Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
Ada aku


__ADS_3

"mas makan dulu gih" ucap Mila pada Elang yang menatap penuh kerinduan pada Gemilang, ia sudah tidak bertemu dua hari dengan bayi tampan itu.


"nanti aja" sahut Elang dengan sama dinginnya.


"mas aku--".


"aku nggak mau bahas itu" ucap Elang yang tidak mengalihkan pandangannya pada Gem yang matanya sudah sayup-sayup tertutup.


Mila menelan ludahnya saat melihat Elang yang sangat menakutkan seperti ini. tapi sedikit perih juga dihatinya.


Apa kamu hanya merindukan Gemilang saja? lalu bagaimana denganku, bagaimana dengan aku yang benar-benar haus akan sentuhan hangat mu..


Aku rindu akan dirimu yang penuh cinta dan perhatian mas.


"kamu boleh gendong dia" ucap Mila , karena Gemilang sudah terlelap, ia tahu betul Elang buru-buru mandi agar bisa segera bermain bersama Gemilang.


Setelah memberikan Gemilang pada Papii nya Mila hanya mampu menatap dua manusia yang sangat dicintainya itu dengan hati yang sendu.


harus berapa lama lagi aku harus bertahan?.


"Bu , ada tamu" ucap salah satu art, dan terlihat Erfan berjalan dibelakang art itu.


"kakak" ucap Mila tersenyum saat melihat sosok yang sangat ia rindukan beberapa hari ini.


Bahkan Mila langsung memeluk Erfan saat Erfan sudah mendekat, hanya pada kakaknya ia bisa bersandar saat ini, ia seolah menumpahkan apa yang ia pendam selama ini.


"jangan gini dek" ucap Erfan yang sudah merasakan punggung Mila bergetar.


"kak aku capek" ucap Mila yang semakin mengeratkan pelukannya.


"harus kuat demi Gem ya" nasehat Erfan pada sang adik.


Elang hanya diam dan menatap dua orang yang saling berpelukan itu, ia sudah hafal Mila akan menangis seperti itu setiap bertemu kakaknya, entah mengapa?.


"loh ada nak Erfan" ucap mamah yang baru saja dari dapur, sedangkan Mila langsung melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya, ia tidak ingin mertuanya melihat betapa lemah dirinya yang sebenarnya.


"iya Tante" ucap Erfan yang kemudian mencium tangan wanita paruh baya itu.


"ikut makan sama Tino dan Royan ya" tawar mamah.


"nggak usah tan, tadi udah makan siang diluar" ucap Erfan yang sebenarnya ia melihat Mila berlarian mengejar Elang saat di restoran , namun karena ia bertemu dengan kliennya , ia tidak berani mengejar Mila.


dan ia datang ke rumah Elang hanya untuk memastikan bahwa adiknya baik-baik saja.


Terlalu banyak luka yang ia alami..


Mereka duduk dan berbincang ringan, Erfan lega saat melihat Mila yang bisa dikatakan lumayan baik-baik saja.


"Gimana Lang hasil checkup nya?" tanya Erfan pada Elang yang terus terdiam.


"hanya beberapa serpihan adegan saja yang aku ingat kak, itupun puluhan tahun lalu" ucap Elang yang memangku Gemilang.

__ADS_1


"nggak papa, yang penting kamu harus semangat untuk sembuh" ucap Erfan kemudian menepuk pundak Elang.


"iya kak".


Royan dan Tino yang baru saja keluar dari dapur lalu menyapa Erfan yang sedang duduk disana.


"kamu nggak kembali ke kantor tin?" tanya Mila karena jam makan siang sudah habis sejam yang lalu.


Tino nyengir kuda mendengarnya "sekali kali bolos nggak papa lah , nemenin bosnya".


"bisa aja Lo nyet" ucap Royan menahan tawanya, sohibnya satu ini memang paling bisa mencari kesempatan dalam kesempitan.


"lagian kan sudah ada Aris dan Antoni, pasti perusahaan aman dijaga oleh dua anjing herder itu" canda Tino.


"mulut Lo nih yang nggak bisa disaring" ucap Royan yang ganti menyalahkan Tino, ia membalas dendamnya beberapa menit yang lalu.


"udah kalian ini kok kerjaannya berantem mulu" ucap mamah yang sebenarnya tidak heran lagi melihat tingkah laku mereka berdua.


"mumpung elo bolos, gue mau tantang Lo duel PES" ucap Royan tersenyum licik.


"siapa takut" ucap Tino bersemangat.


"Oke, sama gue telpon Cici biar kesini" ucap Royan bersemangat karena mereka lumayan lama tidak bermain dan berkumpul bersama.


"saya boleh ikut" ucap Erfan tersenyum kikuk, ia sebenarnya sangat hobi dengan game-game seperti itu, tapi karena waktu yang terbatas juga tidak memiliki teman untuk bermain.


"let's go pak Erfan" ucap Tino menggandeng Erfan untuk berpindah ruang yang tidak jauh dari sana.


"go. . go. .go. ." ucap Royan bersemangat menyusul mereka.


"kamu nggak ikut Lang?" tanya mamah pada Elang yang hanya terdiam, Elang menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. rasanya moodnya benar-benar jelek hari ini.


.


.


.


Makan malam di rumah utama nampak begitu ramai malam ini, para kadal-kadal berkumpul dan memanggang daging dihalaman belakang.


bahkan laki-laki yang masih mengenakan seragam rumah sakit itu tidak kunjung berganti pakaian sedari tadi. sedangkan Erfan sudah pulang sore hari tadi.


Mila terlihat membawa beberapa sayuran "ada yang mau nggak?" tawarnya pada mereka yang sedang menikmati daging hasil panggangan nya sendiri.


"mbing-mbing makanan Lo Dateng" ucap Tino yang membuat semuanya tertawa.


Mila tampak memperhatikan wajah Elang yang begitu tampan saat tertawa seperti ini, tawa yang sudah lama ia rindukan.


"Mil nggak ada sambel apa?" tanya Al yang sibuk mengunyah.


"nggak ada udah makan itu aja cepetan mandi koh" ucap Mila menatap malas pada seragam Al.

__ADS_1


"Lo jorok banget sih nal" ucap Royan mantap Al.


"yang penting kenyang, kalian tau nggak dari tadi pagi aku belum makan sama sekali" ucap Al dengan mulut yang penuh.


"makannya cari istri biar ada yang merhatiin" cerocos Tino.


"doain aja"


"dari kemaren-kemaren suruh doain terus, emang udah ada beneran ya" ucap Mila tersenyum jahil pada Al.


"ada lah"


"gue tunggu aja undangan nya cepetan mana nyampe nya, cepat Lo apa kambing" ucap Tino yang mendapatkan sikutan dari Royan.


"emangnya balapan apa" ucap Royan kesal.


.


.


.


Malam yang sunyi, hanya hembusan nafas kedua insan yang terus berdiam.


Mila menatap punggung yang sedang terlelap membelakanginya, ingin sekali rasanya memeluk nya dan meminta secercah kehangatan dari punggung kekar itu, namun mengingat sikap Elang yang dingin membuat nya hanya bisa menatap dalam diam


Perlahan Mila menutup mata lentik nya, sudah waktunya ia mengistirahatkan tubuh nya yang lelah dan lemah ini.


....


Mata Mila terbuka saat mendengar sayup-sayup seseorang bergumam , Mila mendekati Elang yang tampak sedang bermimpi buruk, dahinya dipenuhi oleh buliran-buliran keringat kecil, sedangkan bibirnya terus bergumam.


"mas" Mila mencoba mengguncang tubuh Elang yang tak bergeming.


Elang terbangun begitu saja, dadanya naik turun . .


ia langsung memeluk Mila dengan erat ketika melihat Mila duduk disampingnya.


Mila mengusap punggung Elang dengan lembut "gapapa ada aku" ucapnya menenangkan.


Elang justru mengeratkan pelukannya dengan nafasnya yang tersengal-sengal.


.


.


.


Aku tepatin janji aku ya. . .


Terimakasih yang sudah vote

__ADS_1


tetap like komen and vote untuk Elang dan Emila ❤️


__ADS_2