Febri Dan Laura

Febri Dan Laura
Episode 20


__ADS_3

Febri menggeleng, dia tersenyum lalu memutar kembali kursinya menghadap meja kerjanya . pria itu agak terkejut ketika melihat tawuran menatapnya dengan tetapan Sendu . tangannya memegang map sangat kuat seperti sedang menahan tangis.


" Laura Cynthia?"


"Ah, Maafkan saya Presdir, telah mengganggu waktu anda . saya Kemari hanya untuk memberikan laporan keuangan bulan ini ." Laura berjalan mendekati meja kerja Febri lalu menyerahkan yang dipegangnya.


" jika sudah tidak ada yang dibutuhkan lagi, saya akan kembali bekerja" dengan cepat Laura melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Febri.


Febri terus menatap Laura sampai Gadis itu menghilang di balik pintu . dia masih terbayang akan tatapan Laura yang baru saja ia lihat .gadis itu benar-benar sedih.


' Apa yang sedang mengganggu pikirannya? apa Dia baru saja mendapatkan teror lagi ? tapi tak ada ketakutan di matanya, dia hanya terlihat sangat sedih .' batin Febri.


___


selepas dari ruangan Febri Laura tidak kembali ke meja kerjanya, melainkan ke atap perusahaan. dari situ menangis sesegukan di sana . hatinya sangat sakit setelah mendengar percakapan Febri dengan teman wanitanya itu .


ternyata Febri mendekatinya dan selalu berkata manis padanya hanya untuk membuat dia pintar. sama seperti teman wanitanya tadi . sepertinya Febri benar-benar menepati janjinya pada Profesor untuk membuat nilai Laura naik . Dia tidak benar-benar mencintai Laura, Gadis itu merasa tidak ada bedanya dengan teman wanita Febri .


inilah yang ditakutkan Laura selama ini . Febri tidak memperjelas hubungan mereka , dan sekarang teman wanita yang selama ini menyukai Febri datang dan menanyakan status Febri .


walaupun pria itu mengatakan bahwa dia mencintai Laura , tapi bisa saja dia terpikat dengan teman wanitanya lalu menikah dengannya . dan saat masa itu tiba Laura tidak bisa melakukan apapun karena hubungannya dengan Febri tidak jelas. Dia tidak bisa menolak pernikahan Febri dengan teman wanitanya itu karena Laura bukan siapa-siapanya Febri.


Laura terus saja memikirkan semua itu sampai tak menyadari ada seseorang laki-laki yang berdiri di belakangnya.


"kau cemburu pada Rachel ?" tanya Hendri , memang setelah melihat Laura keluar dari ruangan Febri dengan air mata yang membasahi pipinya , Henry langsung mengikutinya .

__ADS_1


" Kak Henry , Bagaimana kau..."


Belum Laura menyelesaikan perkataannya tapi Henry sudah memotongnya. " aku melihatmu menangis saat keluar dari ruangan Febri ."


" aku tidak enak badan , sepertinya aku akan pulang lebih awal hari ini."


" Benarkah ? Apa kau mau aku antar ?" tawar Henry, dia meletakkan tangannya di dahi Laura untuk memastikan suhu tubuh Laura yang sedikit panas itu .


" tidak usah, aku bisa pulang sendiri " Laura berjalan menjauh dari Henry . setelah ini dia akan izin untuk pulang lebih awal pada hani, selaku kepala divisinya .


setelah Laura diperbolehkan pulang , Gadis itu berjalan keluar dari kantor dengan langkah gontai . Laura merasa dia sudah tidak memiliki tenaga barang sedikit pun .


"Laura ! ada paket untukmu " Ujar Angel menghentikan langkah Laura .


Laura mengucapkan terima kasih lalu duduk di sofa resepsionis . dia terkejut ketika melihat isi paket yang diterimanya , seekor tikus mati berlumuran darah . Henry yang melihatnya segera membuang paket itu ke tempat sampah , lalu dia berusaha menenangkan Laura .


"aku akan mengantarmu pulang" ucap Hendri tegas.


Laura menggeleng, " aku bisa pulang naik bis ."


Henry tak mau membantah Laura lagi , dia sangat tahu kalau Laura itu sangatlah keras kepala , jadi dia akan sia-sia jika membantahnya lagi .sebelum Laura pergi Henry memakai syal ke leher gadis itu . " Hani yang menyuruhku memberikan ini kepadamu , karena di luar sudah mulai dingin."


___


saat berjalan menuju rumah laural berhenti di apotek untuk membeli obat . dia tersenyum miris Mengingat Dia tidak takut akan ke rumah sakit saat bersama Febri. Bahkan dia setiap hari di rumah sakit dan tidur di sana untuk menemani pria itu . saat itu Laura benar-benar melupakan kata-kata ketakutannya , dia terlalu dibutakan oleh rasa senang dan nyaman saat bersama Febri . namun malam ini , dia kembali takut akan rumah sakit sehingga hanya membeli obat di apotek. Lucu sekali bukan? Febri telah menjadi pusat kebahagiaan Laura tanpa disadari .

__ADS_1


kepala Laura terlalu berat hanya untuk memasak ramen . jadi Gadis itu hanya memakan cookies sebelum meminum obatnya. di rumah sendiri saat sakit seperti ini membuat Laura semakin sedih . Lihatlah betapa menjadikannya gadis ini . tadi siang dia mendengar percakapan menyakitkan antara febrid dan teman wanitanya , lalu dia mendapatkan paket teror dan sekarang dia di rumah sendirian saat sedang sakit .


___


di kursi VVIP Club elite di daerah xxxx , terlihat dua pasang sedang mengobrol . Mereka adalah Febri dan Rachel , Hendri dan Hani . setelah mengetahui jika Hani dan Henry bekerja di perusahaan Febri . Rachel mengajak mereka untuk merayakan pertemuan mereka kembali setelah beberapa tahun . dan di sinilah mereka sekarang , di sebuah klub dan ditemani White yang sangat mahal, saat Rachel izin ke toilet, Hani pun mengikutinya.


" kau terlihat sedang melancarkan aksimu untuk mendekati Febri lagi " tebak Hani tanpa menatap Rachel , Gadis itu sibuk dengan isi tasnya .


" tentu saja , dia masih lajang . lalu apa salahnya aku mendekatinya lagi ? lagi pula Sekarang aku sudah masuk ke kriteria wanita idamannya " jawab Rachel Seraya mengoleskan lipstik keluaran terbaru dari Dior ke bibirnya .


" dia sudah mempunyai gadis yang dicintainya " tegas Hani .


" dia belum terikat oleh hubungan apapun . kau pun melakukan hal yang sama denganku . bahkan kau mengejar Hendri sampai ke tempat kerjanya ." Cecar Rachel , dia tahu jika Hani sudah menyukai Henry sejak lama bahkan sejak mereka SMA.


" lalu kau akan berhenti jika Febri sudah berpacaran ?" bukannya menjawab pertanyaan Hani , Rachel malah mengedikkan bahunya lalu masuk ke dalam bilik toilet.


di sisi lain dua pria sedang terlibat dalam percakapan yang serius , raut muka Febri terlihat khawatir saat Henry mengatakan bahwa Laura kembali mendapatkan teror siang ini.


Febri sudah mengetahui siapa si peneror tapi sekarang Febri belum bisa mengetahui keberadaan mereka . ya mereka adalah Mona dan Nathan , mereka menghilang seperti Ditelan Bumi , mereka sama sekali tidak bisa dilacak, bisa jadi mereka berada di dekat Laura saat ini .


" kondisi Gadis itu sangat tidak baik sekarang, Dia terlihat pucat "


lagi-lagi Febri dibuat sangat khawatir dengan informasi yang diberikan oleh Henry . pikiran Febri melayang memikirkan keadaan Laura sekarang. ' Apa Gadis itu sudah makan? Apa Gadis itu sudah meminum obatnya? Apa yang sedang dilakukan Gadis itu sekarang ?' Febri terus bertanya-tanya dalam pikirannya .


" Laura telah meminum obatnya Dan sekarang sedang beristirahat. dia bisa lusa dia akan tetap ikut ke Jeju , dia tidak akan meninggalkan tugasnya begitu saja ." ujar Hendri seakan mengerti dengan apa yang dipikirkan Febri .

__ADS_1


~ Bersambung


__ADS_2