Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
hanya milikku


__ADS_3

Mila mengerjapkan matanya saat mendengar suara yang begitu berisik dan nyaring ditelinga nya.


"diam!, istri gue lagi tidur kambing!" umpat Elang pada Royan yang tidak bisa memelankan suaranya.


"mas. . " panggil Mila begitu lemah


"iya sayang" Elang menghampiri Mila yang masih berbaring di ranjang nya.


"ini yang sakit siapa yang tidur siapa?" ucap Tino dari sofa , saat ini Aris,Al, Tino dan juga Royan menjenguk Elang disana.


Mila menoleh ke sumber suara, dan benar saja trio kadal si pembuat ulah sudah berada disana.


Elang mengusap rambut Mila "udah bangun?, laper ya? mau makan apa?" tanya Elang


"udah malem ya" Mila melihat jendela luar yang sudah mulai menggelap, dan ternyata ia tidur cukup lama tadi.


"iya sayang, mau makan apa biar di cariin Aris?"


"mau makan nasi padang sama sate" ucap Mila berbinar. entah mengapa ia sangat senang sekali Elang selalu menuruti apa yang diinginkan oleh Mila sejak ia hamil.


"iya, ris tolong carikan ibu nasi Padang sama sate ya"


"iya pak" Aris lalu bergegas untuk berdiri


"biar aku temenin ris" ucap Al yang ikut berdiri dan Aris mengangguk.


Mila bangun dari tidurnya dibantu oleh Elang, perut yang membesar membuat nya kesulitan beranjak akhir-akhir ini.


"kamu udah nggak papa mas" tanya Mila memperhatikan Elang yang terlihat begitu bugar meskipun masih mengenakan pakaian rumah sakit.


"udah sembuh kok yang" ucapnya kemudian beralih pada perut yang membesar itu "kamu pasti laper ya. . Mamii mu tidurnya kelamaan ya. .bentar ya lagi dicariin sama paman Aris" ucap Elang mengelus-elus nya.


Mila tersenyum mendengarnya, ia ikut mengelus perutnya sendiri lalu menggenggam tangan Elang dan menatapnya begitu dalam.


"woy. .woy. . disini masih ada manusia bukan cuma kalian berdua aja yang ngontrak!!". teriak Tino jengah dengan mereka berdua.


"jijyk gue nyet" ucap Royan pada Tino.


"sirik aja!" sentak Mila yang ingin menghampiri mereka di sofa, namun terlebih dahulu Elang menggendongnya.


"mas. . kamu masih sakit , jangan gini" ucap Mila khawatir.


"kamu meragukan kekuatan ku mil" ucap Elang yang sudah menurunkan Mila pada sofa.


"eh mbing lo penasaran nggak sih, kalo Elang lagi begituan durasi berapa lama" ucap Tino mengingat tentang kekuatan Elang.


"huahahahha , gila lo nyet!" ucap Royan tertawa


"tanya aja sama Mila" ucap Elang enteng


"apaan sihhh" ucap Mila jengkel dengan wajahnya yang bersemu karena malu.


"sebelum Mila hamil , ya cukup lah ya buat dia lemes dan nggak bisa turun dari ranjang".


"mas. . " Mila memukul pelan bahu suaminya.


"gimana. .gimana mil rasanya hahah" tanya Tino.


"dih, kalian emang urat malunya udah pada putus semua ya" ucap Mila jengkel.

__ADS_1


bisa-bisanya mereka sesantai ini membicarakan urusan ranjang. . .


"bumil mulai deh galaknya" jawab Tino


"emang semua bumil bakal melar kayak gini ya" ucap Royan dengan santainya.


namun berbeda dengan Elang yang melayangkan tatapan membunuhnya. .


"apa? aku gendut ya?" tanya Mila


baru Royan akan menjawab namun Elang sudah angkat bicara terlebih dahulu "nggak gendut sayang. . tapi mont*k".


Mila mengerucutkan bibirnya "bilang aja gendut"


"enggak yang enggak" ucap Elang menatap kesal pada Royan.


"cih, dasar bucin!" ucap Royan


Elang menghela nafasnya "asalkan lo tau ya mbing, saat Mila hamil. . gue malah seneng dia berisi kayak gini. . . jadi anak gue di dalem sana kebutuhan nutrisinya tercukupi. . . . dan asalkan lo tau ya mbing!, bercinta dengan ibu hamil itu lebih nikmat. . Lo belum ngerasain kan" tanya Elang mengejek.


"nah, gue setuju Lang!" sahut Tino


"Lo berdua mentang-mentang mau jadi bapak-bapak" ucap Royan jengkel.


.


.


.


"udah lama ya ris, nggak keluar berdua kaya gini" ucap Al yang sedang memesan nasi padang dan sate di kantin rumah sakit.


"iya Al, saya jarang keluar sekarang"


"pak ini sate ayam, kambing atau kelinci ya?" tanya pedagang kantin.


"aduh . . lupa nggak nanya lagi" ucap Aris yang hendak mengambil ponselnya.


"sate ayam Bu" jawab Al terlebih dahulu.


"Al-"


"Mila alergi daging kelinci dan kambing" ucap Al menjelaskan dengan senyuman.


"kamu masih ingat semua tentang Mila ya" ucap Aris tertawa kecil.


"bukannya tidak mau melupakan nya atau apa, tapi semua sudah berada diluar kepala ris. . mau gimana lagi" Al mengangkat kedua bahunya.


"nggak papa Al, pelan-pelan" ucap Aris menepuk bahu temannya itu.


"Al!" sapa seorang yang baru datang.


"kak Erfan".


"katanya mau berbicara?, ada apa Al?" tanya Erfan


Al menatap Aris sejenak "ris aku tinggal dulu nggak papa"


"santai Al"

__ADS_1


Al dan Erfan mencari tempat yang lumayan sepi untuk berbincang , kantin rumah sakit yang begitu ujung menjadi pilihannya.


"sebelumnya maaf kak, bukan nya mau mencampuri masalah kak Erfan atau apa. . tapi aku mau meminta ijin untuk sesuatu".


kening Erfan berkerut saat melihat Al begitu sungkan padanya "ada apa Al?"


"ehmmm. . . ijinkan Margaretha menemui Exel kak"


Erfan tersentak mendengarnya "untuk apa Al? , dia dan anakku tidak ada hubungannya lagi" ucapnya dingin.


"ia menyesali perbuatannya kak, Margaretha sedang sakit lumayan parah sekarang ini. . aku berharap dengan bertemu nya dia dengan Exel akan sedikit membuat nya bersemangat untuk hidup. . karena itulah harapan satu-satunya harapan nya saat ini".


"sakit apa?" tanya Erfan, dan Al langsung menjelaskan tentang pertemuan nya kemaren dengan Margaretha dan menceritakan semuanya.


Erfan menghela nafasnya "suruh dia menemui ku dulu Al, setelah nya aku akan meminta ijin dulu dengan Sabrina".


Al tersenyum mendengarnya "aku tahu kakak adalah orang yang sangat baik".


.


.


.


Pagi ini Elang sudah diperbolehkan pulang ke rumah, ia memilih pulang ke rumah nya terlebih dahulu sebelum menetap di rumah mertuanya.


"sayang sini" Elang menepuk nepuk pahanya


mereka saat ini sedang berada di dalam kamarnya dan mengemasi pakaiannya.


"kenapa mas?" tanya Mila bingung


Elang menarik pelan tangan Mila agar ia duduk dipangkuannya, lalu memeluknya dan bersandar pada dadanya. . .


"akan aku ceritakan semua tentang Margaretha dan bagaimana aku bisa mengenalnya".


Mila menggelengkan kepalanya "aku tidak mau!"


"sayang, agar kamu tidak salah paham lagi" ucap Elang meyakinkan.


"aku belum siap mas, terlalu sesak dadaku. . saat mengingat mu begitu akrab dengannya" ucap Mila menatap kosong.


"baiklah. . . maafkan aku yang belum bisa menjaga perasaan mu"


"iya"


Elang menangkup wajah Mila dengan kedua tangannya. . . CUP . . mengecup sekilas bibir yang begitu menggoda itu.


"bukannya aku sudah membuktikan nya , kalau hidup ku bukan apa-apa tanpa mu".


Mila mengangguk "aku percaya" ucapnya bersama dengan air matanya yang mengalir begitu saja.


Elang mengusap perut Mila, lalu menghadiahkan sebuah ciuman yang lembut pada Mila. . . ********** lalu menggigit kecil bibir ranum itu, tanpa Mila sadari tangan Elang sudah menjalar kemana-mana.


kamu hanya milikku mas dan akan terus begitu


.


.

__ADS_1


.


terimakasih atas dukungannya, tinggal kan jejak untuk kenang-kenangan 💋💋💋💋


__ADS_2