
sore hari. . .
sepulangnya dari kantor Mila melihat penjual rujak dipinggir jalan. entah ada angin apa? rujak itu seperti melambai lambai padanya. . .
"Alaska berhenti!. . ."
Alaska menghentikan mobilnya mendadak. "ada apa Bu" tanyanya
"boleh saya minta tolong" ucap Mila ragu
"katakanlah Bu, tidak usah sungkan" ucap Alaska melihat keraguan Mila.
"belikan saya rujak itu" kata Mila dengan malu-malu menunjuk ke belakang, dan Alaska bisa melihat penjual rujak yang lumayan rame itu.
"siap Bu" ucapnya bersemangat.
"tapi nggak papa kan, ini panas Lo antrian nya juga cukup banyak" ucap Mila sungkan.
"yang penting anak ibu nggak ngiler haha" Alaska beranjak dari mobil.
"emangnya kalo pengen rujak itu harus hamil apa?" gumam Mila. . . .
.....
"makasih ya ka" ucap Mila setelah menerima rujak itu lalu memakannya dengan lahap.
"iya Bu, sengaja nggak saya kasih nanas sama saya banyakin mangganya" ucap Alaska yang fokus mengemudi.
"kenapa ka?" tanya Mila sambil terus mengunyah
"itu porsi untuk ibu hamil"
"uhuk. . .uhuk. . . siapa yang bilang kalo saya lagi hamil"
"hahaha kan saya bilang siapa tahu Bu, soalnya itu mangganya masih muda asem banget kata penjualannya. . . dan ibu memakannya dengan lahap, terus apa dong kalo nggak hamil" ucap Alaska sambil nyengir kuda.
Mila berfikir sejenak, memang sudah lama ia tidak kedatangan tamu bulanan. . . tapi memang ia sering telat jika kecapekan. sudah lah jangan terlalu berharap, pikirnya...
.
.
.
"makasih ya ka" ucap Mila setelah turun dari mobil Alaska. dan ia melihat mobil suaminya sudah terparkir disana.
"iya Bu, jalan nya hati-hati ya"
"kenapa?" tanya Mila bingung karena Alaska memberhentikan mobilnya tepat didepan rumah orang tuanya, jadi tinggal beberapa langkah lagi ia memasuki rumah.
"takut dedek bayinya kenapa-kenapa hahaha" Alaska terus tertawa melihat Mila dengan ekspresi bingungnya.
"wah, ngajak berantem nih anak. . . udah pulang sana" ucap Mila dengan sedikit senyum.
"nggak diajakin mampir bu?" canda Alaska
"jangan , suami saya udah pulang nanti dikira kamu berondong saya lagi hahahaha" ucap Mila tertawa bersama Alaska.
"yaudah saya pamit dulu deh Bu, nanti kita ketahuan suami ibu" candanya lagi.
dengan bibir yang terus melengkung Mila menggelengkan kepalanya melihat tingkah konyol Alaska yang berbanding terbalik dengan kakaknya. "udah sana"
"hehe iya iya Bu. . . . byeeee ibu" Alaska melambaikan tangannya sambil melajukan mobilnya.
__ADS_1
.
.
.
Mila hendak memasuki rumah nya namun, dikejutkan dengan suara "seneng banget kayaknya" ucap seseorang yang menggendong anak kecil dan terlihat begitu menggemaskan.
"mas kamu udah daritadi disini?" tanya Mila kemudian mencubit gemas pipi Exel.
"iya dari kamu senyam senyum sama berondong kamu itu" ucapnya dengan jengkel.
Mila tersenyum melihat ekspresi Elang yang cemburu itu, ia bergelayut manja di lengan kekar suaminya. . .
"bercanda mas, Alaska itu beda banget sama Antoni . . . Alaska itu kocak banget haha"
Elang mencebikkan bibirnya "terus aja muji laki-laki lain didepan suami kamu".
"tapi tetep kocakan kamu kok gantengan kamu kemana mana" bujuk Mila.
namun Elang malah melangkah pergi meninggalkan nya. . .
"Exel sini. . . biar om istirahat dulu nanti main lagi" ucap mamah Mila yang baru menuruni tangga.
Exel berlari sempoyongan menuju Oma nya, Elang terkekeh melihat Exel yang begitu menggemaskan berlarian. . .
"udah kalian istirahat aja dikamar"
"iya mah" sahut Elang, kemudian mereka berdua menuju ke kamar. . . . . Mila langsung membersihkan diri sedangkan Elang berbaring di ranjangnya.
sesudah mandi Mila ikut merebahkan diri bersama suaminya. . .
"mil, keringin dulu deh itu rambut kamu" ucap Elang yang melihat rambut istrinya masih basah.
"nggak ah mas lagi males banget"
Mila terus tersenyum saat Elang berusaha menyisir rambutnya dan mengeringkan nya dengan hair dryer.
"kamu perhatian banget sih mas" ucap Mila menatap Elang dari pantulan cermin.
"baru nyadar apa kalo suaminya perhatian" ucap Elang masih cuek
"kamu masih marah ya?" tanya Mila dan dibalas gelengan kepala oleh Elang.
"selesai" ucap Elang kemudian mencium rambut Mila "wangi yang" lanjutnya
"Yeay udah nggak marah lagi" ucap Mila sambil mengalungkan tangannya di leher suaminya.
"mana tahan aku marah-marah sama kamu" Elang mencubit pelan pipi Mila.
Elang mengajak Mila untuk tidur sebentar, alih-alih tidur, Mila terus menatap wajah suaminya sampai beberapa saat . . . sebenarnya Elang menyadari hal itu, namun ia malah memejamkan matanya. . . Mila mulai menyentuh pelan rahangnya . . .
"kamu kenapa sih yang?" ucap Elang masih dengan mata yang terpejam.
Mila sedikit terlonjak karena ternyata suaminya tidak tidur sedari tadi. . . .
"kamu nggak tidur ya?" tanya nya
"sikap kamu itu dari kemaren aneh banget, tahu nggak sih" ucap Elang blak-blakan.
"maaf mas"
"ada masalah apa?" tanya Elang kemudian membuka matanya dan menatap manik mata Mila begitu dalam.
__ADS_1
"ada suatu hal yang mengganggu pikiran aku, beri aku waktu sebentar aja untuk memastikannya. . . . setelah itu aku bakal cerita sama kamu"
mereka mulai bertatapan dengan serius. . . dan Elang hanya diam mendengar kalimat Mila.
CUP. . .
Mila mengecup kemudian sedikit menggigit pelan bibir Elang, Elang melotot kan matanya lebar-lebar tak percaya istrinya melakukan ini.
"jangan membuat aku semakin takut mil" kata Elang setelah bibirnya terlepas.
"aku beruntung mendapatkan laki-laki seperti kamu mas" ucap Mila kemudian menenggelamkan wajahnya di dada suaminya lalu memeluknya dengan erat.
"aku beri waktu sebentar saja, jika kamu lama aku akan mencari tahu sendiri" ucap Elang membalas pelukan Mila.
Mila menggelengkan kepalanya "jangan mencari tahu sendiri, aku takut kamu kecewa. . . biarkan aku memastikan perasaanku dulu , setelah nya akan aku jelaskan sejelas-jelasnya".
Elang mengernyitkan keningnya "perasaanmu?" tanya nya.
Mila mendongak kan kepalanya menatap sorot mata yang tajam namun begitu teduh itu, yang hanya dimiliki suaminya "aku sayang kamu mas". ucap Mila begitu dalam.
"memangnya siapa lagi yang mau kamu sayangi selain aku" ucap Elang. sebenarnya pernyataan sayang memang kurang puas baginya. . . ia mengharapkan kata cinta yg selama ini tak pernah Mila ucapkan.
Mila menggelengkan kepalanya "tunggu sebentar saja, akan ku ubah kata-kata itu" jawab Mila seolah mengerti apa yang ada dipikiran Elang.
"sebenarnya itu bukanlah hal yang penting, yang penting aku mencintaimu dan kamu terus bersamaku".
"aku tidak akan meninggalkan mu"
"jangan pernah berfikir meninggalkanku . . . kamu tinggal semalam saja aku tidak bisa tidur sama sekali"
Mila menatap Elang, ada satu hal yang sedari tadi tidak ia sadari. . . lingkaran hitam dibawah mata itu yang seolah menjadi saksi, bahwa suaminya benar-benar tidak bisa tanpanya.
"astaga mas, kenapa kamu nggak tidur sih" gerutu Mila mencoba mengusap lingkaran hitam itu.
"nggak bisa kalo nggak ada kamu yang" kilah Elang, padahal jelas karena ia memikirkan sikap aneh Mila.
Mila beranjak dan mengambil sesuatu di dalam laci . . . ia membuka masker mata lalu memasangkan nya pada bagian bawah mata Elang.
"apa ini?!" tanya Elang tidak santai karena begitu dingin dirasanya benda yang menempel itu.
"biar nggak terlalu kelihatan mata panda nya. . . yaudah sini tidur" Mila menepuk pundaknya agar Elang dengan nyaman menelusup kan kepalanya dileher Mila.
"apapun itu cepat katakan mil" ucap Elang sambil memejamkan matanya.
Mila menepuk nepuk suaminya agar cepat terlelap. . . "iya mas pasti".
"dan satu lagi" ucap Elang.
"apa?"
"aku juga risih saat perempuan itu menatapku , aku juga tidak suka saat dia sok perhatian kepada ku. . . . kamu satu-satunya mil , sangat tidak mungkin untuk ku melirik wanita lain selain dirimu"
Mila tahu yang dimaksud suaminya adalah Terry, ternyata Elang begitu peka, dan tidak ingin Mila kepikiran.
"terimakasih mas".
CUP. . . . Mila kembali mencium kening suaminya yang sudah mulai terbawa alam mimpi.
karena Elang begitu nyaman saat bersama Mila , semua beban masalah nya seolah hilang seketika dan membuat nya tertidur dengan begitu nyenyak nya.
.
.
__ADS_1
.
lagi-lagi thanks ya gaess support nya, aku selalu usahain up kok kalo ada waktu luang, cuma ya gitu kadang kerjaan di real life membatasi waktu ku. mohon dimaklumi 💋💋💋💋💋