Febri Dan Laura

Febri Dan Laura
Episode 43


__ADS_3

Begitu lampu padam pikiran Febri hanya tertuju pada Laura, gadisnya yang sangat ketakutan jika berada di kegelapan. dia memanggil-manggil Laura sambil berjalan pelan dan terkadang menabrak beberapa orang yang berada di depannya .


penerangan di ballroof ini hanya dari ponsel para tamu undangan yang membuat Febri sangat kesulitan mencari Laura .pria itu terus saja mengumpat saat tidak kunjung menemukan gadisnya . tiba-tiba semua lampu di ballroom hidup kembali hingga Febri dapat melihat dengan jelas keadaan sekitarnya . dia itu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan dengan mata elangnya.


Tubuh Febri membeku saat sepasang matanya tidak menemukan sosok Laura. Dia sangat yakin bahwa kejadian lampu padam ini adalah sebuah sabotase karena tidak pernah terjadi pemadaman lampu seperti ini sebelumnya. Sosok Nathan melintas di pikiran Febri , jika benar Nathan yang melakukan ini maka dia akan mati di tangan Febri.


emosi bercampur khawatir yang berlebihan pada gadisnya membuat Febri tidak bisa berpikir jernih. pria itu hanya berdiri mematung sampai Henry dan seorang detektifnya berlari mendekati Febri . kedua pria itu memberitahu Febri bahwa Laura, diculik oleh anak buah Nathan dan beberapa pengawal Febri tidak bisa mengejarnya.


Febri Segara segera meminta ponselnya yang dibawa oleh sekretarisnya , Henry . Dia segera membuka aplikasi GPS yang akan memberitahukan keberadaan Laura sekarang.


"Aku sudah memasang alat pelacak di kalungnya " ujar Febri menatap Henry dan anak buahnya .


Mereka bertiga dan beberapa pengawal Febri langsung masuk ke dalam mobil untuk mendatangi tempat Laura disekap . Febri sedikit bersyukur karena dia telah memasang alat pelacak di kalung yang dia belikan untuk Laura sehingga mereka akan menemukan Laura dengan mudah .


sang detektif menghentikan Mobilnya di depan hutan lalu menatap Febri seolah menanyakan jalan yang benar . Febri mengangguk mantap, mata pria itu kembali Menatap layar ponselnya yang menunjukkan sudah tidak ada pergerakan jejak Laura .


mereka mulai memasuki hutan , menyusuri jalan yang sempit dengan pohon yang memenuhi sisi kanan dan kiri jalan tersebut . tidak lama kemudian mereka telah sampai di depan bangunan lama yang sudah tidak terpakai . mereka bertiga langsung keluar dari mobil untuk mencari Laura yang dibantu oleh para orang-orang Febri .

__ADS_1


sangat sepi dan senyap tidak ada siapapun dibangun dan ini hanya ada kalung yang dipakai Laura berada di tanah di depan bangunan ini . Febri yang melihat kalung Laura langsung mengambilnya dan menatap nanar kalung itu . sekarang mata Febri mulai berkaca-kaca dan juga tubuhnya mulai lemas tak berdaya.


sebenarnya di mana gadisnya sekarang ? bagaimana keadaan gadisnya? Apakah gadisnya baik-baik saja? Bagaimana jika wanita kejam itu benar-benar akan membunuhnya ? pertanyaan-pertanyaan itu terus saja memenuhi kepala Febri . tubuh pria itu merosot ke bawah sampai bersimpuh di atas tanah . tangan kanannya menggenggam kalung Laura sangat erat hingga tangannya memerah . Hendri yang melihatnya segera membantu Febri untuk berjalan menuju ke mobil .


mereka memutuskan untuk pulang ke apartemen Febri untuk membuat rencana memancing Nathan dan monah keluar dari persembunyiannya karena tidak ada petunjuk apapun di hutan itu . namun sampai di apartemen hanya ada Henry dan seorang detektifnya yang berpikir dengan keras. sementara Febri ? pria itu terus saja mengeluarkan air matanya di kamar Laura sambil menggenggam kalung Laura dan terus menutupi dirinya yang gagal menjaga Laura .


----


kesadaran Laura kembali ketika ia sudah berada di sebuah bangunan tua yang sangat pengap. kedua tangan dari situ terikat ke belakang dengan plester yang menutupi mulutnya . gaun pernikahan yang semula berwarna putih bersih pun sudah kotor karena telah disitu terbaring di lantai yang kotor , bahkan berlian yang turut menghiasi gaunya itu hilang. mungkin diambil oleh orang yang menculik dirinya tadi .


suara hentakan sepatu dan lantai yang menggema di bangunan ini . Nathan dan Mona berjalan mendekati Laura dengan senyuman sinis mereka . dengan kakinya Mona membalikkan tubuh Laura yang sebelumnya membelakangi mereka .


" bawa dia ke rumah segera sebelum Febri dan detektif bodohnya menemukan kita " perintah Nathan pada beberapa pria bertubuh besar di dekatnya.


mereka membangunkan Laura dan menyeret Gadis itu untuk berjalan ke mobil . Gadis itu mencoba memberontak saat kedua pria itu memaksanya tapi usahanya malah berbuah tamparan keras dari Monas hingga sudut bibir kirinya berdarah.


Laura dibawa ke rumah milik Nathan yang berada tak jauh dari lokasi hutan itu . di sini Laura disekap di ruangan bawah tanah. dengan penerangan yang hanya sebuah lampu berwat kecil tapi cukup untuk membuat Laura tidak ketakutan.

__ADS_1


ruangan ini tidak berbeda jauh dengan bangunan tua yang terletak di hutan tadi . udara lembab yang bisa membuat penghirupannya bisa menderita penyakit paru-paru basah segara mungkin dan juga butiran debu yang sangat kotor memenuhi ruangan ini dan menambah kotornya gaun pengantin Laura .


" kamu harus tersiksa dulu sebelum menemui ajalmu di ruangan ini " ujar Mona Seraya membuka plester penutup mulut Laura dengan kasar .


" Entah berapa banyak malaikat Pelindungmu sehingga kamu selalu terhindar dari kematian yang telah kita rencanakan . tapi aku yakin mereka tidak bisa menolongmu kali ini " lanjut Mona.


" Aku ingin tahu Bagaimanakah cowoknya Febri saat kehilangan gadis yang sangat dicintainya ini ." tangan Nathan tergerak membelai kepala Laura lalu mendorongnya ke samping dengan kasar hingga Gadis itu tergeletak .


"Febri pasti akan membunuh kalian!" This is Laura sinis yang disambut dengan tawa menggelegar dari sepasang kekasih di hadapannya itu.


"terus saja bermimpi sampai ajalmu tiba Laura Cynthia maksudku Laura Diego." Nathan dan Monas segera meninggalkan Laura di ruang bawah tanah sendirian .


terdengar suara yang berasal dari perut Laura. siaga di situ kelaparan karena belum makan malam dan sekarang matahari sudah menampakkan sinarnya kembali .


' ya Tuhan Laura , Bisakah kau tidak memikirkan makanan untuk sekarang ? sekarang yang harus kau lakukan adalah berpikir bagaimana caranya agar kau bisa keluar dari tempat terkutuk ini ' nggak di situ terus mensugesti dirinya Jika dia tidak lapar dan berusaha membuka ikatan di kedua pergelangan tangannya .


Laura juga terus mengedarkan pandangannya untuk mencari jalan keluar dari tempat ini . dia tersenyum saat kedua mata indahnya menemukan sebuah cahaya yang berasal dari luar diantara tumpukan kardus .

__ADS_1


~ Bersambung


__ADS_2