Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
Royan & Zeze ~ 1


__ADS_3

Balik baca ke part (Bersatu kembali)


.


.


.


"keputusan nya tergantung padamu Ze, aku harap tidak ada penyesalan jika kamu benar-benar dijodohkan" ucap Elang menatap Royan.


Zeze mengangguk "makasih kak, Zeze akan bertemu dengan nya seminggu lagi".


"jadi kamu sudah memilih untuk dijodohkan?" tanya Mila.


"iya mbak Mila"


Royan berdiri lalu memegang tangan Zeze "ikut aku!" ucapnya penuh perintah, dan Zeze terpaksa menurut.


"ada apa sih kak" ucap Zeze melepaskan tangan Royan setelah mereka sampai di tempat yang cukup sepi di mall ini.


"aku tidak akan pernah melepaskan mu Ze, sejengkal pun" ucap Royan memegang erat kedua lengan Zeze.


"kak, bukankah sudah ku bilang . . . cinta diantara kita adalah ketidakmungkinan terjadi" ucap Zeze menahan tangisnya.


"aku mencintaimu sedari dulu, tidak perduli dengan Zia yang menyukai ku atau apa" ucap Royan berkaca-kaca, bahkan laki-laki seberengsek dirinya pun ternyata bisa menangis hanya karena makhluk lemah yang bernama wanita.


Singkat cerita, dulu memang mereka berpacaran namun ketika Zeze tahu ternyata kakaknya Zia juga menyukai Royan, Zeze memutuskan untuk berpisah dengan Royan.


Dan setelah itu, Royan menjadi pria b*jingan yang selalu bergonta-ganti teman tidur, setelah ia diputuskan oleh Zeze ia memang tidak waras pasalnya ia sangat mencintai Zeze yang lembut itu yang bisa menghangatkan dirinya yang begitu kasar dan dingin.


"kak Royan, biarkan aku pergi dari bayang-bayang mu" ucap Zeze memukul pelan dada Royan, semenjak ia putus dengan Royan tidak sekalipun ia berpacaran karena memang tidak ada yang bisa mengganti laki-laki itu dihatinya.


Royan membawa Zeze kedalam pelukannya "apakah aku salah jika hanya berharap kita bersatu, aku tahu Ze bahkan setelah bertahun-tahun lamanya cintaku dan cintamu tidak luntur sedikitpun".


"bohong!" ucap Zeze menatap tajam pada Royan.


"aku tahu kelakuan mu selama ini kak, aku tahu betul sebulan berapa kali kamu berganti ganti wanita" ucap Zeze menangis tersedu-sedu.


"aku tidak akan begitu jika kamu tidak meninggalkan ku Ze, bahkan tidak ada satu wanita pun yang bisa memuaskan ku kecuali dirimu, aku bahkan kadang sampai merasa apakah hasrat ku benar-benar mati" Royan menumpahkan semua yang ia pendam selama ini.


Zeze mengusap air matanya dan mencoba untuk tenang "aku harus menikah kak, dan itu bukan dengan mu" ucapnya lalu melangkahkan kakinya hendak pergi.

__ADS_1


"kamu pikir akan ada laki-laki yang bisa menerima ketika melihat mu sudah tidak utuh lagi" ucap Royan yang membuat Zeze memberhentikan langkahnya.


"aku yang telah mengambilnya darimu, aku yang telah merusak mu, jadi aku akan bertanggung jawab, malam ini aku akan menemui mamahmu!" tegas Royan yang membuat Zeze tercengang.


Royan melangkah pergi meninggalkan Zeze...


.


.


.


Dan ternyata Royan tidak main-main malam ini ia benar-benar menemui mamahnya, bahkan sekarang mamah Zeze sudah bersiap-siap untuk menghajar Royan dengan sapu.


"sampai kapanpun saya tidak akan pernah merestui hubungan mu dengan Zeze" ucap mamah Zeze berkecak pinggang.


Royan berlutut begitu saja...


"kak" baru saja Zeze ingin menghampirinya, namun mamahnya menahannya.


"Saya bukannya tidak memiliki rasa malu Tan, tetapi Zeze adalah segalanya bagi saya tampannya hidup saya benar-benar hancur" ucap Royan begitu serius.


"dan kalau anak saya yang bersama kamu bisa-bisa anak saya yang hancur" ucap mamah dengan galak.


"Saya ingin menikahi Zeze Tante, saya tidak lagi ingin berpacaran dengan Zeze" ucap Royan memohon.


"jangan harap! , jangan mimpi kamu!"


"saya akan melakukan apapun asalkan Tante merestui hubungan kita"


"pergi dari hidup Zeze, kamu tidak pantas untuk menjadi pasangan anak saya yang begitu sempurna ini" ucap mamah menyombongkan anaknya, memang benar Zeze berprestasi dalam segala bidang, kuliah pun dengan jalur prestasi dan sebentar lagi akan benar-benar menjadi wanita karir.


"saya tahu saya jauh dari Zeze, saya tidak pintar saya tidak kaya" ucap Royan karena selama ini memang mamahnya Zeze tidak mengetahui jika ia seorang ahli waris yang ia ketahui hanyalah sikap brengsekz Royan.


"nah itu tahu diri".


"mamah" ucap Zeze memegang lengan mamahnya.


Lalu Zeze ikut berlutut bersama Royan.


"Ze" tegas mamahnya yang masih tidak percaya akan hal itu.

__ADS_1


"Zeze mohon mah, kali ini saja. . . Zeze sayang sama kak Royan" ucap Zeze mulai beruraian air mata.


"Ze, kamu tega dengan kakakmu"


"kakak sudah tenang disana mah" ucap Zeze sesenggukan.


"Ze, asalkan kamu tahu mamah hanya ingin yang terbaik di dunia ini untuk mu, orang tua mana yang mau merestui hubungan anaknya dengan laki-laki brengsek!" ucap mamahnya menunjuk Royan.


"Tapi Zeze benar-benar sudah mati rasa dengan laki-laki lain mah hiks".


"cepat masuk dan besok kita harus segera menemui Reza calon suamimu"


Zeze menggelengkan kepalanya "Zeze nggak suka sama mas Reza" ucapnya sesenggukan.


"terserah!" ucap mamah melemparkan sapu itu tepat di depan mereka "terserah kamu Ze, kamu mau menikah dengan Reza atau pergi dari sini dengan laki-laki ini" ucap mamahnya lalu berlalu meninggalkan mereka.


"Ze" Royan membawa Zeze dalam dekapannya "maafkan aku" ucapnya sangat merasa bersalah karena telah membuat Zeze dan mamahnya bertengkar seperti ini.


"kakak nggak salah" ucap Zeze membalas pelukan Royan , lalu ia berusaha melengkungkan bibirnya "kita usaha bersama" ucapnya mengusap buliran bening yang tiba-tiba jatuh dari pipi Royan.


Mendengar hal itu membuat Royan kembali bersemangat "kamu yakin?" tanya nya dengan riang.


Zeze mengangguk "bawa pergi aku sekarang juga kak, nanti kita bujuk mamah perlahan jika amarah beliau sudah reda".


"tapi Ze, aku tidak ingin hanya karena aku kamu meninggalkan mamahmu sendirian" ucap Royan.


"percaya lah kak, hanya sampai mamah dingin, nanti aku akan kembali lagi ke rumah".


"jadi kamu benar-benar yakin bahwa ingin memperjuangkan cinta kita" ucap Royan menangis terharu.


"iya kak".


"terimakasih Ze" ucap Royan mengecup kening Zeze begitu lama.


Terimakasih untuk tidak menyerah akan perasaan kita, terimakasih sudah menemani ku berjuang untuk mendapatkan restu.


Meskipun sebenarnya Royan telah berjanji akan berjuang sendiri, karena ia sangat tahu rasa cinta nya dan Zeze tidak luntur sedikitpun, meskipun sudah bertahun-tahun lamanya mereka berpisah.


.


.

__ADS_1


.


HALO GAESS KETEMU LAGI HAHAHAHA, MINTA LIKE KOMEN DAN VOTE SEIKHLASNYA BUAT BONUSNYA WKWKW, MASIH ADA LAGI YA . . . ENTAH KAPAN 😂


__ADS_2