
Siang ini Mila masih sibuk diperusahaan menggantikan posisi kakaknya yang minggat entah kemana?, bahkan Mila sendiri tidak bisa menghubungi Erfan. . . untung saja Exel sudah terbiasa ditinggal erfan berpergian.
"permisi Bu Mila" ucap Alaska memasuki ruangan yang begitu besar itu.
"iya ka" jawab Mila menghentikan sejenak kesibukannya dari tumpukan kertas-kertas diatas mejanya.
"klien dari DWD Entertainment sudah berada dibawah".
"oh iya , suruh keruangan saya saja ya ka"
"iya Bu, kali ini yang datang cucunya pak windo sendiri"
"cucunya?, baiklah kamu siapkan minum juga untuk nya".
"baik Bu" Alaska pergi dari ruangan itu...
tok. . tok. . tok. .
"masuk" ucap Mila yang masih sibuk dengan berkas itu namun begitu ia mendongak kan pandangan nya, ia membulatkan matanya seketika saat melihat siapa yang datang.
"Mila!" ucap laki-laki itu yang seolah juga terkejut.
"Royan!" Mila berdiri seolah memastikan benar laki-laki yang dihadapannya adalah sahabat suaminya.
namun Royan malah tak berkedip sedikit pun.
"ngapain kamu disini?" tanya Royan.
tentu saja Mila tertawa dengan pertanyaan itu "kerja lah masak jualan kacang haha".
"kerja apaan?, ngapain kamu diruang CEO" tanya nya lagi tak percaya.
"udah sini duduk dulu" Mila mengajak Royan duduk disofa dan mereka duduk berhadapan.
"sebenarnya gimana sih ini, pak Erfan mana?. . . kamu sekertaris nya ya?" tanya Royan.
"haha bukan, pak Erfan nya lagi diluar kota" ucap Mila
"terus kamu ngapain disini?" tanya nya lagi.
"tuh. . ." Mila menunjukan papan tulisan namanya yang menduduki posisi sebagai CEO diperusahaan ini.
"Emila Mawardi Utama, jadi elo eh. . jadi kamu".
"Yap . . . dugaan kamu bener yan, aku anak pengusaha hahaha".
Royan masih mematung bingung seolah tak paham dengan istri sahabatnya itu..
"minum dulu nih" Mila memberikan minuman yang baru saja disiapkan oleh Alaska.
Royan meneguk minuman itu, agar ia berfikir dengan jelas.
"jadi kamu adeknya pak Erfan?" tanya Royan
"iya, begitu lah".
__ADS_1
"ehm. . . terus yang mewakili kerja sama ini, kamu?" tanya Royan.
"iya yan, kamu nggak percaya banget sih sama aku"
"bukan gitu mil, masih syok aja. . . kamu itu pantes nya jadi modelnya aja"
"ngawur kamu. . . belum tentu ya, tawaran iklan kamu ini aku terima haha"
"jahat banget sih sama temen sendiri juga" ucap Royan memelas. Royan melihat jam tangannya dan waktu hampir menunjukkan jam makan siang.
"bahas diluar aja yuk, sambil makan siang" ajak Royan.
"ehm gimana ya" Mila menimbang sejenak.
"udahlah tega amat kalo sampe nggak diterima"
"ya udahlah ayo. . . mungkin kalo kamu presentasi nya sambil makan nanti bisa aku pertimbangkan lah ya" canda Mila
"pakek mobil aku aja"
"eh bentar pamit sama kesayangan dulu haha" ucap Mila meraih ponselnya.
"dih jyjik deh"
.
.
.
"sebenarnya sih ada beberapa yang menawarkan kontrak iklan bulan ini yan, tapi nggak papa lah ya nanti aku baca lagi proposal kamu" ucap Mila setelah Royan menjelaskan panjang lebar.
"harus diterima pokoknya mil, sama temen sendiri juga" ucapnya memaksa .
"profesional lah haha"
"jangan gitu dong, gue lagi belajar buat nyari clien , Elang aja nggak mau bantuin. . . jahat banget nggak sih".
"kamu terlalu serakah yan, nyari nya seharusnya mulai dari perusahaan kecil dulu. . . jujur ya kalo perusahaan besar seperti Mawardi Utama ini banyak banget yang nawarin kayak gitu"
Royan mendengus kesal "namanya juga usaha mil"
"iya-iya yan . . . ehm. . . gimana kalo aku ajuin syarat" ucap Mila sungkan.
Royan mengerutkan keningnya "syarat apa?" tanyanya.
"oke aku bakal to the points aja . . . aku nggak suka cewe lain mandangin suami aku sampe sebegitu nya, terang-terangan pula. . . dan aku tau cewe itu pasti akan melakukan segala cara untuk misinya. . ."
"siapa sih maksud kamu" . . . Royan berfikir sejenak "Terry?" tanya nya memastikan.
dan Mila mengangguk. . . "secara tidak langsung dia mengibarkan bendera perang padaku" ucapnya tajam.
"jadi apa syarat nya?" tanya Royan
"aku tahu model itu kamu kan yang membawanya kesini. . . jadi pulang kan". ucap Mila tegas, entah mengapa kali ini ia benar-benar tidak profesional yang sama sekali.
__ADS_1
"hahahaha nyonya Elang ini sangat posesif rupanya " ucap Royan mengejek.
"aku benar-benar tidak suka milikku dilirik sedikit pun" yah memang begitu lah Mila, dia akan menyingkirkan siapa saja yang mendekati orang terkasih nya. . . dan itu berlaku dari dulu , ia juga melakukan hal sedemikian rupa saat bersama Al . . . ia bahkan rela membiayai sekolah diluar negeri gadis yang saat itu menyukai Al. karena itu sangat lah menganggu... tapi tidak ia lakukan dengan Sasa dulu karena ia masih ingin mengukur seberapa besar rasa Elang terhadap dirinya.
"setuju" ucap Royan dengan yakin.
"tapi jika dia kembali lagi jangan harap kontrak nya akan ku tanda tangani"
"hah? kejem banget sih"
"haha urusan kamu yan"
"oke paham paham" jawab Royan pasrah.
"nah gitu dong kan adil" ucap Mila yang terus tersenyum.
"emang pokoknya dapetin kamu itu paket komplit mil"
"maksudnya?" tanya Mila tak paham
"yah, cantik , kaya, posesif apalagi ehmm seksi" ucap Royan menyeringai.
"kamu kalo ngomong suka bener deh yan hahaha"
.
.
.
sementara itu di Elang Group.
keheningan membentang diantara ketiga laki-laki itu. jam makan siang berganti dengan ketegangan . . . Aris terus menundukkan kepalanya, keringat dingin membasahi tubuhnya gemetar, takut yang dirasakan saat ini.
Elang sedari tadi terus menatapnya tajam bagai ingin menerkamnya hidup-hidup, mau tidak mau ia harus memberitahukan tentang Mila dan Al...
sedangkan Tino yang menjadi penengah keduanya sedikit khawatir, karena ia juga sudah tahu hubungan Mila dan Al. . . tentu saja ana yang memberi tahu. . .
"udah deh Lang, kasian Aris" ucap Tino menengahi.
sedangkan Elang tak bergeming sedikitpun. . .
"sa saya akan memberitahu bapak , ini mengenai sedikit yang saya ketahui . . . selebihnya saya tidak tahu apa-apa" ucap Aris mencoba untuk berbicara setegas mungkin.
.
.
.
**Jarang-jarang jam segini sudah bisa update.
hehe . . . . nanti malam tinggal bobok nyenyak.
gdnight gaesss 💋💋💋**
__ADS_1