Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
Happy anniversary (END)


__ADS_3

Mila tak kuasa menahan senyumnya ketika melihat putranya yang kini sudah berusia hampir lima tahun itu sibuk menyisir rambutnya didepan cermin.


"udah ABG ya anak Mamii" ucap Mila menatap gemas sang anak.


"kata Papii biar ganteng Mam" jawabnya melirik Mila dari kaca.


Mila mendengung kesal, lagi-lagi suaminya mengajarkan hal yang tidak-tidak pada putranya.


"Mam nanti aku mau itut Papii meeting ya" pinta Gem yang membuat Mila menelan ludahnya kasar.


Memang biasanya ia dan Gemilang akan membawakan makan siang untuk Papii nya ketika Gemilang libur sekolah. namun siapa sangka anak itu ketagihan ikut meeting Papii nya.


"nggak boleh"


"ayolah Mam, Papii pasti ijinin kok" ucapnya memaksa "nanti Gem libur makan es krim deh" rayunya.


Mila lagi-lagi mendengus kesal mendengarnya "oke, tapi satu Minggu nggak boleh makan es krim ya".


"iya" ucap Gemilang lemah, dan terdengar helaan nafasnya menuruti perintah Mamii nya.


.


.


.


Mila menggenggam tangan kecil itu untuk memasuki perusahaan, bahkan Aris sudah menunggu di loby. Mila sangat jengkel jika Elang terlalu berlebihan seperti itu.


ia kan tahu jalan ruangan Elang, lagipula ini kan perusahaan suaminya . . . mana ada yang akan berbuat jahat padanya.


"paman Aris" panggil Gem yang begitu bersemangat.


"mas Gem"


Mila dan Gemilang mendekati Aris "mas Aris , sudah aku bilangin jangan manggil dia kayak gitu" ucap Mila kesal.


"tidak apa Bu, ayo" Aris hanya menanggapinya dengan senyuman lalu mempersilahkan Mila dan Gemilang berjalan terlebih dahulu.


.


.


.


"Papii!" teriak Gemilang dengan riang saat memasuki ruangan itu.


Elang merentangkan kedua tangannya untuk menyambut kedatangan putra mahkotanya.


"seneng banget Gem" ucapnya mengusap puncak kepala Gemilang.


Lalu Elang beralih menyambut wanita cantik yang berjalan dibelakang Gemilang. "i Miss you Mam" ucapnya lalu mengecup singkat pipi istrinya.


"istirahat dulu gih" ucap Mila menggandeng tangan Elang menuju sofa.


"masak apa hari ini" tanya Elang bersemangat ketika Mila mulai membuka satu persatu rantang yang dibawanya.


"ada rendang sama tumis kingkong kesukaan kamu" ucap Mila menahan senyumnya, ia selalu mengejek Elang dengan kata-kata itu.


"yanggg" gerutunya kesal.


Gemilang malah asik dengan kursi kebanggaan Papii nya ketika orangtuanya sedang duduk disofa.


"suapin ya" pinta Elang nyengir kuda.


"manja deh" ucap Mila ketus namun tetap saja mengambil alih sendok itu.


"besok jadi acaranya?" tanya Mila sembari menyuapkan sesendok nasi dengan irisan daging diatasnya.


"jadi yang, anak-anak juga udah pada nanya tadi. . .seneng kan?" ucap Elang ketika Mila senyum-senyum sendiri.


"iyalah, orang kamu jarang banget ngajak liburan"


Elang mengadakan liburan ke Bali untuk merayakan Lima tahun usia pernikahannya, mereka mengajak kerabat dan teman-teman nya.


.

__ADS_1


.


.


Langit jingga yang begitu indah mewarnai pantai ini, udara segar yang berhembus serta suasana yang begitu ramai, tawa anak-anak begitu riang mewarnai pantai ini. . .


Gemilang, Ben , Jen , Exel berlarian kesana kemari.


Sedangkan para orangtua sibuk memanggang daging sapi dan juga menyiapkan makanan yang lainnya, untuk mereka berpesta nanti malam.


Mila duduk di pasir putih menatap sang buah hati yang terlihat riang, usapan di kepala nya membuatnya mendongak, ia dapati wajah sang suami tersenyum manis padanya. . .


"sayanggg" panggil Elang dengan manja.


"apa mas" ucap Mila menggenggam tangan Elang yang ikut duduk dengannya.


"nggak dingin apa" ucap Elang merengkuh bahu mulus tanpa kain itu, Mila mengenakan gaun pantai berwarna putih tanpa lengan yang terlihat pas ditubuhnya.


"nggak kan ada kamu" ucap Mila lalu menyandarkan kepalanya pada dada bidang itu.


"kita-kita serasa ngontrak ya!" teriak Tino yang sedang memanggang daging.


Mila dan Elang menoleh seketika "kan gue yang bayar" ucap Elang yang membuat Mila mencubit paha suaminya.


"aw, sakit yang"


"aku malu mas, lepasin" ucap Mila yang hendak melepaskan rengkuhan Elang.


"anggep aja mereka nggak ada" ucap Elang dengan santainya.


Mila justru mengerucutkan bibirnya dengan kesal mendengarnya.


CUP. . .


Elang mencuri satu kecupan mesra pada bibir merah istrinya.


"massss"


"makasih ya sayang udah jadi istri aku" ucapnya kembali membenamkan kepalanya Mila pada pundaknya.


"pokoknya, kaya gini terus ya yang kalo ada apa-apa nggak boleh ditutupin. berantemnya harus masalah kecil aja".


Mila mengangguk bersamaan dengan air mata yang luruh begitu saja.


"gimana kalo berantemnya di ranjang aja biar lebih seru" ucap Elang yang membuat Mila memukul dadanya.


"massss, ngomongnya dijaga banyak anak-anak loh" ucap Mila menghapus air matanya, tadinya ia terharu namun sekarang berubah menjadi kesal.


"Papii. . " teriak Gemilang berlarian menuju orang tuanya.


"apa sayang" ucap Mila tersenyum pada Gemilang yang malah berkecak pinggang menatap tajam pada Elang.


"Papii lepasin Mamii nya Gem" ucapnya mengancam.


Elang ingin sekali tertawa ketika bibir mungil itu terus mengomeli dirinya "Mamii nya Papii" ucap Elang justru mengeratkan pelukannya pada Mila.


"Papii jahat. . Papii jahat" ucap Gem memukuli Elang agar melepaskan Mamii nya.


"mas udah jangan godain terus anak kamu" ucap Mila melepas pelukan Elang "udah sayang sini cup. .cup. ." ucap Mila ketika melihat sang anak mulai menangis.


"huuuuaaaa. . . Papii nakal Mam"


"iya-iya nanti Papii biar digigit paus" ucap Mila menenangkan.


"paus nya dimana hiks"


"disana" ucap Mila menunjuk kearah ombak.


"nggak mau huaaaa. . . nanti Gem nggak punya Papii" Gemilang malah menangis mendengarnya.


"hahahah. . . banyak kok Gem yang mau jadi Papii kamu" ucap Al yang sedang menggendong Jen yang sudah basah kuyup karena bermain air.


"sialan!" umpat Elang kesal.


"nanti om cariin deh Gem" ucap Royan yang baru saja datang bersama Zeze.

__ADS_1


"awas aja, nggak bakal gue restuin loh" ancam Elang.


"ngancem nya itu terus pak, basi" balas Royan.


Tino yang baru saja datang dengan Erfan ikut tertawa melihat pertengkaran mereka.


"makan teross" ucap Royan ketika melihat Tino yang terus mengunyah.


"mumpung gratis yan".


"otak Lo emang nggak jauh dari gratisan ya" ucap Elang kesal.


"gimana kalo kita tenggelemin aja nih anak, yang lain belum makan udah ludes tuh daging" ucap Royan yang bersiap-siap mencekal Tino.


Tino berlari begitu saja membuat para laki-laki juga berlari mengejarnya.


Mila tersenyum ketika melihat tingkah kekanak-kanakan mereka, Tino terus dikejar oleh Elang, Al , Royan dan juga kakaknya. sedangkan Aris dan Dimas ikut ana , Sabrina, dan Sella yang sedang menyiapkan daging.


"Gem lihat kelakuan Papii kamu" ucap Mila pada Gemilang yang tengah berada dipangkuannya.


"Papii ganteng kok Mam" ucap Gemilang dengan polosnya.


Mila hanya menggelengkan kepalanya, pasalnya Gemilang sering sekali berkata seperti itu.


"Mila!" teriak Elang diseberang sana, namun Mila mengerutkan keningnya ketika melihat Royan dan Al membawa banner besar bertuliskan.


...ELANG LOVE EMILA...


...Happy anniversary 5 years💕...


Sedangkan kakaknya membawa rangkaian bunga mawar yang begitu besar, dan Tino membawa banyak balon yang berbentuk hati. mereka semua menuju kearah Mila...


"I love you!" teriak Elang lagi yang membuat Mila benar-benar terharu.


"Papii sayang sama Mamii" ucap Gemilang mengecup sekilas pipi Mila, lalu berlarian menuju Papii nya.


Mila menatap penuh keharuan Elang yang terus tersenyum menuju kepadanya, sungguh manis sekali suaminya itu.


"mas Elang! . . . i love you too!" teriak Mila yang sudah tidak memikirkan rasa malunya.


Elang tersenyum senang ketika mendengar nya, ia berlari merengkuh tubuh Gemilang untuk digendongnya lalu menuju Mila yang kini sudah berdiri di depannya.


CUP. . . Elang mengecup kening Mila begitu lama, lalu memeluknya dengan Gemilang yang tetap ada dalam gendongannya.


"hore!!!!!!. ..." teriak Ben, Exel dan Jen berlarian untuk merebut balon yang dibawa oleh Tino.


Aku mencintaimu. .


*Elang Suryo Kusuma


Emila Mawardi Utama*


batin Elang dan Mila dalam hati bersamaan, tatapan penuh cinta mereka berikan satu sama lain.


.


.


.


Cinta adalah sebuah kebahagiaan jika ia sedang tersenyum , lalu menjadi kepedihan ketika ia sedang menangis.


Cinta adalah sebuah kesederhanaan yang membuat kita selalu merasa cukup berada didekatnya.


Cinta adalah sebuah kepercayaan yang mengatasnamakan hati.


Cinta adalah selalu ada ketika kita sedang berduka, bahagia, maupun sengsara .


Cinta adalah sebuah rasa yang membuncah didalam dada ketika aku sedang menatapmu, bersamamu, dan menyentuhmu. . .


Cinta adalah rasa ketika aku selalu ingin memiliki mu dan mengharuskan mu menjadi takdir didalam hidupku.


Entah seperti apapun cara Tuhan mempertemukan kita, yang pasti aku percaya bahwa takdir mempercayakan aku dan kamu selalu bersama dalam satu naungan cinta bahtera rumah tangga kita 🖤


TAMAT...

__ADS_1


__ADS_2