Febri Dan Laura

Febri Dan Laura
Episode 28


__ADS_3

Kurang lebih sudah seminggu Laura tidak bertemu dengan Febri. Sejak kejadian menyakitkan itu hingga sekarang , Laura sama sekali tidak bertemu ataupun melihat Febri . Walaupun dia sering menanyakan keadaan pria itu saat bertemu dengan Henry .


Laura menyibukkan dirinya dengan belajar , mengingat sebentar lagi ada ujian . Gadis itu mengulang beberapa mata kuliah semester awal karena mendapat nilai C . Dia juga disibukkan dengan tesisnya, maka dari itu Laura bisa sedikit tidak memikirkan Febri .


___


Di tempat lain , Febri Diego selalu terlihat gelisah saat memikirkan gadis yang mengisi hari-harinya selama ini . Dia tidak melihat gadisnya kurang lebih selama seminggu . Pria itu sangat merindukan Laura sekarang .


Febri masih berada di Jepang ketika diberitahu ada buahnya jika anak buah Natal Telah menemukan keberadaan rumah Laura . Dia menggeram , kenapa saat penting seperti ini dia tidak ada di samping Laura . segera dia menghubungi Henry dan menyuruhnya untuk menjaga Laura .


" Henry , bawa Laura gak apartemenku sekarang !" perintah Febri tegas.


"Aku tidak yakin dia akan mau pindah ke tempatmu setelah melihat apa yang telah kau lakukan bersama dengan Rachel "


" Aku tidak mau tahu, pokoknya suruh dia pindah ke apartemenku sekarang juga jika kau masih ingin menikah dengan Hani "

__ADS_1


" Iya iya iya ... Aku akan ke rumahnya sekarang ." setelah menutup teleponnya , Henry mengumpat. pekerjaan kantor belum selesai , dan sekarang bosnya sudah memberi pekerjaan baru yang sangat sulit . Menyuruh Laura pindah ke apartemen Febri? ini pasti tidak akan mudah , Gadis itu sedang berusaha untuk melupakan Febri dan menghindari Febri , tidak mungkin Laura mau pindah .


____


Henry tidak langsung masuk ketika sampai di rumah Laura , pria itu berhenti di depan pintu, mengambil kotak yang tergeletak di depan pintu. Dia terkejut melihat isi kotak tersebut , sebuah boneka Barbie yang berlumuran darah . Sekarang Henry mengerti kenapa Febri menyuruhnya untuk membawa Laura pindah ke apartemennya .


Setelah membuang kotak itu ke tempat sampah , Henry masuk ke rumah Laura . Dia tahu jika Laura tidak akan mengunci pintunya sebelum jam 9, Maka dari itu dia masuk begitu saja .


" Kak Henry? Bagaimana kau bisa masuk ?" tanya Laura saat melihat Henry duduk di sampingnya .


" Aku ke sini untuk menjemputmu , kau harus pindah ke tempat yang lebih aman Laura "


"Kenapa ? Bukankah rumahku sudah aman ?"


" Anak buah Nathan sudah menemukan rumahmu , kemsih barangmu dan kita akan pindah sekarang!"

__ADS_1


" Aku tidak bisa meninggalkan rumah ini." Laura memandang nanar ruangan di rumahnya. Rumah kecil yang menjadi tempat berteduhnya sejak orang tuanya meninggal.


" Kau bisa kembali lagi ke sini jika kita sudah menangkap Nathan dan Mona."


Laura pun mengangguk, lalu masuk ke kamarnya untuk mengemasi barang-barang yang akan dia bawa.


____


Laura dan Henry telah sampai di depan gedung yang menjulang sangat tinggi. Setelah Henry menunjukkan sebuah kartu mereka diperbolehkan masuk. Keamanan di apartemen ini sangatlah ketat, Oleh karena itu Laura Pasti akan sangat aman jika di sini.


Lift berhenti di lantai 20, di mana apartemen Febri berada. Henry memasukkan beberapa digit password hingga bunyi kunci terbuka terdengar . Laura sangat tajam dengan apartemen ini , dia yakin jika pertama ini berharga milyaran juta . Apartemen berdesain maskulin yang mewah ini memiliki interior mewah dan detail yang luar biasa . Apartemen ini terbagi menjadi dua lantai , ruang tamunya sangat luas dan juga ruang tengah untuk bersantai . Apartemen ini seperti rumah yang diimpikan Laura selama ini.


"Kak, Apartemen ini milikmu ?" tanya Laura dengan mata berbinar , dia terlalu mengagumi Apartemen ini .


" ini milik Febri."

__ADS_1


~ Bersambung


__ADS_2