
Mila melingkarkan tangannya di pinggang suaminya, "kopernya udah aku siapin, semuanya udah didalem" tutur Mila
"iya makasih istri" ucap Elang sambil mengecup puncak kepala Mila.
"kamu jangan lupa waktu disana, makannya yang teratur jangan capek-capek" mengingat suaminya akan pergi rasa sesak menghampirinya.
"iya sayangku yang cerewet"
"kamu itu sering banget lupa waktu, jangan kerja terlalu keras . . masalah disini biar aku yang urusin"
"aku maunya malah cepet-cepet biar biar cepet pulang , nggak mau jauh dari kamu"
tanpa Mila sadari buliran air bening itu lolos begitu saja dari matanya, dan sedikit isakan yang membuat dada Elang bergetar..
"loh loh kamu kenapa, kamu kok nangis ... "
Mila menggeleng lemah
"kalo kamu nangis besok kayaknya aku nggak jadi berangkat "
Mila mendongakkan kepalanya menatap mata teduh itu "kamu harus pergi, tapi jangan lama-lama"
cup Elang kembali mencium kening istrinya, "iya iya , sebentar kok kan udah ada Antoni"
cup. . kini Mila yang mengecup pipi suaminya, tangannya menyentuh alis Elang.
"alis kamu tebel banget sih mas" tangisannya perlahan hilang
"ya mau gimana lagi , orang ganteng kan emang gini. . . aw"
__ADS_1
satu cubitan melayang.
"jahat. . .kamu yakin mau tinggal di rumah sendirian?" tanya Elang
"ehmmm, kalo aku pulang kerumah aku gimana? tadi kak Erfan nyuruh aku pulang"
"iya nggak papa malah aku tenang kalo kamu disana, daripada disini sendiri"
hari semakin larut nafas keduanya sudah mulai teratur. . . tidur berdua dengan saling berpelukan,
.
.
.
dan seluruh pimpinan divisi yang menghadiri rapat pagi ini pun sedikit terkejut mendengarnya.. tentu saja rata-rata dari mereka menilai orang dari penampilannya saja.
"mana bisa wanita seperti itu, yang hanya mengandalkan bodynya saja memimpin perusahaan ini" ucap salah satu dari mereka dan ada pula yang menyahut "pak Elang fikir menjadi pemimpin perusahaan hal yang main-main ya"
dan masih banyak lagi...
selesai rapat Elang,Mila Aris juga Antoni kembali ke ruangan Elang. . .
Elang dan Antoni bersiap untuk berangkat ke bandara, "ris, an kalian berdua keluar dulu tunggu diluar". mereka berdua sudah paham dengan perkataan bosnya.
setelah mereka keluar Elang mengahampiri Mila yang menatap keluar jendela melihat suasana pagi hari di kota. Elang memeluk Mila dengan erat
"i Will Miss you my wife" bisiknya
__ADS_1
"mee to, stay safe my husband" jawab Mila
"yaudah cepet berangkat gih, nanti telat mas"
"cium dulu"
cup. . .lalu Elang membalasnya dan cukup lama bibir mereka saling bertautan.
"mil. . . aku mau mengajukan satu permintaan"
"apa mas?" masih tetap berpelukan
"selama seminggu ini selama aku pergi, belajarlah untuk mencintaiku"
deg. . deg. .
baru Mila mau menjawab tapi Elang sudah menyelanya, ia mengarahkan jari telunjuk nya ke bibir Mila.
"aku tidak butuh jawaban itu sekarang, yang pasti jika aku sudah kembali aku hanya butuh kata iya"
Mila tersenyum, mereka melangkah bersama. . baru Elang mau menarik gagang pintu tapi dihentikan oleh mila..
"kenapa?" tanya Elang
tanpa jawaban Mila hanya berjinjit dan mencium leher suaminya sampai meninggalkan jejak merah disana. Elang yang setengah terkejut hanya diam dan menerima perlakuan Mila.
"biar nggak ada yang berani godain kamu disana" kata mila
Elang tersenyum lebar mendengarnya..
__ADS_1