
"Rasanya biasa aja ya?" tanya Zeze ketika Royan mengunyah mie kuah yang ia buat.
"siapa bilang" ucap Royan yang terlihat begitu lahap.
"ini enak banget Ze, ini mie instan terenak yang pernah aku makan" gombalnya dengan mulut penuh.
"bohong ih" ucap Zeze mengerucutkan bibirnya.
Oh, selalu seperti ini kah makhluk yang bernama wanita.
"kamu coba gih" ucap Royan menyodorkan sesendok kuah mie itu.
Zeze mencoba kuah itu sembari merasakan, menurut nya tidak ada yang spesial, sama saja seperti mie instan lainnya, hanya saja penuh dengan irisan cabe karena laki-laki itu meeminta nya.
"biasa aja" ucap Zeze lalu meneguk putihnya.
"ini enak Ze, mie ini terasa nikmat karena kamu yang membuatnya penuh cinta" ucap Royan yang membuat Zeze tersipu.
"Zeze mau belajar masak sama mbak Mila" ucap Zeze bersemangat.
"jangan dipaksain Ze" ucap Royan yang tahu betul kemampuan wanita ini, bahkan setelah bertahun-tahun lamanya namun Zeze hanya bisa membuat mie instan, dan rasanya terlalu banyak kuah.
Tetapi anehnya Royan menikmati makan nya, sangat menikmati. . .
"Zeze kan mau belajar buat kakak, Zeze mau masakin kakak" ucap Zeze yang membuat Royan segera mengusap rambut gadis itu dengan lembut.
"makasih" ucapnya lalu meminum air putih nya, karena mie nya sudah habis tak tersisa sedikitpun.
"kakak pulang jam berapa hari ini?" tanya Zeze, karena laki-laki ini mengatakan akan bekerja, bahkan ia sudah mengenakan jas dengan gagahnya.
"kamu ikut aku ke kantor Elang sebentar ya" ucap Royan membenarkan dasinya yang sedikit miring.
"mau apa?, tadi kak Elang juga nyuruh Zeze kesana" ucap Zeze mengambil piring kotor Royan.
"oh ya"
"iya kak".
"yaudah kamu siap-siap dulu, aku tungguin sambil ngabisin kopi aku" ucap Royan.
"iya kak, bentar ya" ucap Zeze lalu melepaskan celemek nya.
"iya sayang" Zeze tersenyum malu karena sebutan sayang yang begitu merdu.
.
.
.
Mereka berjalan menuju ruangan Elang, sesekali melemparkan senyum satu sama lain, jika seperti ini mereka terlihat seperti pertama kali pacaran.
"pagi pak Royan" sapa Sella tersenyum manis, pada teman bos nya itu.
"pagi sel" ucap Royan tersenyum pada Sella namun ia segera mengalihkan pandangannya ketika mendapat tatapan tidak suka dari Zeze.
Tanpa mengetuk pintu Royan langsung membukanya begitu saja, begitulah kebiasaannya selama ini.
__ADS_1
"Lang--" Royan langsung melipat bibirnya ketika mendapati Elang tengah berbicara serius dengan seorang laki-laki berkacamata itu.
Namun Elang membelalakkan matanya seketika ketika melihat tangan Royan dan Zeze saling menggenggam.
Situasi macam apa ini?
Ingin sekali Elang berkata kasar, disaat Tante nya menyuruh untuk mengenalkan Zeze dengan Reza, tapi ia malah kesini dan bergandengan tangan bersama si kambing sialan.
Apakah mereka balikan?
"ganggu nih?" tanya Royan ketika Elang hanya terdiam.
"tidak , silahkan duduk , urusan saya dengan pak Elang sudah selesai" ucap Reza mempersilahkan.
Royan dan Zeze duduk berhadapan dengan mereka, Elang sendiri masih bingung harus berkata apa, Sedangkan Reza yang sudah pernah melihat foto Zeze, jadi ia tahu betul wanita ini adalah wanita yang akan dijodohkan dengannya.
"Perkenalkan nama saya Reza" ucap Reza menyodorkan tangannya dan disambut oleh Zeze dan Royan secara bergantian.
"Royan"
"Zeze"
"Pak Elang, saya pamit dulu ya" ucap Reza tersenyum.
"Ta tapi pak Reza" ucap Elang terbata.
"nggak papa pak" ucap Reza yang mengerti akan isi kepala Elang.
"permisi" ucap Reza dengan sopan kemudian, berlalu darisana.
....
"Lang gue nggak minta Lo ngerestuin hubungan kita, gue cuma mau kasih tau sama Lo , kalo gue dan Zeze balikan, dan gue pengen lebih serius lagi sama Zeze".
"bener itu Ze?" tanya Elang pada Zeze yang terus menunduk.
"i-iya kak".
"Ze, kalo kamu dari awal emang nggak mau dijodohin harusnya bilang sama mamah kamu, biar beliau tidak kecewa, kamu tahu laki-laki tadi"
ucap Elang yang membuat Zeze tercengang.
"tunggu kak, apa tadi adalah mas Reza" ucap Zeze menutup mulutnya dengan mata yang membelalak.
"apa?" ucap Royan terkejut saat ia juga mengingat nama itu.
"iya dia Reza Atmaja , pengusaha muda yang akan dijodohkan dengan mu" ucap Elang yang membuat Zeze menelan ludahnya sendiri.
"kenapa nggak bilang dari tadi brengsekk!" teriak Royan kemudian berlari kecil meninggalkan ruangan Elang.
"kamu disini aja Ze" ucap Elang saat Zeze hendak menyusul Royan.
"tapi kak"
"biarkan mereka menyelesaikan nya secara jantan" ucap Elang yang membuat Zeze kembali duduk.
"kamu sudah besar Ze, kakak harap kamu bisa mempertanggungjawabkan keputusan mu"
__ADS_1
Zeze mengangguk dengan yakin "Zeze yakin sama keputusan Zeze kak, Zeze yakin kembali pada kak Royan" ucap Zeze yang membuat Elang menghela nafasnya.
"kamu tahu kan sejauh apa perbandingan mereka berdua" ucap Royan yang memang sudah tahu siapa Reza, ia pengusaha muda yang sukses tanpa campur tangan keluarga nya dan selain itu Reza juga memiliki etika yang baik.
"Zeze mencintai dan menerima kekurangan kak Royan" ucap Zeze yang paham apa yang dimaksud Elang.
"baiklah, Royan juga tidak seburuk itu Ze , meskipun ia selalu buruk di mata orang lain, akan tetapi sebenarnya ia cukup bisa diandalkan".
"makasih kak udah dukung Zeze" ucap Zeze berkaca-kaca.
"jangan nangis, percayakan sama semua pada laki-laki nekat itu" ucap Elang mengangkat bibirnya, Royan termasuk orang yang nekat memang.
Zeze tersenyum sembari mengusap air matanya "dia memang selalu begitu" ucapnya.
"kak".
"iya" ucap Elang yang sibuk dengan ponselnya.
"kakak mau kan bantu Zeze yakinin mamah kalo kak Royan juga laki-laki baik".
"biarkan dia sendiri saja Ze yang datang ke mamah mu" ucap Elang tanpa menatap Zeze.
"kemarin kak Royan sudah menemui mamah" ucap Zeze yang membuat Elang menoleh seketika.
Zeze lalu menceritakan semua kejadian kemarin saat Royan berlutut di hadapan mamahnya dan di maki-maki oleh mamah.
"terus kamu tinggal sama dia?" tanya Elang menyedik.
Mendengar hal itu membuat Zeze menelan ludahnya kasar "i-iya kak"
"Ze, nggak baik laki-laki dan perempuan tinggal bersama jika belum menikah" ucap Elang khawatir, ia sangat tahu Royan bukan laki-laki baik.
Zeze hanya terdiam.
"tinggal dirumah kakak" ucap Elang menyerahkan kunci rumahnya, karena ia masih tinggal bersama mertuanya saat ini.
Zeze mengangguk "i-iya kak" , mendengar Zeze tinggal dengan Royan saja wajah Elang sesuram ini , apalagi jika Elang tahu bahwa ia dan Royan sudah melakukan hal lebih, mungkin Elang akan menghajar Royan habis-habisan.
.
.
.
Sedangkan Royan akhirnya berhasil mengejar Reza sampai di parkiran.
"tunggu!" teriak Royan yang membuat Reza berhenti.
"iya pak Royan" ucap Reza lalu tersenyum, sangat terlihat wibawa nya dengan perwatakan yang santai.
.
.
.
SERIUS NANYA , KALIAN MAUNYA AL SAMA RETHA ATAU ENGGAK?
__ADS_1
PENENTUAN NYA ADA DI TANGAN KALIAN YA , WKWKW
LIKE , KOMEN , AND VOTE GAESSS 💋💋💋