
setelah sampai di kotanya. . . tepatnya di rumah Elang dan Emila.
sella dan Dimas langsung berpamitan untuk pulang, sedangkan ana langsung beristirahat dikamar tamu karena merasakan kantuk yang sangat berat serta pegal-pegal di perjalanan.
Mila membawa nampan berisi tiga gelas jus jeruk ke ruang tamunya. Elang, Tino dan Royan sedang bercengkrama disana.
"silahkan diminum" ucap Mila meletakkan gelas-gelas itu di meja.
"aduh, Bu bos repot aja" sahut Tino mengambil jus jeruk yang segarnya menggoda itu.
"iya emang ngerepotin sih" canda Mila sedikit ketus.
"wih, galaknya kumat" Tino tertawa
"jangan mancing-mancing lagi tin" sahut Elang tersenyum.
Mila mendekati Elang lalu menyandarkan kepalanya di bahu Elang karena aroma itulah yang sedikit menenangkan pikirannya ia sedikit lelah karena perjalanan yang lumayan lama.
"hemmm" Royan berdehem melihat nya
"iri bilang bos" ucap Elang menyunggingkan senyumnya.
Royan menggaruk rambutnya frustasi "gue masih nggak percaya kalo ini Elang nyet, Lo guna-guna Elang ya" tunjuk Royan pada Mila.
"apa?!!" teriak Mila tak terima
"Elang itu paling risih kalo dideketin sama cewe, pakek pelet apa Lo"
"emang nya ada yang bisa nolak" ucap Mila menggigit bibir bawahnya lalu menyibakkan rambutnya kebelakang yang membuat leher putih mulusnya terpampang nyata dan begitu menggoda. ia memang sengaja , ingin tahu ekspresi Royan yang dari tadi mengejeknya.
Royan menelan ludah nya kasar, mana ada laki-laki normal yang tidak tergoda jika disuguhkan pemandangan indah ini, berbeda dengan Elang yang sudah memasang wajah garang nya. ia melepaskan jaketnya lalu membungkus tubuh istrinya ,Mila menoleh sejenak lalu tersenyum kecil mendapati tingkah posesif Elang.
__ADS_1
"masih mau ngelawan Lo" tanya Tino pada Royan yang tak bergeming sedikitpun setelah melihat pemandangan itu.
"sebenarnya Lo model apa artis atau anak pengusaha" tanya Royan penasaran, karena ia tahu keluarga Elang tidak akan membiarkan putra mahkota nya menikah dengan sembarang wanita.
baru Tino akan membuka mulutnya, namun kalah cepat dengan Mila "cuma designer amatiran, yang punya butik mungil di kota ini" jawab Mila cuek.
"beneran?" tanya Royan penuh sidik, tapi tidak ada jawaban apapun dari orang-orang yang disana.
Elang merebahkan tubuhnya dan menaruh kepalanya di paha Mila, bantal favoritnya. . .
lagi-lagi Royan hanya menghela nafasnya . .
"capek yang" ucap Elang manja
kali ini Royan yang sedang meneguk jusnya sampai terbatuk-batuk, mendengar kan kebucinan sahabatnya, yang selama ini disembunyikan..
sementara Tino tertawa melihat ekspresi Royan, karena Tino tentu sudah terbiasa dengan pemandangan yang menggelikan itu.
"nyet Lo ngerasa mual nggak sih dengernya" ucap Royan
"hahahaha gue udah kebal sama yang kayak gituan mah" seru tino
"makanya cepet nikah" ucap Elang sewot
"gue maunya kawin aja" ucap Royan
"emang apa bedanya?" tanya Mila dengan muka polosnya tak paham.
Tino tertawa mendengar kepolosan Mila. .
"jangan bilang elo belum diapa-apain sama Elang" tanya Royan.
__ADS_1
"udah gue apa-apain , ternyata emang enak ya pantes kalian berdua ketagihan" ucap Elang santai, dan Mila mulai mencerna kata-kata mereka, ia menyadari kalo otak mesum mereka membicarakan hal yang mesum pula.
"kalian ngomong apaan sih, minggir mas aku nggak mau dengerin perkataan nyeleneh kalian" Mila dengan pipi merah yang menhan malu berdiri dan beranjak dari tempatnya.
"gimana sih Lang istri Lo tadi ada goda gue sekarang kok malu sendiri dia" seru Royan.
"iya itu yang bikin gemes" Elang tersenyum.
"Lang, ajak gue mau minta tolong. . gue butuh kerjasama dengan perusahaan Lo" ucap Royan berubah serius.
"jadi sekarang Lo yang ngejalanin bisnis kakek Lo?" tanya Elang.
"ya gitu deh mau nggak mau"
"tapi masalah kerjaan harus profesional, gue nggak bisa Lo cari perusahaan lain aja"
"ck , emang Lo tu sohib apaan bangke" gerutu Royan kesal.
"Lo kan mulai dari awal , seharusnya pakek cara yang sehat . . kalo semua gue permudah kan nggak asik, gimana kedepannya ? masa mau kerjasama dengan perusahaan gue aja" omel Elang
"iya iya siap bos, gue bakal ngajukin proposal kerjasama ke perusahaan Lo dan beberapa perusahaan tapi Lo nggak boleh nolak proposal gue" ucap Royan
"dih maksa" sahut Tino.
.
.
.
Senin lagi senin lagi , semangat nggak boleh ngeluh , seperti biasa ya gaessss dukungannya 💋💋💋💋
__ADS_1