Febri Dan Laura

Febri Dan Laura
Episode 38


__ADS_3

Febri memasangkan cincin itu ke jari manis Laura. Pria itu juga tak kalah senangnya dengan Laura, akhirnya dia sudah melamar gadis yang sangat di cintainya.


“Aku sangat mencintaimu Febri” ujar Laura


“Aku tahu” Febri tergerak untuk mengecup bibir pink Laura sekilas, lalu keduanya sama-sama tersenyum canggung.


____


Febri dan Laura baru memasuki apartemen ketika jarum jam menunjukan pukul 23:00 KST. Sesampainya diapartemen mereka masuk ke kamar masing-masing untuk berganti baju.


 Laura berjalan menuju dapur seraya menggelung rambutnya keatas hingga memperlihatkan leher putihnya. Dia ingin menonton tv di temani dengan coklat hangat, maka dari itu dia ke dapur untuk membuat coklat hangat.


Betapa terkejutnya gadis itu ketika melihat Febri sudah berada tak jauh dari counter dapur. Hampir saja Laura tersedak oleh coklat yang baru saja di minumnya


“Kenapa tidak tidur?”


“Aku belum mengantuk. Ah kamu mau coklat hangat? Akan kubuatkan satu untukmu” ujar Laura saat Febri sudah berada di depannya


“Aku mau cokelat hangat, tapi bukan dari gelas yang baru” Laura memberikan gelasnya pada Febri tapi pria itu malah menaruh gelas tersebut diatas meja.  Febri menempelkan bibirnya pada bibir Laura. Pria itu terus mencium Laura untuk merasakan manisnya cokelat yang masih tersisa di bibir gadis itu.


Febri melepaskan ciumannya ketika sadar jika Laura akan Kehabisan nafas. Dan lihat saja keadaan Laura sekarang, gadis itu terengah oleh nafasnya.


“Aku suka minum cokelat hangat dari bibirmu sekarang” ujar Febri seraya tersenyum jahil


Gadis itu menjadi salah tingkah akibat perlakuan Febri barusan. Dia beranjak pergi dari dapur lalu duduk di sofa untuk menonton tv.


“Jangan tidur dini hari dan jangan tertidur di sofa” Febri memperingatkan Laura sebelum pria itu naik ke lantai dua untuk bekerja di ruang kerjanya. Akibat putusnya hubungan kerja dengan perusahaan Rachel FD company merugi besar, oleh karena itu Febri harus bekerja lebih untuk menutupi kerugian itu.


Walaupun semalam Laura menonton tv sampai jam 2, tapi gadis itu masih bisa bangun pagi dan membantu Bibi untuk menyiapkan sarapan.  Laura baru saja selesai menata meja makan saat Febri memasuki ruang makan.


Senyum Febri mengembang begitu melihat Laura, dia langsung mendekati Laura untuk mencium gadis itu “selamat pagi sayang” ujar Febri setelah mengecup bibir Laura sekilas


Bluuuuuussshh


Pipi Laura langsung merah padam. Dia tidak percaya Febri memanggilnya seperti itu dan memberinya morning kiss. Ini bagai mimpi bagi Laura, dia sempat berfikir bahwa Febri tak akan mencintainya. Tapi pada kenyataannya Febri melamarnya semalam.


“Berhenti tersenyum idiot seperti itu” goda Febri


Laura berdecak “Febri jangan merusak mood-ku pagi ini”

__ADS_1


“Kau masih memanggilku dengan sebutan menjijikan itu? Tapi kau memanggil Henry dengan sebutan yang lebih baik” tanya Febri tak percaya


“Lalu kamu mau di panggil kakak? Baiklah…. Kakak”


Febri tersenyum lalu memulai memakan sarapan yang telah di siapkan oleh Laura dan Bibi.


____


Sejak Febri pergi ke kantor, Laura hanya duduk-duduk tak berguna di atas sofa sambil menonton tv. Gadis itu merasa sangat bosan sekarang, tidak ada pekerjaan yang harus dia selesaikan. Untuk kesekian kalinya gadis itu mendesah bosan. “ini sangat membosankan. Apa yang harus aku lakukan?”


Bibi yang mengetahui Laura sedang dilanda kebosanan mengajak gadis itu untuk menemaninya belanja di supermarket yang terletak tak jauh dari apartemen Febri.


“Besok ulang tahun Febri. Apa kau akan membelikan sesuatu untuknya?”  tanya bibi.


Ah benar besok ulang tahun Febri. Kenapa Laura bisa melupakannya? Lalu hadiah apa yang akan diberikan pada Febri? Pria itu sudah mempunyai segalanya, lagipula tabungan Laura sisa magang di perusahaan Febri tinggal sedikit.


“Aku tidak tahu bi, tabunganku tidak banyak” jawab Laura sedih


“Ah iya, aku akan membuatkannya cake saja dan memasak makanan kesukaannya”


“Itu ide yang bagus”


“Setelah dari supermarket bibi kembali kerumah besar saja. Biar aku yang menyiapkan makanan untuk Febri ” bibi mengangguk senang. Dia sangat senang karena Febri tidak salah memilih gadis untuk dijadikan istrinya.


Terhitung sudah dua jam Laura berkutat di dapur. Gadis itu terlihat sibuk memasak untuk makan malam nanti. Sekarang gadis itu sedang memberi hiasan diatas cake sebagai sentuhan terkahirnya. Dia menaruh beberapa buah cherry dan cokelat, tak lupa tulisan happy birthday turut memenuhi permukaan cake itu.


Setelah semua masakan siap, Laura menatanya dengan rapi diatas meja makan. Gadis itu tersenyum melihat hasil masakannya tersaji diatas meja makan.


Seraya menunggu Febri pulang, Laura membersihkan dirinya. Setelah mandi gadis itu memoleskan make up tipis pada wajahnya agar terlihat lebih segar. Dia juga memakai dress rumah berwarna pink untuk makan malam nanti. Walaupun hanya di rumah, tapi Laura ingin semuanya terasa spesial. Bunyi pintu apartemen yang terbuka membuat Laura berlari menuruni tangga.


“Pelan-peelan Laura!! Kau bisa terjatuh” Ujar Febri geram. Sedangkan Laura hanya tersenyum.


“Febri, aku sudah menyiapkan makan malam untukmu. Ayo kita makan” Laura menggandeng tangan Febri menuju ruang makan


Sesampainya di depan meja makan, Laura menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Febri. Pria itu tersenyum melihat makanan yang ada diatas meja makan. Bahkan di sana ada cake, dia yakin cake itu buatan Laura.


“Febri, selamat ulang tahun. Kau sudah mempunyai segalanya, jadi aku hanya membuatkanmu makanan”


“Kau sudah menjadi hadiah terindah dalam hidupku” Febri membawa Laura kedalam pelukannya lalu mencium kening gadis itu.

__ADS_1


“Ayo makan, setelah itu kita makan cake-nya” Laura tertawa kecil melihat Febri sangat senang.


Mereka makan dalam diam, tak ada pembicaraan apapun. Selesai makan Febri ijin untuk mengganti bajunya sebentar. Dia janji akan segera turun untuk memakan cake bersama Laura.


 


Febri menepati janjinya untuk turun dengan cepat. Sekarang pria itu sudah menyusul Laura di ruang tv. Menemani gadis itu menonton tv sambil memakan cake buatan Laura.


“aku sudah menentukan tanggal pernikahan kita” Febri membuka obrolan


 


“Huh?”


 


“Akhir bulan ini kita akan menikah, aku sudah memberitahu mama”


 


“Apakah tidak terlalu cepat?” tanya Laura


 


“Tidak, kau ingin konsep pernikahan seperti apa?”


 


“Aku ingin garden party, sangat membosankan jika kita berada di dalam gedung”


 


“Dasar bodoh ini winter, bagaimana kalau hujan? Atau yang terparah turun salju di saat kita menikah?”


 


Laura terdiam memikirkan perkataan Febri. Pria itu benar sekarang winter dan tidak lucu jika hujan turun saat pesta pernikahan mereka dimulai. Tiba-tiba saja terlintas pernikahan impian Laura dibenak gadis itu tapi dia tidak berani untuk memberitahu Febri karena pasti akan di komentari konsep pernikahannya sangat kekanakan.


 

__ADS_1


 


~ Bersambung


__ADS_2