
Mila yang sedang asyik memakai body lotion sambil bersenandung, akhirnya menoleh ke sumber suara yang memanggil nya...
dilihatnya Elang dengan rambut acak-acakan dan juga baju yang berantakan , Elang nyengir kuda saat mengetahui Mila sedang menatap tajam kearah nya . . . .
"sayangggg. . ." ucap Elang hati-hati dan tersenyum semanis mungkin meskipun sedikit dipaksakan.
"masih inget jalan pulang kamu!" ucap Mila ketus
"sayang jangan gitu dong, kemaren. . . kemaren. . aku itu"
"terserah, sekalian aja nggak usah pulang"
Mila kembali sibuk didepan kaca, Elang mencoba mendekati nya. . .
perut Mila mulai bergejolak saat mecium bau alkohol yang begitu menyengat dan menyeruak ke hidungnya. . . ia menutup mulut dengan tangannya. "mas jangan deket-deket aku".
namun Elang semakin mendekat, Mila yang sudah tidak tahan ia berlari ke kamar mandi. "huek. . huek. . huek. . ".
"sayang kamu kenapa?". elang mengetuk pintu kamar mandi.
"pergi kamu mas keluar dari kamar ini" ucap Mila dari dalam
"tapi sayang. . aku minta maaf"
"pergi dulu, aku nggak tahan sama bau kamu" ucap Mila yang kembali memuntahkan seluruh isi dalam perutnya.
dengan tubuh yang lemas Mila keluar dari kamar mandi, sedangkan Elang masih mematung diambang pintu. "kamu nggak papa?" tanya nya lagi.
Mila sekuat tenaga menahan agar tidak muntah lagi, ia mengambil beberapa stell baju untuk Elang kemudian ia masukkan ke dalam tas.
brukkk. . . Mila melemparkan tas itu dan Elang langsung menangkapnya.
"Mila...."
"plis aku mohon mas, jangan ke kamar dulu sebelum bau nya hilang. . . aku bener-bener nggak tahan" ucap Mila memegangi perutnya yang bergejolak lagi. ia berlari ke kamar mandi lagi . . .
Elang mencium aroma tubuhnya sendiri, memang sedikit bau alkohol. ., lalu berlalu dari kamarnya menenteng tas yang tidak terlalu besar, ia seperti suami yang disuruh minggat istrinya...
"pak Elang mau kemana?" tanya Aris yang saat ini berada di dapur mengambil minum, dan ia sedikit bingung saat melihat bosnya menenteng tas.
Elang mendekat "ris emang saya bau".
"maksudnya pak?" tanya Aris
"kata Mila saya bau alkohol"
Aris mencoba mendekat dan menghirup aroma Elang "ehmmm sedikit sih pak"
__ADS_1
"tapi Mila sampai muntah-muntah ris"
"beneran pak?, bapak kan minumnya alkohol yang mahal jadi baunya tidak terlalu menyengat".
"tau ah ris, kamu bikinin teh anget buat Mila ya. . anter ke kamar, saya mau berendam. . . mungkin beberapa jam ris biar aromanya hilang" ucap Elang begitu serius.
"eh, eh pak jangan lama-lama kalau berendam nanti bapak masuk angin loh"
Elang tersenyum "kamu perhatian banget sih ris"
ya kalau bapak sakit kan susahnya disaya juga, bakalan ngurusin kerjaannya bapakππ, batin Aris.
Elang melangkah pergi menuju kamar tamu, sedangkan Aris membuatkan teh untuk Mila. .
tok. . tok. .tok. . "milaaa" panggil Aris
"masuk mas Aris"
ceklek.... Aris membuka pintu , dan kaget begitu melihat Mila yang pucat dan bersandar disofa..
Aris meletakkan nampan yang berisi roti dan teh hangat itu diatas meja. kemudian Aris menyentuh dahi Mila. "nggak panas kok"
"aku nggak papa kok mas aris".
"ini kamu minum teh anget dulu" Aris membantu Mila untuk minum.
"kamu belum sarapan kan, makan roti dulu ya"
"tapi kamu lemes gini loh mil, makan dikit aja ya perut kamu pasti kosong kan... nanti malem kan kamu harus ke acaranya Tino kalo kamu nggak makan gimana kamu pulihnya"
"iya deh mas"
"ini, makan roti ini dulu. . . sebentar lagi aku cariin bubur deh"
"kayaknya bubur ayam enak" ucap Mila menggigit rotinya.
"iya nanti aku beliin , sekalian buat pak Elang dia kan juga belum sarapan"
"mas Aris aku nggak mau makan roti, aku mau bubur ayam" ucap Mila
"yaudah deh , aku cariin yang penting banyakin minum air putih juga biar cairan tubuh kamu pulih"
"makasih mas Aris"
begitu lah sosok Aris bagi Mila ia bagaikan seorang kakak yang selalu perhatian...
.
__ADS_1
.
.
Mila menunggu didapur. . . ia menunggu Aris yang sedang membeli bubur, ia begitu bersemangat saat melihat Aris menenteng kantong plastik kecil dan berjalan mengahampiri nya.
"yey. . . akhirnya" ucap Mila senang
"kamu kaya nggak pernah makan bubur aja mil" ucap Aris yang melihat Mila begitu lahap memakan bubur itu.
"bukannya gitu mas, kan ini perutku lagi kosong. . . jadinya terlalu bersemangat deh hehe. . .eh, jadi malu"
"kaya sama siapa aja kamu"
"mas Aris nggak makan?"
"enggak udah kenyang tadi udah sarapan roti"
tiba-tiba Elang yang sudah terlihat segar sehabis mandi menghampiri mereka ikut bergabung ke meja makan, dan Mila reflek menjauh ia membawa buburnya ke meja paling ujung berjarak jauh dengan suaminya.
"sayang. . . aku udah nggak bau"
Mila terdiam....
"kamu cium ini kalo nggak percaya" sambung Elang
"enggak nggak mau, nanti kalo aku muntah lagi gimana"
"udah wangi ini ya kan ris"
Aris yang duduk di dekat Elang kemudian mengangguk. . .
"enggak mau ya enggak mau" ucap Mila kesal
ia berdiri kemudian naik ke tangga. . Elang baru saja berdiri hendak mengejarnya namun Mila berbalik "stop mas, aku masih marah ya sama kamu. . . pokoknya seminggu ini aku nggak mau tidur sama kamu" ucapnya lalu pergi.
Elang duduk kembali dengan lemas. . .
"seminggu ris gimana nasib pusaka gue"
"eh?" Aris hanya melongo yang tak paham maksud Elang.
.
.
.
__ADS_1
**halooo gaesss , berhubung ranking nya naik jadi aku up lagi deh hehe. . . kencengin terus votenyaπππππππ
lopeyuall β€οΈ**