Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
Hadiah terindah


__ADS_3

Setelah saling memuaskan satu sama lain, memenuhi kebutuhan satu sama lain, Mila justru menangis tersedu-sedu setelah pelepasan nya dengan Elang, ia memeluk Elang begitu erat.


"yang. . .yang. . kok nangis sih" ucap Elang membelai rambut Mila dengan sayang.


Mila masih tidak percaya atas keajaiban yang terjadi pada suaminya, bahkan setelah kecelakaan itu dokter mengatakan kemungkinan terburuk nya adalah Elang tidak bisa diselamatkan.


"mas . .hiks. . aku takut banget kehilangan kamu, a aku nggak bisa hi. .hidup tanpa kamu" ucap Mila terisak.


"iya sayang, yang penting kan aku udah ada disini sama kamu nggak akan ninggalin kamu lagi".


"awas aja kalo kamu berani-beraninya ninggalin aku mas" ancam Mila mengusap air matanya.


"nggak akan yang" ucapnya kemudian mengecup kening Mila begitu lama. . .


"aku bener-bener nggak bisa ngejalanin semuanya sendirian mas hiks".


"sekarang ada aku yang, kamu tinggal duduk manis aja dirumah nunggu aku pulang" ucap Elang tersenyum melihat Mila yang terus menangis seperti anak kecil.


"tapi aku nggak mau sibuk di perusahaan lagi" ucap Mila mengingat bahwa sebelum kecelakaan Elang memang sangat sibuk.


"iya-iya aku akan sempetin waktu buat kalian berdua" ucap Elang mengusap pipi Mila yang basah begitu juga dengan kening Mila yang dipenuhi dengan buliran keringat.


"ayo mandi dulu, abis itu makan" ajak Elang.


Mila mengangguk begitu saja karena memang tenaga nya benar-benar terkuras setelah mencari Elang kesana kemari, belum lagi adegan ranjang yang begitu lama, memenuhi hasrat suaminya yang tiada habisnya.


.


.


.


Elang menyunggingkan senyumnya ketika melihat Mila yang sedang menyisir rambutnya, Mila hanya mengenakan kaos Elang yang kebesaran kaki jenjangnya sungguh sangat menggoda. .


"yang kamu kok makin cantik aja sih" puji nya pada sang istri.


Mila tersenyum mendengarnya "emang dulu nggak" ucapnya lalu ikut duduk disofa bersama Elang.


"banget banget banget" ucap Elang mencubit gemas pipi Mila.


"gitu aja dulu nolak-nolak waktu dijodohin" ucap Mila mencebikkan bibirnya.


"udahlah jangan bahas yang dulu-dulu, sekarang udah ada Gemilang nggak baik ngomongin itu".


"iya-iya".


"aku suapin ya" ucap Elang mengambil piring beserta makanan yang terletak dimeja.


"kamu kok jadi manis gini sih mas, saraf kamu nggak ada yang salah kan?" ucap Mila tersenyum sambil menyentuh dahi Elang.


"aku dari dulu manis tau" ucap Elang mencuri satu kecupan pada bibir merah istrinya.


"manis kalo ada maunya doang" ucap Mila mencebikkan bibirnya.

__ADS_1


"iya mau nya kamu ajah"


"gomballll"


Elang terus menyuapi Mila dengan telaten, hal ini yang sangat ia rindukan dulu sewaktu Mila hamil ia sering menyuapi Mila seperti ini jika Mila sedang malas makan. . .


"udah kenyang" ucap Mila meraih air putih yang berada di meja.


"makan yang banyak yang , lihat kamu kurusan gini" ucap Elang.


"nggak papa mas, malah aku seneng gak usah susah-susah buat diet hehehe".


"awas aja kalo diet-dietan lagi, kasihan Gem yang, nanti dia nggak kenyang".


"mas dia kan udah makan sekarang" ucap Mila tersenyum mengingat sang buah hati.


"tapi tetep aja kan ASI nya juga kenceng, pokoknya abis ini aku mau kamu fokus ngurusin Gem aja yang, kasian dia".


"iya masku. . sayang"


"oh iya mas, kamu belum cerita semuanya, gimana ? kapan kamu inget?" tanya Mila yang tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya.


Elang tersenyum mendengarnya "sini dulu" ucapnya menepuk-nepuk pundak nya.


Mila bersandar begitu saja pada pundak yang nyaman itu, tidak lupa tangannya ia lingkarkan pada perut Elang.


"jadi gini yang. . ."


Elang menatap sekeliling yang hanya berwarna putih saja, sekeliling nya benar-benar polos tidak ada apapun disana. . .


Namun tiba-tiba ada sebuah bayangan dari sosok yang ia kenal juga sangat ia rindukan, orang itu tersenyum kearah Elang lalu semakin mendekat.


"papah. . " Elang masih tidak percaya bisa bertemu dengan senyata ini dengan beliau.


"Lang sini" ucapnya melambaikan tangannya


Elang mendekat lalu memeluk sosok ayahnya itu begitu erat, bahkan air matanya luruh begitu deras.


"papah merindukan mu, tetapi anakmu lebih membutuhkan dirimu" ucap papah menepuk pundak sang anak.


"waktu nya kembali Lang" ucap papahnya menunjukkan sebuah layar besar, Elang seketika mengingat semua kejadian-kejadian yang diputar pada layar itu.


Tepukan di pipinya serta guncangan di tubuhnya membuat ia membuka matanya seketika, matanya bertemu dengan seorang yang sangat ia cintai, Mila menatap khawatir padanya.


Elang lalu memeluknya begitu erat. . .


iya, jadi setelah mimpi itu Elang mengingat semuanya tidak ada yang terlewatkan .


Tapi ia tidak mengatakan langsung pada Mila, ia malah mengajak Mila untuk tidur dan memeluk nya dengan erat. . .


Namun matanya sama sekali tidak bisa terpejam, rasa bersalah menghantam dadanya begitu nyeri saat mengingat bagaimana ia mengabaikan Mila, bagaimana Mila selama ia tinggal?


Semalam itu ia terus berkecamuk dengan pikirannya sendiri, akhirnya ia memutuskan untuk beranjak dari tidurnya saat melihat Mila sudah tertidur dengan pulas.

__ADS_1


Ia butuh seseorang untuk diajak berbicara. .


Akhirnya pikiran nya tertuju pada Al, Al sering berjaga malam akhir-akhir ini pasti sahabat nya itu yang saat ini masih terbangun, mengingat waktu hampir menunjukkan tengah pagi.


...


"ada apa lang?" tanya Al yang baru saja sampai, ia duduk dihadapan Elang, karena tiba-tiba saja Elang memintanya untuk bertemu di minimarket dekat rumahnya, di jam yang tidak wajar.


"aku sudah mengingat semuanya nal" ucap Elang yang membuat Al menganga.


Elang menceritakan semuanya tak terkecuali, dan benar saja ia merasa lega saat berbagi cerita. .


dan Al juga menceritakan bagaimana kondisi Mila saat Elang hilang ingatan, kondisi Mila yang sempat drop namun tetap memaksakan diri untuk bekerja.


Mendengar semua itu membuatnya merasa sangat bersalah, hatinya begitu ngilu, bahkan ia tak henti-hentinya menyalahkan dirinya sendiri.


"udahlah Lang, semua bukan salah kamu. . . cukup kamu mengatakan padanya jika sudah mengingat saja dia pasti akan bahagia. .dia sangat mencintaimu"


"aku juga sangat sangat sangat mencintainya nal"


"jadi kamu belum memberitahu Mila?" tanya Al sembari menyesap kopi panas itu.


Elang menggelengkan kepalanya "tadinya aku ingin memberitahukan padanya, namun tiba-tiba aku mengingat ulang tahunnya tinggal beberapa hari lagi" ucap Elang tersenyum kecil.


"hal ini pasti akan menjadi hadiah terindah untuk nya" ucap Al menatap Elang.


Flashback off.


"jadi gimana yang?, mau hadiah apa?" ucap Elang setelah menceritakan semuanya.


"ini adalah kado terindah disepanjang tahun untuk ku mas" ucapnya berkaca-kaca.


Kamu adalah adalah kado terindah untuk aku, juga malaikat kecil kita. .


"padahal aku sudah berencana untuk memberikan mu hadiah lagi?"


"apa?" tanya Mila.


"Sky Forrest Residence, sekarang sudah menjadi milikmu"


"masss, untuk apa coba?"


"pokoknya kamu suka dengan tempat itu, dan harus menjadi milikmu" ucap Elang tersenyum.


"terimakasih" ucap Mila lalu kembali memeluk Elang dengan erat "terimakasih atas segalanya mas, terimakasih sudah mengingat semuanya".


.


.


.


LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2