
Sudah 26 jam berlalu namun Laura belum juga ditemukan . hilangnya Laura bagi Febri seperti hilangnya oksigen di dunia ini . paru-parunya sangat sesak hingga dia tidak bisa bernapas . Febri yang duduk di samping ranjang Laura menolehkan kepalanya ke samping . Dia melihat sebuah figura yang berisi dirinya dan Laura , foto itu diambil di acara wisuda Laura kemarin .
Pagi harinya Ibu Febri langsung datang ke apartemen untuk menemui putranya begitu mengetahui kabar buruk ini. keadaan putranya saat ini sangatlah menyedihkan dengan rambut yang acak-acakan dan lingkaran hitam di bawah matanya , pria itu duduk di samping ranjang dan tatapan sendu dari matanya hanya tertuju pada foto yang sedang dipegangnya.
ibu Febri turut duduk di samping Febri lalu memeluk Putra kesayangannya tersebut . air mata kesedihan mengalir membasahi pipi wanita paruh baya itu. dia tidak pernah melihat Febri seterpuruk ini , bahkan ketika ayahnya meninggal Dia adalah anggota keluarga yang paling kuat dan tegar.
" kamu tidak boleh seperti ini Febri , kamu sudah berjanji kan untuk menjaga Laura jadi kamu harus segera menemukan Laura " Febri masih tidak bergeming seolah tidak ada orang lain di sekitarnya .
Ibu Febri menggenggam tangan Febri hingga akhirnya anaknya itu menoleh ke arahnya .
" Dengarkan Mama Nak, Kamu tidak akan mendapatkan istrimu kembali Jika kamu terus seperti ini . mandilah dan ganti bajumu. kamu harus ikut mencari Laura bersama dengan detektif dan Henry . rambut kembali istrimu jangan biarkan mereka melukainya walaupun hanya segores , kamu harus membawa pulang menantu Mama dengan sehat dan lengkap tanpa kekurangan apapun ."
akhirnya Febri tersadar jika yang dilakukannya sekarang ini adalah salah setelah mendengar perkataan sang ibu . pria itu langsung berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan menenangkan pikirannya . dia harus membawa gadisnya pulang ke rumahnya yang nyaman .
__ADS_1
___
Henry dan song detektif masih sibuk dengan laptop masing-masing di ruang kerja Febri. jika tidak ada cara untuk membuat Nathan dan Mona keluar, maka merekalah yang harus mendatanginya . Henry memerintahkan detektif untuk mencari tahu tempat-tempat yang dimiliki oleh Nathan dan Mona .
pria itu yakin jika Nathan menyandera Laura di salah satu tempat persinggahannya dan beruntunglah mereka karena kedua penjahat itu hanya ada tiga rumah dan 4 Villa.
detektif langsung menyuruh anak buahnya untuk menyelidikinya begitu mengetahui letak semua tempat persinggahan Nathan dan Mona . dia adalah detektif yang handal sudah menjadi kewajibannya untuk tidak bertindak terlalu gegabah dengan secara langsung mendatangi semua tempat itu .
sambil menunggu laporan para anak buahnya , Sampai efektif terus berpikir dan mencoba mengaitkan letak penemuan kalung Laura dan semua rumah persinggahan kedua pencari itu.
" aku akan memberitahu Febri dan kita akan berangkat ke sana sekarang " Febri masuk ke dalam ruang kerjanya saat Hendri akan menemuinya.
sang detektif berdiri dari tempat duduknya dan berjalan cepat menuju pintu . "Aku sudah menemukan keberadaan Laura "
__ADS_1
___
mobil Febri melaju menyusuri jalanan dengankecepatan penuh . begitu Febri diberitahu alamat rumah Nathan yang dicurigai, pria itu tidak bisa mengendalikan dirinya untuk monitor dengan kecepatan tinggi. mereka bertiga pergi ke rumah Nathan dengan membawa beberapa pengalaman . terus saja keluar dari mulut Febri karena Karena perjalanan yang dibutuhkan untuk ke lokasi membutuhkan waktu 3 jam .
___
Laura menurunkan tumpukan kardus yang mengalami cahaya dengan hati-hati. dia berusaha tidak menimbulkan suara apapun agar niatnya untuk kabur tidak diketahui oleh para penjahat itu.
sinar matahari masuk ke dalam ruangan bawah tanah setelah Laura menurunkan beberapa kardus . sebuah jendela yang memperlihatkan sebuah taman, tidak jauh dari jendela itu ada pagar kecil yang terbuat dari kayu sebagai pembatas pekarangan Villa dengan hutan .
Gadis itu berjinjit untuk membuka jendela sudah karatan Pengunci jendela yang sudah Karatan membuatnyaHarus mengeluarkan tenaga lebih untuk menarik pengunci tersebut.
' Taak' suara terbuka terdengar setelah Laura menariknya dengan keras. Laura menata kardus-kardus berisi buku menjadi tanggap untuknya berpijak .
__ADS_1
sekali lagi dari situ menolehkan kepalanya ke kanan kiri untuk melihat situasi di luar . aman , tidak ada satupun penjaga yang berjaga di halaman samping ini . Laura mulai mengeluarkan tubuh kecilnya jendela itu .
~ Bersambung