Febri Dan Laura

Febri Dan Laura
Episode 35


__ADS_3

Hari ini Febri kembali tidak bekerja, setelah bosan merenung di kantornya , sekarang pria itu pergi ke klub. Febri menyewa klub ini hanya untuk dirinya dan memesan beberapa botol wine . Dia terus saja memasukkan minuman beralkohol itu ke dalam mulutnya .


Walaupun sikap Febri di depan Laura biasa saja , tapi dia sangat kacau ketika tidak bersama Laura . Seperti sekarang ini , rambut yang acak-acakan , dasi yang sudah tidak rapi dan lengan kemeja yang ditekuk hingga siku memperlihatkan betapa kacaunya Febri sekarang .


Pria itu terus saja memikirkan perkataan Laura , terlebih setelah melihat Laura bersama dengan Roni . Rasa nyeri memenuhi hatinya , dia tidak ingin kehilangan gadis yang sangat dicintainya itu .


Febri kembali meminum wine yang sudah ia pesan . " bahkan wine yang sangat mahal pun tidak bisa menghilangkan rasa sakit ini " ujar Febri di ambang kesadarannya.


Para pelayan klub yang melihat Febri merasa iba dengan pelanggan nomor satu mereka . Febri tidak pernah terlihat terpuruk ini sebelumnya. Manajer klub itu menelpon Hendri saat Febri sudah tidak bisa mengontrol alkohol yang ada pada dirinya . Jangan heran kenapa manajer klub mempunyai nomor Henry , mereka adalah pelanggan tetap yang sangat Royal .


Febri sudah kehilangan kesadarannya saat entris sampai di klub." Hei Febri ! Kenapa kau seperti ini?" keluh Henry.


" Laura, Apakah sekarang ku menyukai laki-laki itu ? jawab aku" racau Febri . Dia memijat kepalanya yang terasa pusing .


" Tolong bantu aku membawanya ke mobil" Hendri yang dibantu dengan seorang pelayan membawa Febri ke mobil .

__ADS_1


Henry tidak membawa Febri Pulang ke apartemen , karena sangat tidak mungkin jika Febri kembali ke apartemen dengan keadaan seperti ini . Laura pasti akan memarahi Henry yang tidak bisa menjaga Febri.


____


Hari sudah pagi, namun Laura masih memejamkan matanya . Semalaman Laura tidak bisa tidur karena menunggu Febri hingga tertidur di sofa . Bibi yang baru saja datang pun tidak berani membangunkan Laura karena Gadis itu terlihat sangat lelah .


Tidak lama setelah bibi , Febri masuk ke apartemen dengan wajah yang tak kalah lelahnya dengan Laura . Pria itu berhenti ketika melihat Laura yang sedang tertidur di sofa .


"Bibi, apakah Laura tidur di sini semalaman ?" tanya Febri .


" Sepertinya iya, saat aku datang dia sudah tidur di sana " Jawab bibi .


Laura mengerjakan matanya saat merasakan pergerakan di sofa yang dia tidur . " kamu sudah pulang ?"


" Kenapa kamu tidur di sini ?"

__ADS_1


" Aku menunggumu dan semua terasa sia-sia sekarang " Febri menatap Laura bingung .


" Kamu tidak pulang karena memang kan ? bukannya bekerja lembur "


" Bagaimana kamu tahu ?"


" Jadi ... Apa kamu pergi minum dengan Rachel ?"


" Tidak , aku sudah tidak berhubungan lagi dengannya"


Laura mengedikkan bahunya tanda tidak peduli . " Aku mau mandi dan bersiap ke kampus "


___


Terhitung sudah 9 hari Laura tidak menghabiskan waktunya bersama dengan Febri sejak mendapati pria itu tidak pulang ke apartemen dan malah minum di klub. Sebenarnya Laura tidak marah pada Febri dan juga dia tidak bermaksud untuk menjauhi pria itu . Akan tetapi Ini semua karena Laura terlalu sibuk dan dia ingin fokus dengan sidang skripsinya , Maka dari itu dia tidak ada waktu.

__ADS_1


Sedangkan di sisi lain , Febri semakin frustasi karena dia merasa Laura semakin menjauh darinya . Pria itu semakin kacau, semua pekerjaannya tidak ada yang beres. bagaimana tidak , Laura adalah Cinta Pertamanya dan Gadis itu bagaikan oksigen bagi Febri . Namun sekarang Laura malah menjauh dari Febri , tidak bisa dipungkiri jika pria itu merasa sesak karena oksigennya pergi .


~ Bersambung


__ADS_2