
"ya itu yang nyuruh buat bersaing". ucap Mila pelan
Elang membelalakkan matanya tak percaya "tunggu deh mil, ngomong yang jelas aku nggak paham maksud kamu". Elang menarik bahu Mila agar menghadap ke arah nya.
"rencana Al untuk bersaing sama kamu itu cuma akal-akal Al aja dia cuma mau nguji cinta kamu ke aku , Al udah restuin hubungan kita" Mila menundukkan pandangan nya tidak berani menatap netra Elang.
Elang masih tercengang mendengar nya. "jadi mereka semua sekongkol buat ngerjain aku , termasuk kamu!" sentak Elang.
"mas kamu udah janji enggak marah Lo" ucap Mila yang hampir menangis karena Elang berbicara dengan nada tinggi.
astaga wanita hamil memang benar-benar sensitif. . .
"ma maaf sayang nggak begitu maksud aku"
"huuuuaaaa. . . kamu jahat mas" Mila terus menangis sambil memukul dada Elang.
"nggak gitu yang, aku cinta banget sama kamu. . .
masak kamu nggak bisa ngerasain sih seberapa besar nya cinta aku buat kamu" ucap Elang menangkap tangan mila.
"kan bukan aku yang nggak percaya tapi koh Al hiks"
"jadi kamu percaya"
Mila mengangguk "aku juga mencintai mu mas, sangat" Mila menghela nafas nya sejenak.
namun Elang masih tercekat mendengar nya. .
kata-kata yang selama ini ia tunggu, akhirnya keluar juga dari bibir mungil ini.
"aku nggak bisa tanpa kamu mas . . . dan koh Al pun juga menyadari itu tanpa aku berbicara".
Elang merengkuh Mila begitu erat , ternyata Mila juga merasakan apa yang ia rasakan selama ini. cinta nya terbalas kan . . . perasaannya tidak sia-sia.
dicintai oleh orang yang kita juga cintai. . .adalah hal yang paling membahagiakan. sungguh tiada yang lebih indah daripada ini. . .
"makasih sayang, makasih" Elang berulang kali mengecup seluruh wajah Mila.
Mila menangkup wajah Elang dengan kedua tangannya yang agar ia menatap matanya. "maaf mas pernyataan ku begitu terlambat, aku hanya ingin memastikan perasaanku pada Al sudah benar-benar hilang"
Elang menggenggam tangan Mila yang berada dalam wajah nya "jadi apakah aku sudah memiliki mu seutuhnya, seluruh tubuh mu dan juga hatimu"
Mila mengangguk "iya mas aku milikmu. . . aku mencintaimu . . sangat. . . miliki aku seutuhnya".
Elang kembali memeluk Mila matanya sudah basah mungkin sekarang rasa bahagia bercampur haru "apa yang membuat mu tersadar akan perasaan mu" masih dengan pelukan yang hangat.
"aku tidak bisa jauh darimu mas, sedangkan aku sudah terbiasa jauh dari Al. . . dia melepaskan ku untuk bersama mu mas" Mila menetes kan air matanya mengingat kebaikan Al.
__ADS_1
"tapi tetap saja dia kurang ajar berani-beraninya dia mengerjai ku! huh!" Elang tiba-tiba saja merusak suasana haru nan romantis itu.
"dia hanya mengukur cintamu padaku mas"
"apakah dia pikir cintanya lebih besar dari ku"
"entahlah. . . orang bilang titik tertinggi ketika mencintai seseorang adalah saat kita merelakannya untuk berbahagia bersama orang lain"
"jadi benar? cintanya lebih besar dariku. . . aku tidak akan melepaskan mu. . . sejengkal pun kami pergi dari hidupku akan ku ikat paksa mil" ucap Elang menyeringai.
Mila tersenyum sejenak "begini mas ,dulu aku sudah melewati titik tertinggi itu untuk Al aku melepaskan nya untuk kebahagiaan nya. . . namun setelahnya perasaan ku hilang begitu saja, karena sudah terbiasa. . . aku harap Al juga seperti itu".
"aku benar-benar tidak akan melepaskan mu mil, tolak ukur cinta ku bukan hal seperti itu" tegas Elang
"aku juga tidak mau lepas darimu, jangan pernah melepaskan ku"
Elang mengusap rambut Mila "mari menua bersama mil, bersama laki-laki yang menjengkelkan ini. . . tak masalah bukan ? haha" ucap Elang mencoba mencairkan suasana.
"tidak masalah karena laki-laki yang menjengkelkan ini adalah ayah dari anakku" Mila mengusap perutnya.
"jika dokter sialan itu tidak melarang ku, aku akan menerkam mu saat ini juga". . . Elang berjongkok mengecup perut Mila "jangan menyusahkan Mamii mu ya" bisiknya.
Mila tersenyum dibuat nya "jadi gimana kamu nggak marah kan sama sohib-sohib kamu?"
Elang berdiri kemudian berfikir sejenak "aku akan melakukan rencana balas dendam" Elang menyeringai.
"mas. . ."
"ka kamu mau balas dendam dengan koh Al"
"jangan memanggil nya seperti itu"
"iya iya Al maksud ku"
"aku akan menyerang balik trio kadal itu" lagi-lagi Elang tersenyum licik.
.
.
.
Malam ini Elang sudah menyusun serangan balasan itu, ia hanya tersenyum sedari tadi ia memenangkan hati Mila dan juga akan memenangkan adu kelicikan dengan sahabat-sahabatnya itu.
malam ini adalah malam dimana Mila seharusnya menjawab tentang persaingan itu, ia menyuruh Mila untuk pura-pura diam. biar sahabat nya percaya Elang masih dibodohi oleh mereka.
Elang memboking satu restoran penuh malam ini , restoran dengan dua lantai dan termahal di kota ini. . .
__ADS_1
ia datang terlebih dahulu bersama Mila, mereka menempati lantai atas. . .
"seharusnya kamu nggak usah ikut yang, dirumah aja. . . udara malam nggak baik buat bumil" ucap Elang memperhatikan Mila yang terus mengunyah kentang goreng nya.
"nanti mereka nggak percaya dong mas. . .lagian aku nggak mau kamu tinggal" jawab Mila dengan mulut yang penuh.
"kamu ingatkan sama apa yang udah aku bilang"
"iya-iya. . . tapi kalo gini sama aja aku jadi penghianat untuk mereka mas".
"tidak papa yang penting tidak menghianati suami mu sendiri"
"benar juga sih"
.
.
.
Royan, tino dan Renaldi datang bersamaan. . . mereka merasakan ada sedikit keganjalan di restoran ini, karena tidak berpenghuni sama sekali.
seorang waiters menghampiri mereka bertiga yang masih berdiri di ambang pintu "selamat malam bapak. . . atas nama bapak Tino , bapak Royan dan bapak Renaldi ya?" tanya nya.
mereka mengangguk bersamaan "kenapa restoran nya sepi ya mbak" tanya Tino.
"sudah di boking mas"
"wah gila nyet , mungkin Elang nggak mau orang-orang melihatnya jika ia menangis nanti hahahah" seru Royan.
"dia terlalu menghamburkan uang" sela Al.
"maaf anda sudah ditunggu dilantai dua pak, dan sebelumnya mohon tinggalkan KTP terlebih dahulu" ucap waiters
"KTP?" tanya Royan terheran-heran
"iya bapak nanti akan dikembalikan setelah akan pulang"
"ini-ini mbak" Tino menyerahkan KTP nya "cepetan pada nggak mau makan enak kalian!".
Royan dan Al mengikuti perintah Tino begitu saja.
"ayo kita habiskan duit Elang Suryo" seru Royan sambil menaiki tangga.
"kapan lagi kita di bokingin satu restoran penuh" balas Tino
sedangkan Al hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua sahabat nya itu. . .
__ADS_1
mohon dukungannya ya teman-teman. .
nggak tau harus ngomong apa lagi 😂💋💋💋