Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
Mabuk berat


__ADS_3

bagaimana bisa dia berada disini , seseorang yang sangat ia kenal berada disini...


"Al ehmmmm. . . Renaldi" ucap Aris tergugu


"jadi Lo masih kerja sama Elang?"


"i iya"


"duduk dulu sini"


"enggak usah , aku mau bawa pak Elang pulang saja" ucap Aris.


"kenapa buru-buru?" tanya Renaldi


"pak Elang dicariin istrinya" Aris menghela nafasnya, ia tahu betul Renaldi belum tahu siapa istri Elang.


"udah ris, minum aja dulu" sahut Royan yang terus menggenggam tangan Terry.


"lain kali saja Al, yan" ucap Aris menolak halus


Aris bersusah payah memapah Elang keluar dari ruangan itu.


"kenapa sifat Aris aneh ya?" ucap Renaldi dan Royan hanya mengangkat bahu nya. sedangkan Terry jelas ia kesal melihat Elang dibawa pergi begitu saja. sudah lama ia mengaguminya dan sekarang saat bertemu pun tidak bisa apa-apa karena ia seolah diikat dengan Royan. pemandangan yang menyejukkan hati benar-benar telah pergi.


Aris masih bersusah payah memapah Elang masuk ke dalam mobil, dan terdengar langkah kaki mengikuti nya...


"sini aku bantu ris"


"nggak usah Al, ini udah bisa kok" jawabnya setelah berada didepan mobilnya.


"apa perlu aku bantu bawain mobil Elang, nanti aku baru kesini lagi ngambil mobil ku" tawar Al


"e e enggak usah Al, aku sudah menelepon supir kok" ucap Aris sedikit panik.


"padahal aku mau ngobrol sama kamu loh ris" sahut Al.


"sori Al, lain kali kita atur jadwal nongkrong bareng ya" ucap aris meyakinkan, bagaimanapun ia tidak mungkin membiarkan Al ikut ia ke rumah Elang.


"oke deh kalo gitu, duluan ya"


"iya Al"

__ADS_1


.


.


.


Aris sampai di depan rumah bosnya, ia mencoba memencet bell rumahnya namun tak kunjung dibukakan.


ia mengambil ponselnya didalam saku lalu menghubungi Mila..


"haloo mas Aris"


"mil aku udah ada didepan sama pak Elang"


"mas Aris berikan ponselmu ke Elang, aku ingin berbicara.


"ehhmmm. . . itu dia mil pak Elang sedang mabuk berat seperti nya dan ia tertidur" ucap Aris begitu ragu.


terdengar suara helaan nafas Mila "mas Aris pulang saja, tinggalkan Elang biar dia tidur dimobil"


"mil. . ."


"biar saja mas Aris, dia benar-benar sudah kelewatan bagaimana kalau tidak ada mas Aris tadi, pasti sekarang dia akan terkena hasutan buruk dari teman-temannya yang tidak jelas itu" ucap Mila begitu kesal.


"nggak mas Aris biarkan saja"


"kamu begitu aku akan menemani pak Elang disini"


"mas Aris, mas Aris pulang aja"


"nggak Mila, biarkan aku disini saja"


tut. . . Aris mengakhiri teleponnya, namun baru beberapa saat pintu rumah itu terbuka.


terlihat jelas wajah Mila yang masam "terserah mas Aris mau taruh Elang dimana, yang jelas jangan di kamar aku" ucap Mila lalu berlalu begitu saja meninggalkan Aris yang masih diambang pintu dan bahkan tidak memberikan kesempatan Aris untuk menjawab.


Aris hanya menggelengkan kepalanya, kadang Mila terlihat dewasa namun disisi lain kadang juga seperti anak kecil yang merajuk.


.


.

__ADS_1


.


Elang terbangun , ia merasa kepalanya begitu berat sehingga ia terus memegangi kepalanya dan melihat sekitar, ia mengernyitkan keningnya begitu menyadari ia berada di kamar tamu rumahnya...


mencoba mengingat kejadian semalam, namun sepertinya memang karena hanya ia terlalu banyak minum. ia memang jarang sekali minum , ia hanya minum sampai lupa takaran seperti ini saat ia sedang bersama sahabat-sahabatnya.


ia keluar dari kamar itu , Elang tambah bingung saat melihat Aris tertidur disofa ruang tengahnya.


Elang mengambil segelas air putih, lalu kembali menghampiri Aris dan duduk disofa . . . ia meneguk air putih itu sampai tandas.


"ris. . "panggil nya


Aris langsung terbangun seketika dan melihat Elang yang berada disana...


"pak Elang sudah bangun" ucap Aris dan memejamkan mata sejenak untuk mengembalikan kesadarannya.


"kemaren kamu yang jemput saya?" tanya Elang


"iya pak"


"ehmmm, apa kemaren mila sudah tidur?" tanyanya lagi


"belum pak, tapi sepertinya ibu sedikit marah ke bapak" ucap Aris hati-hati


"yasudah nggak papa biar saya yang urus, kamu mandi aja di kamar tamu atau mau tidur lagi juga gapapa . . . ini kan akhir pekan dan nanti malam kita bersiap ke pernikahan Tino" .


pernikahan Tino?, Aris tercengang. . . bagaimanapun hanya sedikit kemungkinan untuk Mila tidak bertemu dengan Al. Aris sendiri tidak bisa membayangkan jika mereka bertiga bertemu.


"kenapa ris?" tanya Elang saat melihat Aris tercengang.


"ehmm eh, tidak apa-apa pak. . .kalo begitu saya mandi dulu ya" Aris menuju kamar tamu.


Elang menghela nafas panjang nya saat ia menaiki tangga menuju kamarnya , ia menelan ludahnya kasar saat memegang handle pintu kamarnya, harap-harap cemas pada Mila yang sudah pasti akan memarahinya...


"sayangggg. . . " Elang membuka pintu kamarnya.


.


.


.

__ADS_1


**jangan lupa tinggalkan jejak ya, juga like nya mumpung masih Senin yang semangat votenya, biar ranking nya agak naikan dikit gitu😌😌😌


yang pasti terimakasih untuk semua nya yang selalu setia pantengin novel iniπŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹**


__ADS_2