Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
Mengakhiri


__ADS_3

kini mereka duduk berhadapan


"sudah lama ya mas, kita tidak dinner berdua seperti ini" ucap sasa


Elang mengangguk. . .


"aku sangat merindukan sikapmu yang dulu mas"


Sasa meraih tangan Elang, namun Elang segera menepisnya.


"ada hal yang harus kita bicarakan"


"apa?, kamu mau menceraikan Mila?"


"sa, aku tidak akan pernah menceraikan istri ku"


mata Sasa mulai berkaca-kaca, Elang sebenarnya tak tega melihatnya namun segera mungkin ia harus cepat menyelesaikan masalahnya...


"kenapa?...karena kamu mencintainya?, atau karena dia juga kaya seperti mu , berbeda denganku" suara isakan itu sudah tak tertahankan


"dengarkan aku dulu sa," Elang mulai mengambil ponselnya dan memperlihatkan beberapa video, Vidio Sasa saat menjebaknya, dan banyak video saat Sasa sedang bersama Leon.


Sasa yang melihat itu semua tubuh nya lemas seketika bagaimana bisa Elang mengetahuinya.


"mas..." meraih tangan Elang


"sudahlah sa, aku tidak akan menyalahkan mu, tapi aku ingin mengakhiri hubungan ini. . .aku sadar salah, aku sudah melanggar janjiku untuk tidak jatuh cinta kepada mila. . tapi disisi lain itu semua adalah kebenaran karena dialah istri sah ku. . . dan aku anggap kesalahan kita impas , aku tidak perduli apapun rencana mu dengan Leon, aku tau kamu bukan gadis yang jahat sa"


ucapan itu sepertinya menusuk nusuk perasaan Sasa saat ini,


"mas aku mencintaimu, dan soal Leon dia hanya membantu ku untuk merebut kembali cintamu. . mas tolong jangan seperti ini. . hiks. .hiks" ucap Sasa tersendu-sendu


"tapi aku yakin kedekatan mu dengan Leon lebih dari itu, mulailah kembali dengan cara yang benar bersama Leon, dan hubungan kita sudah sepantasnya sampai disini saja"

__ADS_1


Elang sudah berdiri . . .ia menyerahkan selembar cek "aku tidak akan memecatmu , terserah kamu mau bekerja dengan ku atau mencari pekerjaan yang lain, tapi mulai saat ini hubungan ku denganmu hanyalah atasan dengan karyawannya. . dan cek itu cukup untuk membawamu pergi kemanapun. . pilihan ada di tanganmu sendiri"


Sasa hanya terdiam dan menangis sedangkan Elang meninggalkannya..


sampai di depan Aris sudah menunggu. .


"ris , suruh supir untuk mengantarnya"


"baik pak"


"apa terlihat Leon juga disini?"


"tidak pak sepertinya pak Leon sedang berada diluar negeri"


"aku mau pulang dulu ,Mila pasti sudah menunggu. . kamu urusi dia"


.


.


.


Elang membuka pintu kamar nya namun sepertinya Mila sedang berada dikamar mandi karena terdengar suara percikan air disana.


Elang merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


rasanya lega bercampur bersalah terhadap Sasa.


tapi hanya rasa damai ketika melihat wajah istrinya. .


"mas. . mas. . "


"ehh...iya"

__ADS_1


"ngelamun aja, dipanggil dari tadi juga"


"maaf sayang" Elang meraih tangan Mila hingga terjatuh diatas badannya dan memeluk Mila dengan erat.


"ada apa sih" Mila mencoba untuk bangun, namun Elang menahannya.


"aku merindukanmu"


"baru juga beberapa jam nggak ketemu"


"ahhhh... rasanya aku akan gila kalau harus meninggalkan mu dalam seminggu"


Mila tersenyum dan membalas pelukan Elang ..


cup Elang mencium singkat bibir Mila, namun diulanginya lagi ciuman yang begitu panas , ia menyusuri seluruh bibir istrinya dan beralih ke lehernya..


"stop" ucap Mila menahan tubuh Elang


"kenapa, aku lagi pengen" seru Elang dengan suara parau nya.


"aku lagi itu. . "


"itu apa?" elang mengerutkan keningnya


"aku lagi datang bulan" ucap Mila malu


elang lemas seketika . .


"hehe ya maaf mas"


"lebih baik kamu menghukum ku dengan cara lain, daripada aku harus menahan hasrat ku"


"yaudah cepetan kamu kekamar mandi"

__ADS_1


Elang mengacak-acak rambutnya dan menuju kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya, ia sangat malu pada istrinya.


__ADS_2