Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
Menjadi satu


__ADS_3

Mila terus menangis terisak , ia terduduk di lantai dengan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"hiks. . hiks. ."


Dadanya begitu sesak saat keheningan begitu membentang di kamar ini, derasnya hujan diluar sana membuat rasa khawatirnya kian bertambah.


ctak. . .


Tiba-tiba lampu kamar itu menyala begitu saja , Mila mendongakkan kepalanya langsung bertatapan dengan buket bunga mawar merah yang begitu besar. . .


Lalu ia segera berdiri ketika bunga mawar itu berganti dengan wajah tampan suaminya.


"mas. . hiks. . huuuu. . jangan tinggalin aku lagi" ucapnya memeluk Elang sambil terisak.


Elang mendekap Mila tak kalah erat "selamat ulang tahun sayang ku" ucapnya begitu merdu lalu mengecup kening Mila begitu lama. . .


tunggu dulu. . . sayang ku?


Mila sontak mendongak setelah mendengarkan itu "mas ka. . kamu" ucapnya sambil tergugup dengan sisa air mata yang masih membuat pipinya basah.


ia bahkan lupa, jika hari ini adalah hari yang paling bersejarah untuk dirinya. .


"ini hadiah buat kamu" ucapnya menyerahkan map coklat yang masih tersegel dengan rapi.


Tangan Mila bergetar ketika membuka map coklat lalu meraih kertas putih yang berada didalamnya.


Matanya membulat seketika dan ia menutup mulutnya dengan tangan nya sendiri, seolah tak percaya atas apa yang ia baca.


"ka kamu udah inget semuanya" ucapnya dengan bibir yang bergetar.


Elang tersenyum dengan sangat manis lalu mengangguk ia kembali merengkuh tubuh Mila dengan sayang "selamat hari ibu sayangku, terimakasih sudah menjadi Mamii yang terhebat untuk aku dan Gemilang" ucap Elang yang tidak bisa menahan lagi buliran bening itu untuk jatuh. Hari ulang tahun Mila bertepatan dengan hari ibu juga.


Mila menangis tersedu-sedu mendengar perkataan Elang, ia memeluk Elang dengan erat.


Masih ada rasa ketidakpercayaan saat melihat Elang sudah sembuh dan mengingat semua.


Dua insan ini hanya berpelukan dan menumpahkan tangisnya satu sama lain, ketika rasa bahagia dan syukur tidak bisa lagi ia bendung.


"maafin aku mil" ucap Elang mengusap buliran yang terjatuh di pipinya. Mengingat Mila sudah begitu keras menjalani hidup saat ia tidak ada membuatnya terenyuh serta merasa bersalah.


Terimakasih sudah menjadi wanita yang begitu kuat untuk aku dan Gemilang. . .


Mila merenggangkan pelukannya untuk menatap wajah tampan suaminya, tangan terulur untuk mengusap rahang tegas yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu.


"sejak kapan?" tanya nya menepis air matanya.


CUP. . . CUP. . .CUP. . .

__ADS_1


Bukannya menjawab pertanyaan Elang malah mendaratkan ciuman bertubi-tubi pada bibir mungil istrinya yang sangat ia rindukan.


"masss"


"aku mencintaimu Emila Mawardi Utama, istrinya Elang Suryo Kusuma, Mamii nya Gemilang Galaxio Kusuma. . . putri dari pak Maw--".


"ssssttt" Mila mengarahkan jari telunjuknya pada bibir Elang agar ia terdiam. "aku juga sangat mencintaimu , masku Elang".


Mila lalu melingkarkan tangannya pada leher suaminya yang kokoh itu, kakinya sedikit berjinjit untuk mengecup bibir manis favoritnya.


CUP. . .


Hanya kecupan sekilas saja, namun Elang menahan tengkuknya ketika Mila hendak menjauhkan diri. Elang menyatukan bibirnya dengan bibir merah Mila, menyusuri setiap inchi bibir kenyal yang sangat ia rindukan . . . ******* habis-habisan rasa manis bagaikan cerry itu.


Lidah yang saling bertautan dan membalas satu sama lain gigitan-gigitan nakal yang membangkitkan kobaran gairah, rasa rindu yang keduanya pendam selama ini, seolah meletup-letup ingin tersalurkan.


Setelah kehabisan udara untuk bernafas mereka baru melepaskan ciuman itu dengan nafas yang saling memburu.


Tiba-tiba saja Mila memukuli pelan dada Elang "kamu jahat mas hisk. . hiks. . kamu ninggalin aku dan Gemilang huuu . . hu. .".


Elang menangkap pergelangan tangan Mila "maafin aku yang" ucapnya lalu berpindah posisi disamping Mila.


Mata Mila membulat sempurna ketika melihat apa yang tertutup oleh badan tegap Elang tadinya.


Lantai yang bertaburan bunga mawar merah, juga ranjang besar yang dipenuhi dengan beberapa tangkai mawar merah yang membentuk sebuah gambaran hati.


Belum lagi balon-balon yang melayang di atap kamar itu, serta balon yang membentuk sebuah tulisan I LOVE YOU EMILA 🖤.


Sejak kapan masku menjadi romantis seperti ini. .


Elang menuntun tangan Mila agar duduk diranjang yang dipenuhi bunga itu, ia mengambil sebuah kue coklat yang begitu mungil dan berbentuk hati. .


Lilin kecil menyala diatasnya "tiup sayang" ucap Elang menyodorkan kue itu dihadapan Mila.


Mila memejamkan matanya. . .


Hanya satu yang aku inginkan, aku bersama seseorang yang saat ini berada dihadapan ku bisa menua bersama selamanya untuk merawat Gemilang bersama-sama.


Setelah Mila make a wish ia meniup lilin kecil itu "potongan nya cuma satu, buat kamu aja" ucap Mila tersenyum dan kembali memeluk Elang.


Elang meletakan kue itu diatas meja dengan satu tangannya, ia mendorong tubuh Mila agar berbaring.


"mass" gerutu Mila saat Elang hendak menindihnya, namun Elang tidak perduli ia tetap meneruskan aksinya.


"ceritain dulu, kapan inget nya?" ucap Mila mengerucutkan bibirnya dengan lucu. Namun hal itu malah membuat Elang semakin gemas, ia menggigit kecil bibir yang terus mengerucut itu.


"masss!"

__ADS_1


"apa sayang?" balas Elang tersenyum jahil.


"cerita dulu kapan?"


"minta jatah dulu" ucap Elang mengecup leher jenjang yang begitu menggoda itu, tidak lupa ia meninggalkan gigitan kecil disana agar membekas.


"ahmh. ."


Elang tak kuasa untuk melengkung saat mendengar desahan dan lenguhan yang sangat ia rindukan.


"mas tapi kamu masih sakit" ucap Mila menahan dada Elang, tiba-tiba saja ia teringat akan luka di kepala Elang.


"tapi lagi pengen banget yang" ucap menunjukkan sesuatu yang menyembul dibawah sana.


"tapi nanti kamu sakit lagi" ucap Mila mengingatkan.


"you on the top" ucap Elang dengan tatapan penuh dengan mendamba.


Mila menelan ludahnya kasar, tapi disisi lain ia juga tidak ingin Elang sakit dengan ragu ia mengangguk kecil.


Elang menyunggingkan senyumnya "disofa aja ya" bisik nya dengan suara parau.


"i iya mas".


Elang menggendong tubuh Mila untuk menuju sofa "udah dibilangin jangan ngangkat apa-apa dulu" gerutu Mila mendelik kesal.


"kalo kamu doang enteng yang" ucapnya merayu.


Mila mencebikkan bibirnya, dengan bentuk tubuhnya yang begini tidak mungkin enteng. . . yah meskipun ia sedikit lebih kurus semenjak Elang sakit, namun tetap saja bagian-bagian tubuh tertentu yang sangat berisi.


Membuat Elang tambah sayang saja. . .


Tatapan mata Elang berubah menjadi serius "maafkan aku telah membebani mu" ucapnya mengusap lembut rambut Mila lalu turun ke pipi mulusnya.


Belum sempat Mila menjawab, tangan Elang sudah bergerilya dengan nakal pada gundukan favoritnya dan Gemilang itu.


"Eengh. . "


"aku pastikan kamu adalah wanita satu-satunya dan terakhir untuk ku , selama aku hidup".


Dan sekarang saatnya aku dan kamu menjadi satu, meleburkan semua kerinduan dalam hangat nya rengkuhan . . . menjadi satu dalam basahnya keringat pada tubuh kita, yang seolah menjadi saksi bisu dalam nya cinta diantara aku dan kamu.


.


.


.

__ADS_1


MALAM INI AKU RELAIN BEGADANG UNTUK KALIAN SEMUA. . .


LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋💋💋


__ADS_2