu Bu seperti robot hehe"
"jadi kakak kamu banyak bercerita tentang saya?" tanya Mila ia memutuskan untuk mengobrol sejenak sebelum berkerja sama, agar lebih akrab dengan Alaska.
"iya Bu Mila, sekarang kenapa saya merasa kakak saya begitu bodoh ya " ucap Alaska ditimpali dengan candaan
"kenapa?"
"kenapa dia kabur, disaat wanita yang cantik dan pintar seperti anda bilang ingin menikah dengannya"
__ADS_1
"ah, dia menceritakan hal yang memalukan itu. . . saya ditolak mentah-mentah sama kakak kamu" canda Mila
"padahal menurut saya ibu itu wanita yang luar biasa, maka dari itu saya menunggu datangnya hari ini. . . hari dimana saya bisa melihat wajah Bu Mila secara langsung" ucap nya dengan nada bercanda namun apa yang dikatakan memang benar adanya.
"ehhmmm, Alaska?"tanya Mila sambil mengingat namanya
"hehe panggil saja Al Bu, biar tidak kepanjangan" timpal Alaska
sejenak Mila terdiam, memanggil dengan sebutan seperti itu hanya akan mengingatkan dirinya pada seseorang. dan dia tidak suka jika harus memikirkannya lagi, Mila menggelengkan kepalanya "bagaimana kalo saya panggil ka saja"
Alaska mengangguk kemudian tersenyum tipis. "senyaman nya Bu Mila saja".
.
.
.
sore menjelang malam Elang yang sudah memakai pakaian rapi namun tidak terlalu formal, ia berpenampilan se elegan mungkin karena akan bertemu teman-teman lamanya... dari sore ia terus merecoki pekerjaan istrinya meminta pendapat pakaian yang akan ia kenakan, sampai Mila jengkel sendiri dengan suaminya pergi ke reuni seakan pergi berkencan saja.
Elang ingin menampilkan dirinya sebaik mungkin didepan teman-temannya. . .
begini lah , tempat VVIP yang sudah dipesan disebuah bar yang cukup terkenal dikota ini..
Elang memasuki tempat yang itu dan terlihat sudah ada beberapa orang disana ia menyapa semua teman-teman nya lalu memilih duduk dengan Tino , Royan dan satu lagi teman lamanya yang sudah lama tidak berjumpa dengan nya.
"Renaldi Wang" sapa Elang kemudian berpelukan ala laki-laki jantan pada teman lamanya laki-laki keturunan indo-chine kulitnya putih semulus kulit perempuan matanya sipit, ia juga tinggi namun tidak melebihi Elang.
"Elang Suryo" timpal laki-laki itu..
"Lo bagaikan menghilangkan ditelan bumi beberapa tahun ini" ucap Elang kemudian duduk dan menyilangkan kakinya disofa.
"iya gue diusir dari negara ini , banyak orang yang ngebuli gue katanya gue nggak cinta sama negara ini hanya karena fisik gue" canda nya
"mulai deh, Cici cici ini" sahut Royan
__ADS_1
"Lo makin lama makin cantik ya nal, hahaha" ucap Tino , saat ini mereka sedang duduk berempat.
"bilang aja kalo gue terlalu bening dan kalian minder"
mereka terus bercengkrama tentang hak dimasa lalu saat mereka bersama, banyak cerita yang sudah tinggal kenangan begitu saja.
"Aris mana Lang?" tanya Tino
"masih dikantor, ntar nyusul" sahut Elang
"Lo jadi bos kejam benget sih, Lo pasti nggak ke kantor hari ini"
"gue libur dong"
"enak ya jadi bos, pasti abis minta jatah sama istri Lo" sahut Tino.
"eh, Lo udah nikah Lang?" timpal Renaldi
"gue lupa elo belum tau ya, abisnya gue nggak bisa ngubungin Lo waktu itu nal"
"wow wow wow gue ketinggalan berita kayaknya, siapa cewe lugu yang berhasil mendapatkan jabatan sebagai nyonya Elang Suryo"
"lugu apaan, Lo kalo tau istrinya Elang pasti nggak bakalan nyangka kalo itu bininya si kunyuk" ucap Royan kemudian meneguk wine didepannya.
"emang kenapa?" tanya Renaldi
"beda banget sama mantan-mantannya , Lo tau cewe yang sering gue bawa ke hotel ... nah kurang lebih seperti model-model".
Royan memang memiliki selera tinggi terhadap perempuan, ia juga ahli menaklukkan hati para wanita, dengan dompet nya yang tebal jadi tak heran lagi jika model-model terkenal berhasil ia dapatkan. apalagi perawakan yang tinggi gagah itu.
"eh kambing, serius loh" timpal Renaldi.
.
.
.
__ADS_1
**Terimakasih ya gaesss dukungan kalian adalah inspirasi hahaha. . . πππ
salam hangat diakhir pekan yang menyenangkan πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ**