Febri Dan Laura

Febri Dan Laura
Episode 6


__ADS_3

"Aku?" lagi-lagi Laura menjadi bodoh di hadapan Febri .


" duduklah di sini " Febri menepuk sofa di sebelahnya . Laura menuruti perintah Febri, dia duduk di sofa menghadap ke arah Febri. Begitu juga dengan Febri , dia itu langsung mengirimkan tubuhnya untuk menghadap ke arah Laura .


" karena aku mencintaimu Laura Cynthia." kata Febri .


"APA?" tanpa Laura sadari , suaranya meninggi . dia tidak menyangkal kata-kata itu akan keluar dari mulut pria yang ada di hadapannya .


" Aku yakin pendengaranmu tidak bermasalah kan Laura Chintya ."


" Tapi sejak kapan?"


"Sejak Kau menolong nenekku."


" nenekmu?" tanya Laura tidak mengerti.


" Apa kau ingat saat kau menolong seorang nenek yang hampir ketabrak mobil di daerah xxxx?" tanya Febri . Laura mencoba mengingat kejadian itu , dalam apa kemudian Ia pun mengangguk .


" Lalu kenapa kau selalu menjauhiku ? kau selalu bersikap dingin kepadaku ?" kata Laura dengan nada menuntut .


" Luna . Dia yang membuatku menjauhimu . sebenarnya kita dijodohkan Tapi Aku menolaknya karena aku sudah menyukai gadis bodoh yang sedang ada di hadapanku ini . dia sangat marah dan ingin mencelakaimu . maka dari itu aku bekerja sebagai asisten dosen Mahmud dan barista agar aku bisa memastikan Luna tidak bisa menyakitimu ."


Laura terdiam mencerna semua kata-kata Febri. dia benar-benar mengutuk otaknya yang bekerja dengan lama .


"Apa kau masih mencoba untuk mencerna perkataanku ? Dasar bodoh." kata Febri lalu Mengecup bibir pink Laura.


"Berhenti menciumku, aku tidak bisa berpikir jernih kalau begini ." rengek Laura.

__ADS_1


"Apa kau serius menyukaiku? Berarti sekarang kita ini berpacaran ?" tanya Laura


" Tentu saja tidak " jawab Febri dengan tertawa.


" Kenapa tidak ? bukankah kita ini sudah saling menyukai ?" tanya Laura mengerutkan keningnya.


" Aku memang menyukaimu tapi itu bukan berarti aku mau berpacaran denganmu" Febri menghela nafas.


" Dengarkan Aku , Aku tidak mau menyia-nyiakan hidupku dengan memacari gadis bodoh sepertimu , dan apalagi sampai aku menikahinya . Ya aku tahu sendiri kan jika gen kepintaran itu menurun dari ibunya?... maka dari itu aku tidak mau dan aku tidak ingin anak-anakku kelak akan menjadi bodoh sepertimu ." kata Febri panjang lebar .


" apa aku sebegitu bodohnya , hingga kau tidak mau denganku?


" Buktikanlah saat kelulusanmu Laura,jika hari itu tiba dan kau mendapatkan nilai bagus. Maka aku akan memikirkan masalah menikah denganmu," Febri mengeringkan matanya kepada Laura . sedangkan Laura , Entahlah Seperti apa perasaan gadis itu .perasaannya tidak bisa dideskripsikan tapi dia terlihat sangat sedih dan tak berani menatap Febri lagi .


Sejak hari itu, Laura bener-bener belajar dengan giat . Iya juga memutuskan untuk ikut bimbingan belajar dengan Febri sejak 8 bulan yang lalu karena ia tidak mau perasaannya tumbuh semakin besar , dan sejak itu pun dia berhenti menghubungi Febri.


Hari ini adalah hari pertamanya Laura magang , ia berangkat sepagi mungkin agar tidak telat karena jarak perusahaan dengan rumahnya cukup jauh . Laura berdiri di depan FD Corporation . Iya menarik nafas lalu tersenyum .


Bersyukur sekali dia bisa diterima untuk magang di sini , Karena perusahaan ini sangatlah baik . ia menggaji mahasiswa yang magang dengan jumlah yang sama dengan gaji karyawan tetapnya dan gajinya pun sangat cukup untuk kehidupan Laura beberapa bulan . Laura memantapkan langkahnya untuk memasuki gedung perusahaan . ia langsung berjalan menuju lift yang mengantarkannya sampai ke lantai 10 .


Sesampainya di lantai 10 , Naura memasuki ruangan accounting. Tak sedikit karyawan yang sudah datang . Ia menyapa mereka sesekali tersenyum sambil berjalan menuju mejanya


" Laura, ingin bertemu dengan semua Mahasiswa magang di ruangannya nanti jam 09.00 " kata Mona , atasan Laura yang juga bertanggung jawab atas semua Mahasiswa magang .


" Baik , saya akan datang tepat waktu " Laura membungkukkan badannya saat Muna berlalu begitu saja .


Mona Carl, kepala bagian keuangan yang menjadi idaman semua para pria . Bagaimana tidak , badannya sangat bagus , tidak kurus dan juga tidak gemuk apalagi dengan bajunya yang sangat seksi , semua pria Pasti akan sangat menginginkannya .

__ADS_1


" Laura , Bisakah kau membantuku untuk mengetikkan laporan ini ? banyak sekali pekerjaan yang belum ku selesaikan " kata Hani menyadarkan Laura dari lamunannya, ia menengok jam yang berada di mejanya , jarum jam masih menunjukkan pukul 8 . dia masih mempunyai waktu 1 jam sebelum bertemu dengan Presdir.


" Tentu saja, aku akan menghentikannya " Laura mengambil laporan itu kemudian terfokus dengan komputer di mejanya.


___


Laura melirik jam yang ada di mejanya, yang sudah menunjukkan pukul 09.00 tepat . Ia segera menyimpan file pekerjaannyalalu berjalan menuju ke ruangan presdir. ruangan presdor berada di lantai 20 .


Di lantai ini hanya terdapat dua pintu,di depan pintu yang berada di sebelah kanan Laura terdapat meja sekretaris. Tampak seorang laki-laki yang sedang serius mengerjakan pekerjaannya.


" Permisi , saya Laura mahasiswi yang sedang magang di sini."


"Kau sudah ditunggu flashdisk di dalam . semua mahasiswa yang magang di perusahaan ini sudah di dalam." ucap laki-laki itu menunjuk ke arah pintu ruangan Presdir.


Laura membuka pintu dengan pelan setelah mengetuknya. Terlihat 9 orang yang sedang berdiri menghadap ke meja Presdir. Presdir itu duduk menghadap jendela , membelakangi mereka semua.


" Dari mana saja? Kau tahu kan perusahaan ini sangat menjunjung tinggi kedisiplinan ?"nada sinis terdengar dari ucapan Presdir itu. Febri Diego, Presdir jika company yang terkenal dingin itu berdiri dari duduknya dan menghadap ke arah mereka . matanya seketika melebar menatap tak percaya akan apa yang dilihatnya .


Gadis yang sudah tidak ditemuinya selama beberapa bulan ini sekarang berdiri di depannya . Gadis yang sekarang terlihat lebih dewasa dan lebih cantik . Gadis yang sekarang selalu mendapat mendapatkan nilai yang baik sehingga bisa magang di perusahaannya, gadis yang telah dirindukannya selama ini . Mata Febri tertuju pada bibir Cherry milik Laura , betapa kuatnya keinginannya untuk merasakan bibir manis itu .


Tak beda dengan Laura , Ia juga sama terkejutnya saat melihat Febri berada di hadapannya. Dia sungguh tak menyangka jika Presdirtempat dia magang adalah Febri Diego. pria yang tak pernah mau pergi dari hatinya maupun pikirannya .


Tapi mengingat perkataan Febri terakhir kali mereka bertemu , sepertinya Laura Mas harus melupakan pria itu. " Maafkan saya pak ." ucap Laura sambil menunduk .


" Selamat datang di FD Company , Aku harap kalian bisa bekerja dengan baik sehingga aku akan memberi nilai yang baik juga untuk kalian nanti . Jika ada kesulitan bertanyalah pada Kepala Divisi masing- masing dan ingat , kedisiplinan adalah nomor satu di perusahaan ini ." ucap Febri melirik ke arah Laura yang masih saja menunjukkan kepalanya. Gadis itu tidak mau menatap Febri.


" Sekarang kalian boleh keluar , kembali bekerja . kecuali Laura Cynthia , kamu tetap di sini !"

__ADS_1


~ Bersambung


__ADS_2