Febri Dan Laura

Febri Dan Laura
Episode 11


__ADS_3

" Tapi saat di toilet aku tidak sengaja mendengar percakapannya ditelepon ."


" aku setuju dengan Laura , Febri tidak dekat dengannya. selama ini dia menjaga jarak dengan Mona " ujar Hendri .


Laura mengangguk lalu tersenyum, Entah kenapa dia merasa senang . nggak ada situ meminum milkshakenya sebelum kembali bicara.


" aku juga mendengar kalau mereka akan bertemu besok malam di klub daerah Gangnam , aku lupa nama klubnya apa "


" tidak usah mencari tahu lagi , aku tahu klub yang sering dikunjungi Mona." Hani menggerling.


" Jadi besok malam kita akan pergi ke klub dan Hani pastikan penampilan Laura terlihat dewasa , aku sudah punya rencana "


" besok malam aku tidak bisa ikut , aku harus menemani Ibuku memeriksa kesehatannya. tapi aku bisa merias Laura sebelum kalian pergi ."


"baiklah , aku akan mencampur Laura tempat jam 07.00 " kata Hendri mantap, Sepertinya dia sangat yakin kita besok bisa mengumpulkan bukti untuk diserahkan pada Febri


___


di sisi lain , Febri sedang bertemu seseorang kepercayaannya di kantornya . ekspresi mukanya berubah menjadi sangat marah setelah mendengar penjelasan dari pria yang duduk di depannya itu . Dante, seorang detektif kepercayaan Febri yang baru saja pulang dari liburannya di Eropa menjelaskan secara detail hasil yang ditemukannya . dia bekerja sangat cepat , hanya dalam hitungan jam apa yang diinginkan Febri pun berhasil ia dapatkan .


" jadi dia memang bermain di belakangku ?"


" iya dan mereka akan bertemu di klub malam besok" imbuh dante.


" terima kasih , kerjamu memang sangat cepat . tidak seperti detektif yang aku sewa kemarin."


" aku tidak setara dengan mereka" ujar dante dengan nada penuh kesombongan.


" aku menyewa mereka karena kau berlibur terlalu lama " kata Febri sinis . " Sekarang pergilah , Aku ingin berpikir ."


Dante berdecak , selalu saja seperti ini . Febri selalu mengusirnya setelah mendapatkan informasi yang dia inginkan tanpa mengatakan Terima kasih sedikitpun .

__ADS_1


____


Henry menjemput Laura tempat pukul 07.00 malam . dia sangat takjub dengan dandanan Laura yang sangat sederhana tapi terlihat sangat cantik . ' Bagaimana bisa Febri menolak Laura?' pikirnya .


Laura memakai hotpants berwarna hitam , atasannya memakai crop tee berwarna putih yang dipadukan dengan jaket kulit berwarna hitam. poninya ditata rapi menutupi jidatnya . rambutnya diikat satu keatas , menyisakan anak rambut yang menjuntai di samping mukanya yang dipoles make up tipis. Dan jangan lupakan Lipstik merah yang menutupi bibirnya . Dia terlihat sangat mempesona dan sangat berbeda dengan penampilan Laura sehari-hari .


" Henry , apa aku terlihat aneh? aku merasa tak nyaman dengan pakaian seperti ini " ucapan Laura menyadarkan Henry dari lamanya .


" kau pantas dengan dandanan seperti itu , kau terlihat sangat cantik dan sangat nakal " Henry tertawa sadar akan perkataannya barusan. jika Febri mendengarnya pasti Dia akan dibunuh saat itu juga .


Selama perjalanan Henry menjelaskan rencananya kepada Laura . dan sekarang waktunya mereka bereaksi . Penjagaan kata terlihat di depan klub ini, semua yang masuk harus menunjukkan kartu identitasnya dan diperiksa barang-barang bawaannya . begitu masuk ke dalam, suara musik yang memekakkan telinga terdengar .


di lantai dasar banyak yang sedang bergerak tak tentu arah mengikuti irama musik . mereka berdua mengedarkan pandangannya mencari Mona , mata Laura melihat sosok Mona yang sedang bercumbu dengan pria di kursi VIP yang terletak di seberang bar.


" dia ada di sana" Laura menunjuk ke arah Mona.


" Sepertinya kita harus menunggu sampai mereka selesai melakukannya " Henry mengandung Laura berjalan ke arah bar.


" mau minum apa ?" tanya seorang bertender.


" santai saja, katarak sekali kalau kau ini baru pertama kalinya masuk ke dalam klub . "


Laura membenarkan posisi duduknya. " Benarkah?"


Henry mengangguk, matanya tertuju ke arah wanita berpakaian sangat seksi yang sedang berjalan ke arahnya . terlihat sekali Jika wanita itu sedang mabuk . ketika Wanita itu sudah berada di depan Henry ,dia memuntahkan semua isi perutnya hingga mengenai pakaian Henry , dan berlalu begitu saja, wanita itu berjalan menjauh menuju kursi kosong di samping .


"Iyuuuh..." Laura menatap jijik ," Sepertinya kau harus segera membersihkan bajumu "


"sial , aku akan ke toilet sebentar, kau terus awasi pergerakan Mona , dan Ingat jangan sampai ceroboh ."


Laura mengangguk , matanya diarahkan ke arah Mona . mona telah menyelesaikan tumbuhannya, Sekarang dia sedang mengeluarkan sebuah berkas dari tasnya . Laura yakin jika Mona membocorkan proyek perusahaan pada pria itu . Gadis itu melihat ke arah toilet , belum ada tanda-tanda Hendri akan segera keluar dari toilet . Laura memutuskan untuk melabrak Mona sekarang juga , dengan langkah cepat Laura sampai di depan kursi Mona .

__ADS_1


"aku sudah melihatnya sendiri , kalau kau membocorkan arsip perusahaan padanya . Bukankah dia Nathan, Kriss nathan dari K Group?!"


"Ah, Lihatlah tikus kecil ini. mencoba untuk menggagalkan Rencanaku hah ?!"Mona menarik rambut Laura.


" aku akan melaporkannya pada presdir." Ucap Laura tegas.


Nathan berdiri dari duduknya untuk memegang tangan Mona agar mau melepaskan rambut Laura.


" dengarkan aku nona, kau akan aman jika kau mau menutup mulutmu itu. Jadi Tutup mulutmu dan pergilah dari sini." Ucapkan penuh penekanan di setiap kata-katanya.


" Aku akan pergi karena sudah mendapatkan apa yang aku inginkan. Aku akan segera menyerahkan rekaman ini pada presdir" Laura berlari menjauh dari mereka, melewati kerumunan orang yang sedang meliuk-liukkan badannya.


" tangkap gadis itu!" Perintah Nathan pada anak buahnya.


" lepaskan aku!" Laura berusaha melepaskan cengkraman tangan Bodyguard Nathan, namun usahanya sia-sia.


Mona dan Nathan berjalan mendekat ke arah Laura. " bawa dia ke gudang, aku akan menemuinya di sana."


"Baik bos." Laura di seret keluar dari keluar klub. Semua orang yang melihatnya tidak berani menolong Laura. Bodyguard Nathan lebih dari satu dan semuanya memiliki tampang yang menyeramkan.


Dari kejauhn Henry melihat Laura di bawa oleh pria - pria berbadan kekar dengan Nathan dan Mona yang berjalan bergandengan di belakang mereka. Henry berlari mengejar mereka, tapi saat sampai di luar dia kehilangan jejak. Dia tidak melihat siapapun diluar, ia yakin kalau mereka sudah melesat .


Sebuah auid hitam di depan klub. Tak lama kemudian menampilkan sosok pemiliknya, Febri Diego . seketika Hendri bergidik ngeri , ia takut jika Febri serius dengan ucapannya . membunuh Henry jika terjadi hal buruk pada Laura, itu berarti Henry akan mengakhiri hidupnya sekarang juga.


"Henry ? Sedang apa kau di sini? " tanya Febri menyelidik. " Ya Tuhan, kau pergi ke sini bersama Laura untuk menyelidiki Mona ? " Febri melontarkan apa yang dia pikirkan Febri melontarkan apa yang dia pikirkan.


Henry mengangguk , ekspresinya yang khawatir sekaligus ketakutan membuat febri tahu telah terjadi sesuatu yang buruk.


" di mana Laura?"


"Me... mereka membawa Laura pergi , aku tidak berhasil mengejarnya ."

__ADS_1


'Bugh'


~ Bersambung


__ADS_2