Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
di samping mu


__ADS_3

"kenapa harus berterima kasih, ini tugasku"


"sudah-sudah mas aku mau bikin sarapan dulu" kata Mila sambil beranjak ke dapur


mila selesai memasak dan menyiapkan makanan diatas meja makan,


"Bu biar kita saja yang melanjutkan" ucap salah satu pelayan, Karena dari tadi Mila menolak untuk dibantu, ia ingin memasak sendiri untuk keluarga ini. . .


"iya sudah saya panggil semuanya dulu" baru Mila ingin beranjak tapi Tante elang sudah lebih dulu datang.


"Mila, mamah kamu mau makan dikamar katanya"


"biar Mila yang ambilin ya tan"


"enggak usah, biar Tante saja. . mamah kamu pesen kamu supaya urus Elang aja"


"iya Tante makasih"


.


.


.


"mas Aris makan dulu, itu sudah siap makanannya" ucap Mila sambil menaiki tangga


"iya mil" jawab Aris yang sibuk dengan laptopnya


Mila membawakan makanan untuk suaminya ke kamar. terlihat elang yang habis mandi dengan rambut basahnya..


"sarapan dulu mas" ucap Mila dan meletakkannya di meja dekat sofanya.


elang segera berganti pakaian dan duduk disofa,

__ADS_1


"kamu udah makan?"


"sudah"


Elang mulai menyuapi nasi goreng itu pada mulutnya sendiri.


"enak" kata elang singkat


Mila tersenyum, ia sebenarnya ingin bertanya alsan Elang mendiamkannya beberapa hari ini, namun setelah berpikir berulangkali ia urungkan melihat kondisi Elang saat ini.


mata Mila terfokus pada tv besar dihadapannya, namun tidak dengan pikirannya, Elang menaruh piringnya yang sudah kosong dimerja itu.


"mil. . ."


"eh iya mas" Mila yang tersadar kalo Elang memanggil namanya


"kamu tidak ingin menanyakan alasanku mendiamkanmu"


Mila terdiam dan menunduk


"oh itu" jawab Mila enteng


"apa!?"


"aku sendiri juga nggak tau mas siapa, tapi dari suaranya sepertinya Leon"


"kenapa tidak jujur padaku"


"eh, i itu"


"mulai sekarang lebih terbukalah kepadaku, aku benci saat kamu menyimpan semuanya sendiri" Elang menopangkan dagunya pada pundak istrinya dan melingkarkan tangannya pada pinggang ramping Mila.


"apa kamu juga suka dengan Leon" tanya Elang serius

__ADS_1


"mana mungkin" jawab Mila setengah berteriak


"ya kalo nggak suka biasa aja dong" Elang terlihat kesal


cup. . .mila segera mencium pipi Elang yang sudah berada disampingnya,


"maafkan aku ,aku memang salah . . aku hanya jengkel ketika kamu diam seribu bahasa tanpa alasan"


cup. . .kini Elang yang mencium leher putih Mila, "sudahlah itu tidak penting, terima kasih sudah berada disamping ku" ucap Elang kembali murung.


Mila yang melihat Elang bersedih hatinya seperti teriris, cup. . . entah angin darimana ia memberanikan diri mencium bibir Elang bahkan melumatnya dan tentu saja Elang membalasnya mengabsen setiap mulut istrinya.


yang Mila pikirkan saat ini adalah mengalihkan pikiran Elang yang sedang terpuruk.


setelah begitu lama menautkan bibir satu sama lain. . .


"kamu nggak mau nemuin mas Aris , mas?" tanya Mila


"dia dari kemaren nggak pulang kan" tanya Elang


"enggak dia tidur dikamar tamu"


"sepertinya besok aku sudah harus kekantor, kamu temenin mamah ya"


"apa nggak terlalu cepat mas" tanya Mila ragu


"itu akan semakin memberatkan pekerjaan ku mil, kamu tau sendiri bagaimana tingkah orang-orang yang sok berkuasa itu"


"yah memang begitulah mas didalam perusahaan"


"aku akan memikirkan cara, merubah farmasi dan cara kerja"


"kenapa?"

__ADS_1


"agar mereka tidak berani melakukan kesalahan, agar mereka tidak meremehkan ku"


Mila mengusap pundak elang "aku percaya kamu pemimpin yang hebat" dan tampan batin Mila dalam hatinya..


__ADS_2