Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
Bersatu kembali


__ADS_3

Elang terus menggenggam tangan Mila, dengan Gemilang yang ia gendong depan dengan hipseat. . .


"mas, kayaknya dia seneng banget deh" ucap Mila saat melihat anaknya melihat berbinar kesana-kemari.


Mereka saat ini sedang berada di dalam salah satu mall yang cukup besar dan ramai di kota ini.


"iya yang, ini kan pertama kalinya buat dia".


"eh, Zeze mana ya mas?" tanya Mila memperhatikan sekeliling dan tidak mendapati Zeze disana.


"bukannya tadi bilang nya janjian disini" tanya Elang.


"iya sih, mana ya" Mila kembali melihat lihat sekitar, lalu menemukan sosok laki-laki yang menjengkelkan baginya.


"tuh . . . malah dia yang dateng" ucap Mila saat Royan berjalan kearahnya.


"pas banget" ucap Elang yang juga ikut memperhatikan Royan.


"pas apanya mas?" tanya Mila.


"biar dia itu kesini ada gunanya yang" ucap Elang menyeringai.


"katanya kemarin, siang. kenapa malah pagi-pagi begini sih" gerutu Royan tanpa berbasa-basi.


Gemilang yang melihat Royan, tertawa tangannya bergerilya kesana kemari untuk meraih Royan.


"kamu hafal banget sama om, ya nak" ucap Mila mengusap lembut rambut anaknya.


"tuh kan, anak Lo kalo lihat gue bawaan nya pengen minta gendong terus" ucap Royan kesal namun tetap saja anak kecil yang menggemaskan itu menarik perhatiannya, dan mana tega ia mengabaikannya.


"yaudah sini om gendong" ucap Royan, Elang dengan senang hati menyerahkan Gemilang pada Royan dengan hati-hati. karena inilah yang ia inginkan, berbelanja bersama istrinya ditemani baby sitter yang menjaga Gemilang dengan aman. hahahahah....


Elang merangkul pundak Mila lalu berjalan menyusuri toko-toko , dan kini sampai pada toko perlengkapan bayi.


Mila bersemangat memilih kan beberapa pakaian dan juga sepatu untuk Gemilang, yang kini sudah bertumbuh lebih besar.


"Gem, mau ini nggak" tanya Mila pada anaknya yang berada dalam gendongan Royan, Mila menunjukan topi berbentuk monkey yang sangat lucu.


Royan tertawa melihatnya "nggak ada yang lebih keren" tanya nya.


"yang ini aja sayang" Elang mendekati mereka dengan membawa topi berbentuk kepala panda.


"selera Mamii sama Papii mu nggak banget deh Gem" Royan mengamati sekitar, lalu pandangannya jatuh pada topi yang berbentuk kepala singa dengan bulu yang tebal.


"ini aja ya Gem, keren" ucap Royan.


"jangan yang itu!" ucap Elang geram, karena bentuk topi itu mengingatkan nya pada seseorang.


Royan yang tidak mau berdebat dengan sahabat nya hanya mendengus kesal kemudian meletakkan kembali topi itu.


"Mbak Mila, maaf telat" ucap seseorang yang baru datang.


"dari mana aja Ze, mbak nyariin kamu nggak ketemu tadi" ucap Mila

__ADS_1


"kak Royan" ucap Zeze membulatkan matanya seketika melihat disana bukan hanya Elang dan Mila.


"gue bukan kakak lo!" ucap Royan lalu pergi dari toko itu mendahului mereka.


"kenapa sih mas sohib kamu" tanya mila terheran melihat tingkah Royan.


Elang hanya mengangkat bahu nya sambil melihat Zeze yang terus menundukkan pandangannya. ia tahu betul bagaimana perasaan gadis itu saat ini.


.


.


.


Tujuan mereka selanjutnya adalah Restoran yang cukup tertutup di mall itu, karena memang mereka memilih tempah VVIP untuk kenyamanan Gemilang.


"mas" ucap Mila menatap Elang dengan ragu.


"ada apa?" tanya Elang , saat ini mereka masih menunggu makanannya datang.


"Baby kayaknya haus deh" ucap Mila begitu ragu.


"yaudah susuin disini aja, mumpung sepi juga kan"


"ehmmm itu, aku . . . aku lupa bawa penutup" ucap Mila menepuk nepuk bokong anaknya yang masih merengek.


"bisa-bisanya sih lupa!" sentak Elang, karena ia selalu mengingatkan Mila untuk membawanya kemana-mana.


"ketinggalan di kamar tadi kayaknya" inilah yang membuat Mila ragu, Elang sangat sensitif terhadap sesuatu yang berhubungan dengan putra nya.


Royan menutupi matanya dengan buku menu yang begitu besar. "iya-iya" ucapnya pasrah, ia juga kasihan dengan Gemilang yang terus merengek, yah meskipun melihat Mila begitu menggoda. . namun urungkan daripada Elang naik pitam.


Elang mendekap dari samping Mila yang sedang menyusui anaknya, tetap saja ia takut jika Royan melihatnya.


"lain kali nggak boleh lupa, gimana nanti kalo dia minta nenn nya di depan banyak orang" omel Elang.


"iya mas" ucap Mila begitu pasrah karena ia sadar juga bersalah.


Setelah kenyang bayi montok itu tidur dipangkuan Mila, Elang menyuapi Mila agar istrinya bisa makan. . . itulah yang ia lakukan jika Gemilang sedikit rewel, anak itu benar-benar tidak mau jauh dari Mamii nya.


"kamu kenapa Ze, daritadi kok diem aja" ucap Mila , karena Zeze berbeda dengan biasanya.


"nggak papa kok mbak Mila" ucap Zeze tersenyum lembut.


"setahuku kamu nggak akan pulang kalo nggak penting-penting banget Ze" tanya Elang.


Zeze mengulas senyum nya kemudian menundukkan kepalanya menatap makanannya "mamah yang nyuruh kak" ucapnya sendu.


"ada apa emang nya?" tanya Elang.


"mamah mau aku menikah tahun ini" ucap Zeze yang membuat orang disampingnya tersedak mendengarnya.


Elang mengabaikan nya "nikah sama siapa?" tanya Elang.

__ADS_1


Zeze menggeleng "mamah bilang kalo aku nggak bisa nyari sendiri dalam waktu dekat dia akan menjodohkan ku".


"Ze, menurut aku nggak papa kalo kamu belum punya pacar" ucap Mila.


"aku emang nggak punya mbak".


"yaudah dijodohkan saja nggak papa Ze, aku dan kakakmu juga dijodohkan. . . nyatanya sekarang sudah ada Gemilang malah".


"memangnya ini jaman Siti Nurbaya!" ucap Royan dingin.


"kenapa sensi banget sih" ucap Mila karena daritadi Royan terlihat berbeda.


"keputusan nya tergantung padamu Ze, aku harap tidak ada penyesalan jika kamu benar-benar dijodohkan" ucap Elang menatap Royan.


Zeze mengangguk "makasih kak, Zeze akan bertemu dengan nya seminggu lagi".


"jadi kamu sudah memilih untuk dijodohkan?" tanya Mila.


"iya mbak Mila"


Royan berdiri lalu memegang tangan Zeze "ikut aku!" ucapnya penuh perintah, dan Zeze terpaksa menurut.


"ada apa sama mereka sih mas?" tanya Mila saat melihat ada yang berbeda dengan Zeze dan Royan.


"Zeze itu mantannya Royan".


"apa?!!" ucap Mila seolah tak percaya.


"ceritanya panjang yang, Royan sebenarnya nggak kayaknya gitu dulu. . . tapi semenjak putus dengan Zeze dia jadi liar dan nakal, seperti yang kamu lihat sekarang".


"hah, aku masih nggak percaya, apa Royan masih memiliki perasaan dengan Zeze?" tanya Mila begitu penasaran.


"entahlah. . . Royan begitu dingin dengan Zeze setelah mereka putus, tapi sepertinya Zeze tidak berpacaran setelah putus dengan Royan" jelas Elang.


"jika mereka saling mencintai, semoga cepat bersatu kembali" ucap Mila.


"iya, meskipun cukup sulit".


"kenapa?"


"cerita nya panjang yang".


Mila hanya mendengus kesal, Elang memang susah sekali diajak bergosip.


.


.


.


**Dukungannya ya gaeessss, tolongggggggg


lagi nggak bersemangat banget hihihi

__ADS_1


🤗💋💋💋💋**


__ADS_2