
" Hai Febri! ini kau bilang pagi , bukalah matamu itu lihat keluar ini sudah siang "ucapnya menunjuk jam yang berada di dinding .
Febri pun menoleh ke arah jam, dan pria itu hanya tersenyum. " Bagaimana Apa yang kau temukan?" tanyanya to the point ..
" Laura , nggak di situ mendapat teror. Tapi aku belum tahu dia bicara oleh siapa "
" Lalu Bagaimana tentang kedekatannya dengan Henry ?"
"Setahu ku dia tidak menjalin hubungan apapun dengan Henry. Dia menganggap Henry sebagai kakak nya. Maka nya dia meminta bantuan tentang teror ini padanya" Febri mengangguk memikirkan perkataan Detektifnya itu.
'Tunggu dulu, Laura mendapat teror dan dia malah memberitahu Hendri dan tidak memberitahuku?' tanya Febri dalam pikirannya.
" dia tidak memberitahumu Karena kondisimu sekarang memprihatinkan dan Sepertinya dia terlalu menyukaimu" ucap Sang detektif melemparkan surat pink yang ia bawa ke Febri.
" kalau begitu aku pergi dulu , semoga kau cepat sembuh ."
Febri membuka kertas pink itu, tulisan tangan Laura . dalam kertas itu berisi Febri harus memakan makanannya agar dia cepat sembuh , dan kata-kata manis dari seorang Laura Cynthia untuk menyemangati Febri. tak lupa juga gambar hati di bawah sebelah namanya . Terukir di wajah tampan Febri Diego .
___
Dengan kesal Henry melangkahkan kakinya melewati koridor Rumah Sakit menuju kamar Inap Febri. Bosnya itu memang tak berperasaan , tak pernah memberinya waktu untuk beristirahat sejenak.
baru saja Henry menginjakkan kakinya di bandara , Febri sudah menelponnya agar dia menemui Bosnya itu . lihat saja tampilan Hendri sekarang, kemeja dengan lengan tergulung sampai siku dan muka sangat lelahnya cukup menggambarkan betapa tidak baik keadaannya sekarang.
saat Henry masuk ke kamar Inap Febri , dia sudah disambut dengan wajah serius seorang Febri Diego . jangan lupakan sifat aslinya, meskipun Sekarang dia sedang sakit Tapi tetap saja Dia sangat menyebalkan .
__ADS_1
" aku tahu kau akan membantu Laura menangkap si peneror" ucap Febri tanpa basa-basi. Hendri tidak terkejut Venturi sudah tahu tentang masalah itu . tentu saja Bosnya itu akan menyuruh dan efektif andalannya untuk mencari tahu .
"aku ingin kau menghentikan niatmu membantu Laura . " lanjut Febri tanpa menunggu jawaban dari Henry.
" kenapa?"
" seperti yang kau tahu , Dia sangat ceroboh dan tak berpikir panjang sebelum melakukan sesuatu. Aku tidak ingin kejadian kemarin kembali terjadi ."
" lalu apa yang harus kulakukan ? apa aku harus membiarkan dia tertekan dengan semua teror itu ? Aku tidak sejahat itu"
" biar aku yang menyelesaikannya, Laura tidak harus terlibat dalam penangkapan peneror ini ." ujar Febri tegas , namun di dalam ucapan tegasnya itu sarat akan kekhawatiran yang mendalam tentang keselamatan gadis yang dicintainya .
" baiklah, aku akan melarang Laura ikut campur dalam masalah ini "
" dan satu lagi . Aku ingin kau selalu mengawasi Laura "
" akan kunaikkan gajimu menjadi 4 kali lipat. Kau hanya mengawasi Laura agar tidak bertindak ceroboh Mencari tahu siapa peneror itu."
" baiklah baiklah , kau selalu bisa memperdayaku Febri Diego."
___
hari ini Febri sudah mulai bekerja di kantor. Baru saja masuk, CEO FD grup sudah ditunggu seseorang di ruangannya. Ya hari ini pria itu memiliki janji pertemuan dengan investor barunya di ruangannya.
seorang wanita berwajah cantik dengan rambut coklat yang diikat satu keatas tersenyum kepada Febri. Dia adalah Kim Rachel, investor baru sekaligus teman nama Febri. wanita itu berdiri dari tempat duduknya saat Febri berjalan mendekatinya . sedangkan Henry yang sudah dari tadi menemani Rachel izin untuk keluar .
__ADS_1
" Henry , Tolong beritahu bagaimana agar memberikan laporannya bulan ini sekarang ." perintah Febri. Henry mengangguk dan berlalu pergi begitu saja.
" Aku tidak tahu kalau Henry menjadi sekretaris mu . aku kira kau akan menggunakan sekretaris yang sangat cantik dan seksi " ujar Rachel . wanita itu terlihat sangat senang bertemu dengan Febri .
" lama tak bertemu , kau semakin cantik saja " Puji Febri . pria itu melangkahkan kakinya menuju kursi kebesarannya . dia duduk tegap lalu membuka berkat berkas yang sudah dipersiapkan Henry untuk Rachel .
" bacalah lebih dulu sebelum kau menandatanganinya."
Rachel mengambil penanya dengan mantap dia menandatangani berkas itu tanpa membacanya terlebih dahulu .
" kau selalu saja ceroboh . Bagaimana mungkin kau menandatangani nya tanpa membacanya terlebih dahulu ?"
" aku percaya padamu, Bi" hujan Rachel Seraya tersenyum.
Febri berdecak , dia tahu sifat tempat namanya ini . hampir mirip dengan Laura, a tidak , dia tidak hanya mirip tapi memang seperti Laura . ceroboh , melakukan apapun yang dia suka, tidak berpikir panjang.
Rachel berjalan mendekati Febri , sekarang wanita itu berada di samping Febri dan menyandar di meja. " Wah Seoul sangat indah" ucapnya mengagumi pemandangan kota xxx yang terlihat dari ruangan febri.
Febri menggeser kursinya menghadap Rachel, menatapnya dengan tatapan heran . " kau terlihat seperti baru di xx saja ."
Rachel menggedikan bahunya. " aku memang baru pulang , selama ini aku melanjutkan kuliah semester ku di Inggris ."
"Wah Benarkah ? Kau sudah sedikit berubah ternyata "
" ya aku berubah karena kau Febri Diego . Aku ingin menjadi wanita yang kau inginkan . dan sekarang aku sudah pintar , aku lulus dengan IPK yang sempurna yaitu 4,00 " terakhir menghentikan kalimatnya lalu memandang Febri yang sedang menatapnya.
__ADS_1
" Apa kau sudah punya pacar ?"
~ Bersambung