
Elang melangkahkan kakinya dengan gagah di gedung BRT CORP, semua mata tertuju padanya. .
sosok yang baru pertama kali muncul di perusahaan ini. . .
Aris dan Antoni berjalan dibelakang Elang, mereka melangkah kakinya menuju lantai paling atas di perusahaan ini.
Semua karyawan nya tentu menyapa dan menyambut nya dengan ramah, karena perwakilan dari Elang Group datang kesana.
Elang menyunggingkan senyumnya, pasti si sialan itu mengira bahwa Mila yang akan datang kesini.
"silahkan pak" ucap seorang wanita yang begitu cantik dan berpakaian seksi membukakan pintu untuknya, wanita itu sepertinya adalah assisten pribadi Darwin.
Ceklek. . .
Terlihat Darwin antusias tersenyum dan mendekat, namun senyumnya memudar ketika melihat yang datang bukanlah orang yang ia nanti-nantikan kehadirannya.
"selamat pagi pak Darwin" ucap Elang yang langsung duduk disofa, ia tersenyum manis kearah Darwin.
"pak e. . Elang" ucapnya masih tidak percaya melihat Elang yang saat ini berada disana.
"kenapa?, Anda sepertinya tidak suka melihat saya yang datang"
"Bu bukan begitu pak--"
Elang berdiri dan mendekati Darwin yang masih terdiam, matanya meneliti wajah Darwin dari atas hingga bawah.
ia memegang kerah Darwin "mau apa!" sentak Darwin merasa tidak terima.
Buggghhh!!!
Satu pukulan keras yang membuat Darwin tersungkur, inilah Elang jika ia sedang emosi bahkan hanya Darwin saja bisa ia buat masuk rumah sakit.
"apa yang kamu lakukan!" teriak Darwin memegangi ujung bibirnya yang berdarah.
Elang kembali mendekat, ia berjongkok lalu kembali mencengkeram kerah kemeja Darwin.
"itu tadi pelajaran untuk seorang yang berani-beraninya mengusik Elang Group" ucapnya tersenyum licik.
Buggghhh!. . . buggghhh!. .
"lalu ini untuk seorang yang berani-beraninya menganggu istri ku dengan cara kotor" ucap Elang tersenyum puas.
Darwin baru saja hendak berdiri dan membalas pukulan itu, namun secepat mungkin Elang mencekik lehernya , Darwin terlihat kehabisan nafas karena itu "ini untuk orang yang berani-beraninya mengusik kehidupan Elang Suryo"
"sudah pak" ucap Aris menepuk pundak Elang, karena Darwin bisa benar-benar mati jika melihat kekuatan Elang seperti itu.
Elang melepaskan cekikikan itu lalu berdiri, ia menepuk-nepuk tangannya sendiri seolah habis menyentuh barang yang kotor.
__ADS_1
iya, memang bedebah itu sangat kotor, bahkan caranya benar-benar menjijikkan hanya karena ingin merebut Mila darinya.
Jangan bermimpi!
Elang meminta dokumen yang dipegang oleh Aris, sebelum security datang, ia melemparkan beberapa berkas itu tepat di muka Darwin.
Darwin yang membuka dokumen itu seolah syok, semua kebejatannya selama ini ada disana, tapi semua itu sudah ia sembunyikan dengan baik, bagaimana Elang bisa meretasnya?.
"pergi!" teriak Darwin yang mulai ketakutan.
"hahahaha. . . selamat mendekam di penjara , jika sudah keluar dari sana saya hanya berpesan jangan berani-beraninya menganggu kehidupan Elang Suryo, anda akan menanggung sendiri akibatnya".
Baru saja Darwin ingin menghubungi security namun ada beberapa orang yang berseragam memasuki ruangan itu tiba-tiba.
"po polisi" ucap Darwin begitu terkejut "saya tidak bersalah!" teriak nya.
"mari jelaskan di kantor polisi bersama kami" ucap polisi yang memasang borgol pada tangan Darwin.
"hanya ada bukti, tidak ada saksi Lang" ucap Darwin menatap tajam pada Elang.
Elang menggerakkannya dagunya kearah seseorang yang baru datang , ia sangat puas melihat Darwin manusia sialan ini menderita.
"Le. . Leon" ucap Darwin tak percaya Leon berada disana, sebenarnya Leon yang tahu sedikit tentang kejahatannya.
"maaf pak Darwin karena anda juga merugikan dan berusaha menghancurkan pelan-pelan perusahaan saya maka saya terpaksa mengakui semua kejahatan anda selama ini" ucap Leon.
Antoni tersenyum puas melihat Leon datang, ia sudah bersusah payah untuk membujuknya menjadi saksi.
Polisi membawa Darwin pergi dari sana, dan terlihat assisten pribadi Darwin mengikuti nya.
"biar saya yang menyelesaikan pak" ucap Antoni.
Elang mengangguk lalu menghampiri Leon, dengan kikuk ia mengulurkan tangannya dan dibalas oleh Leon.
"terimakasih" ucapnya menggaruk tengkuknya.
ia bukan seorang yang tak tahu terimakasih, dan tidak ingin berhutang budi pada siapapun.
"iya" jawab Leon begitu sungkan, sebenarnya semenjak kehadiran Ilona putri kecilnya hatinya yang begitu keras seolah melembut begitu saja.
Setelah itu Leon menyusul Darwin ke kantor polisi bersama Antoni , sedangkan Elang dan Aris menuju perusahaan.
.....
Pada jam makan siang Mila memutuskan untuk ke perusahaan suaminya, selain untuk mengantar makanan, ia juga sangat penasaran apa yang dilakukan suaminya.
Mila takut Elang tidak bisa menahan emosinya terhadap Darwin, ia sudah bersusah payah mendekati Darwin untuk mencari bukti kejahatannya selama ini.
__ADS_1
Dan tentunya Antoni yang berhasil meretas segala laporan keuangan milik Darwin, bukan hanya Elang Group saja yang coba ia hancurkan namun beberapa perusahaan lainnya. . . jadi itu adalah kekuatan Elang sekarang.
Pasti nya dengan kejadian ini banyak perusahaan yang akan berkerja sama dengan Elang Group karena berhasil membuka topeng kejahatan dari direktur BRT CORP, perusahaan terkenal itu.
"mas" panggil Mila pada Elang yang tampak sibuk dengan laptopnya.
"sayang, kok bisa disini" ucap Elang tersenyum lalu mendekati sang istri, rasa lelahnya seolah hilang setelah melihat istri cantik nya.
Mila duduk disofa lalu menaruh ponsel Elang diatas meja "jelaskan, kejahatan apa yang telah kamu perbuat" ucapnya menatap serius pada Elang.
"yang" ucap Elang dengan manja, ia mengecup kening Mila.
"aku hanya memenjarakan si sialan itu"
"yakin kamu tidak emosi?, hanya memenjarakan saja?"
Elang nyengir kuda mendengarnya "tiga kali pukulan" ucapnya menaikkan tiga jarinya.
"mas, kamu masih belum sembuh benar loh" ucap Mila yang terlihat khawatir.
"itu belum sepadan dengan apa yang ia lakukan selama ini yang, aku sudah sangat menahan emosi ku tadi, mengingat sekarang sudah ada Gemilang. . . aku tidak ingin dia meniru aku nantinya".
"kenapa nggak serahin semuanya ke mas Aris dan Antoni saja sih" gerutu Mila.
"bahkan sebelum nya aku berpikir untuk membunuhnya dengan tangan ku sendiri"
"massss!"
"bercanda sayang" ucapnya lalu memeluk Mila "mana mungkin aku memberikan contoh yang tidak baik untuk Gemilang".
Mila tersenyum mendengarnya, Elang memang selalu berusaha untuk menjadi sosok Papii yang terbaik untuk Gemilang.
"terimakasih sudah menjadi Papii terhebat untuk anak kita" ucap Mila mengeratkan pelukannya.
"sama-sama sayang"
Kadang memang aku harus melakukan cara yang sedikit kejam untuk melindungi kalian berdua.
.
.
.
MENUJU END. .
LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋💋💋
__ADS_1