Febri Dan Laura

Febri Dan Laura
Episode 26


__ADS_3

Rachel , Wanita itu menghampiri Febri dan Laura Seraya tersenyum . Dia menyapa Febri lalu mencium pipi pria itu . " aku kira kita hanya makan siang berdua .


Febri tersenyum pada Rachel yang sedang pura-pura ramah. Laura seperti tidak ada di sana , Rachel hanya bicara kepada Febri, Laura melihat keanehan pada diri Febri , biasanya pria itu akan menghabiskan makanannya terlebih dahulu sebelum mengobrol panjang lebar seperti ini .


Laura merasa bodoh karena masih tetap duduk bersama Febri dan Rachel yang jelas-jelas mengabaikannya . Gadis itu tersenyum miris, Laura mengira dia hanya akan makan siang bersama Febri saja . Tidak ada sedikitpun pikirannya bahwa Rachel akan ikut makan siang bersama mereka.


"Pak, saya sudah selesai, saya akan kembali ke kantor terlebih dahulu " izin Laura , dia berdiri lalu sedikit membungkukkan badannya ke arah Febri.


" Kamu akan kembali bersamaku Laura "


" Tidak usah Pak, saya bisa kembali sendiri " Laura sudah tidak betah melihat keakraban Rachel dengan Febri . Dia ingin segera pergi tapi sialnya perkataan Febri tidak terbantahkan .

__ADS_1


" Bagaimana kamu akan kembali ke kantor?" tanya Febri .


" Saya akan naik bis, di dekat sini ada halte bis "


"Ckck, Bahkan kamu tidak membawa apapun saat ke sini Laura Chintya , Dasar bodoh." Febri tidak menyadari bahwa perkataannya membuat luka di hati Laura .


Mengetahuinya bodoh di depan Rachel? Yang benar saja . Rachel adalah saingannya sekarang , bagaimana mungkin saya beri merendahkannya di depan lawannya sendiri.


" Jam makan siang saya akan berakhir, jadi saya harus kembali ke kantor sekarang . Permisi Pak dan Nona rachel" Laura pergi meninggalkan mereka berdua .


Laura terus melangkahkan kakinya , benar yang dikatakan Febri, dia tidak membawa apapun , uang maupun ponsel. Gadis itu merutuki kebodohannya sendiri , mungkin karena kecerobohan dan kebodohannya yang membuat Febri tidak mau menjadi pacarnya. Lagi-lagi Laura tersenyum miris , dia menertawai nasibnya . Kisah cintanya yang hanya bertepuk sebelah tangan dan hatinya yang selalu tersakiti oleh perilaku Febri pada gadis lain .

__ADS_1


Laura memutuskan untuk duduk di halte bis , Dia tidak sedang menunggu bis melainkan mengistirahatkan kakinya yang terasa pegal . Gadis gila mana yang berjalan 5 Blok dengan memakai heels . Laura melepaskan heelsnya lalu memijat pergelangan kakinya yang terasa pegal, Gadis itu mendesah sebel. andai saja tadi dia menolak Febri , Dia pasti tidak akan kesakitan seperti ini . Gadis itu melihat ke sekitar . sepi , tidak ada seorangpun yang bisa dimintai bantuan. Laura hanya ingin meminjam telepon untuk menelepon Hendri .


Sebuah mobil berhenti di depan halte , Tak lama kemudian jendela mobil terbuka dan menampakkan pemiliknya . Febri Diego , dia menyusul Laura setelah Gadis itu berjalan sangat jauh.


"Masuk!" perintah Febri , tapi Laura tidak menurutinya , dia tetap duduk di halte .


" Laura Cynthia cepat masuk !" Febri meninggikan suaranya .


Laura mendesis , bagaimana mungkin dia menyukai pria seperti Febri yang tukang perintah . Apakah Febri tidak tahu jika kakinya sedang kesakitan . Dengan muka masam Laura masuk ke mobil Febri. Keningan menyelimuti mereka sepanjang perjalanan ke kantor.


"Kakimu tidak akan kesakitan jika kamu menuruti kata-kataku tadi" ujar Febri saat mobilnya telah berhenti .

__ADS_1


"Lalu aku harus melihatmu dengan Rachel bersama? Yang benar saja , Apa kamu senang menghancurkan perasaanku ?" ujar Laura dengan penuh emosi. Gadis itu langsung turun dari mobil Febri dan berjalan menuju ruangannya .


~ Bersambung


__ADS_2