Febri Dan Laura

Febri Dan Laura
Episode 16


__ADS_3

" Tapi aku tidak pernah melihat kau sangat lelah sepertimu. Apa kau sudah makan ?" Hendri menggeleng


" aku akan membelikanmu makanan di cafeteria , Tolong temani bossku ini sebentar ya ."


" Laura , Biarkan saja dia membeli makanannya sendiri , kenapa juga kau harus repot-repot membelikannya."


" tapi ..."


" selangkah saja kau keluar untuk membelikannya makanan , akan Aku pastikan kau takkan melihatnya lagi "potong Febri .


Laura berjalan menuju kulkas kecil di pojok ruangan , mengambil minuman isotonik untuk Henry, " maaf Kak , aku hanya bisa memberimu ini."


" aku bingung , bagaimana bisa kau menyukai pria tak berperasaan seperti dia " Henry mengomel sendiri.


Laura memandang sekeliling , dia baru menyadari bahwa Hani tidak datang bersama Henry" di mana Kak Hani ? Bukankah dia selalu datang bersamamu ?"


" pekerjaan Hani belum selesai, Mungkin dia tidak akan mampir ke sini karena dia harus lembur sampai nanti malam "


"Ah, sepertinya Besok aku harus mulai bekerja lagi deh . kasihan Kak Hani jika tidak ada yang membantunya ."


Henry mengangguk menyetujui pendapat Laura . "Iya, aku memang harus bekerja. Oh ya aku ke sini untuk memberitahukan kalau dua minggu ke depan aku akan memantau perkembangan Resort kita yang di xxxx dan xxx untuk menghadiri rapat ."


" itu pasti sangat melelahkan ya . Kau harus beristirahat dengan baik kak. dan jangan lupa untuk meminum vitamin juga " raut muka Febri berubah menjadi kesal setelah melihat Laura yang begitu perhatian pada Hendri .


"Terima kasih Laura , kau memang sangat baik " Hendri tersenyum , dia tahu jika Febri sedang kesel karenanya.


Henry mengusap Puncak kepala Laura ." aku pulang dulu, aku harus mempersiapkan semuanya . Tolong sesekali jenguk dia ya Laura "


Laura mengangguk mantap " Kau bisa mengandalkanku Kak , hati-hati ya menyetirnya ."


"kalian terlihat akrab sekali " cibir Febri.

__ADS_1


"dia orang yang sangat baik , Oh ya apa kau mau berjalan-jalan ke taman rumah sakit ? kita bisa melihat bintang dari sana ." tawar Laura .


"Bukankah udara malam tidak baik untuk pasien ? Aku ingin istirahat "


" Oh iya aku lupa , baiklah ." Laura membenarkan selimut Febri lalu beranjak duduk di sofa . dia memeriksa ponselnya, terdapat dua pesan .


satu dari Hani yang memberitahu bahwa dia tidak bisa mampir ke rumah sakit dan satu lagi dari Henry yang berhasil membuatnya tersenyum tanpa henti .


To : Laura


from : Henry


Sepertinya Febri cemburu melihatmu yang perhatian padaku . temui aku sekarang di cafeteria rumah sakit


" Febri , tidurlah. aku akan ke cafeteria sebentar" Febri hanya mengangguk lalu memejamkan matanya .


___


"Febri sedang apa?"


" dia ingin tidur. Emm... Kak, mengenai pesanmu , Benarkah itu ?" tanya Laura ragu-ragu .


" Aku melihatnya , ekspresi Febri langsung berubah ketika kau berbicara padaku ."


" Benarkah ? jika begitu senior benar-benar menyukaiku " ujar Laura senang.


" Bagaimana jika aku membantumu agar Febri mau berpacaran denganmu ? tapi kau juga harus membantuku " tawar Hendri .


"Baiklah, Apa yang bisa aku lakukan untukmu?"


" bantu aku mempersiapkan acara untuk melamar hani"

__ADS_1


" kau menyukai Kak Hani?" tanya Laura tak bisa menyembunyikan keterkejutannya .


" menurutmu untuk apa aku susah-susah membantumu menangkap Mona jika tidak bermaksud tertentu ."


" Jadi kau membantuku hanya untuk lebih dekat dengan kak Hani? Kau jahat sekali Kak ." kata Laura dengan nada marah yang dibuat-buat.


" jadi bagaimana? kau mau membantuku tidak ?"


" baiklah , aku akan membantumu ."


" baiklah " Laura meminum milkshakenya . pembicaraan mereka berlanjut dengan membicarakan Hani sebagai topiknya .


____


" tak terasa Laura telah meninggalkan Febri selama 4 jam untuk menemani Henry makan dan mengobrol . saat Gadis itu memasuki kamar Inap Febri, ia mendapati Febri sedang menatapnya dengan tatapan mengintimidasi seolah Laura baru saja melakukan sebuah kesalahan yang amat fatal.


" Dari mana saja kau? Kenapa lama sekali ?" tanya Febri penuh penekanan di setiap kalimatnya . Pria itu telah kembali ke sifat biasanya , perkataan yang tajam dan Tatapan yang mengintimidasi . untuk saat ini tidak ada lagi Febri yang sangat baik dan manja .


" aku hanya ke cafeteria menemani Kak Henry makan dan mengobrol sebentar ." Terlihat ketakutan di nada bicara Laura.


"Sudah 4 jam Laura, Kau bersama dengannya sudah 4 jam! Bahkan sekarang kau sudahn memanggilnya Dengan panggilan akrab, Kakak? Apa kau mulai menyukainya?"


Laura tidak menjawab, Dia sangat kesal dengan Febri saat ini. Febri seperti seorang suami yang memergoki istrinya sedang berselingkuh . padahal hubungan mereka saja tidak jelas , Kenapa Febri sampai marah seperti ini ? Gadis itu mengambil tasnya yang berada di sofa lalu berjalan mendekati pria yang dibencinya saat ini .


" Kenapa kau membuatku merasa sedang berselingkuh ? bahkan Kita Tidak Sedang terikat hubungan apapun . Kau tidak bisa melarangku untuk tidak dekat dengan Kak Henry . aku akan pulang , Aku tidak mau berlama-lama dengan pria yang sedang marah." Laura keluar begitu saja tanpa menunggu jawaban Febri .


Febri mematung melihat Laura meninggalkannya. Dia juga tidak tahu dengan apa yang terjadi pada dirinya. Apa yang dikatakan Laura benar.


Mereka tidak terikat hubungan apapun jadi Febri tidak marah pada Laura. Gadis itu selalu bersikap baik ke semua orang, dan itu termasuk kepada Henry. Lalu apa yang saya febri cemaskan? Bukan kalau rasakan Mencintainya. Febri merutuki sikap bodohnya barusan.


~ Bersambung

__ADS_1


__ADS_2