Febri Dan Laura

Febri Dan Laura
Episode 42


__ADS_3

“Terima kasih untuk gaunnya tuan Diego” Laura mengalungkan tangannya di lengan Febri. mereka berjalan bersama ke tengah Ballroom untuk melakukan dansa pertama sebagai sepasang suami istri.


 


Pernikahan yang telah disiapkan Febri ini seperti cerita dongeng. Mereka juga melakukan dansa sebagai raja dan ratu malam ini. tak kalah dengan outdoor yang begitu cantik. Indoor The Rau mini juga di hias oleh bunga mawar berwarna pink pastel dan lampu-lampu yang memancarkan cahayanya.


Bahkan di sudut-sudut tertentu terdapat  Kristal-kristal seperti es yang membeku dan berkilau saat cahaya lampu mengenainya. Kue pernikahan mereka pun tak seperti kue pernikahan pada umumnya. Febri tak segan-segan memesan kue pernikahan berbentuk kastil Disney yang tingginya mencapai 3 meter.


 


Di salah satu sisi ballroom ini terdapat replika kereta kencana milik Cinderella. Ada juga patung sepasang angsa yang melambangkan cinta tulus mereka. Dan tak ketinggalan juga group musik yang memberi alunan nada untuk menambah kesan romantis di pernikahan Febri dan Laura.


 


Febri sangat tahu jika Laura menyukai Disney dan memiliki pernikahan impian seperti para tokoh princess di Disney. Oleh karena itu Febri telah menyiapkan semuanya dengan apik dan sempurna, Pria itu ingin meninggalkan kesan pernikahan yang indah untuk gadisnya.


 


“Jadi ini kejutan yang kamu maksud? Aku sangat menyukai pesta penikahan ini. Terima kasih ” entah mendapat keberanian dari mana. Gadis itu menempelkan bibirnya diatas bibir Febri lalu mengecupnya, merasakan manisnya bibir Febri.


 


Alunan lagu dansa telah selesai, sepasang pengantin itu bejalan menuju kue pernikahan untuk memotong kue tersebut. Febri dan Laura memegang pisau dengan kedua tangan mereka. Perlahan mereka mulai menggerakan pisau itu dari atas ke bawah sebagai symbol telah memotong kue pernikahan mereka.


 

__ADS_1


Pesta belum selesai sampai di situ saja. Setelah memotong kue sepasang pengantin itu harus menemui para tamu undangan mereka. Laura selalu setia menemani Febri menyapa para kolega dan teman-temannya.


 


Jarum jam sudah menunjukan pukul 23:00 tapi pesta mereka belum juga selesai. Masih ada tamu yang sedang asik berdansa bersama pasangannya, termasuk Henry dan Hani yang tengah menikmati pesta ini. banyak juga para tamu yang sedang mengobrol dengan teman-temannya. Sepertinya mereka juga memanfaatkan pesta pernikahan Febri untuk ajang reuni dengan teman lamanya.


 


Laura melihat Chelsea mengantuk di salah satu kursi sendirian. Gadis itu mengedarkan pandangannya untuk mencari Hanna, namun tak menemukan sosok wanita yang di carinya. Mungkin kakak iparnya itu sedang ke toilet. Laura berniat untuk menyerahkan Chelsea pada ibu Febri untuk di bawa pulang. Dia berbisik pada Febri, meminta iijin untuk menemui Chelsea sebentar.


 


Laura pamit kepada teman Febri yang sedang berbicara dengan mereka setelah melihat anggukan Febri. Gadis itu sedikit mengangkat gaunnya lalu berjalan mendekati Chelsea yang sekarang sudah tertidur bersenderkan ounggung kursi. Laura menggendong Chelsea secara hati-hati agar tidak membangunkan gadis kecil itu lalu menemui ibu Febri.


 


 


“Sepertinya kakak sedang ke toilet. mama, tolong bawa Chelsea pulang. Gadis kecil ini sudah kelelahan sampai tertidur di kursi. mama juga harus segera beristirahat”


 


Ibu Febri mengambil Chelsea dari gendongan Laura “Baiklah, mama juga mau pulang sekarang. Beritahu Hanna jika Chelsea sudah pulang bersama mama”


 

__ADS_1


Laura mengangguk patuh sebelum membungkukan sedikit badannya saat ibu Febri berjalan keluar. Gadis itu membatalkan niatnya untuk menemui Febri ketika melihat Hanna yang baru saja memasuki pesta dari arah toilet berada. Karena heels sepatu Laura lumayan tinggi dan kaki gadis itu yang sudah terasa pegal, akhirnya dia berjalan sangat pelan. Tak lupa gadis itu memberikan senyumannya saat berpapasan dengan para tamu.


 


“Kak Hanna” panggil Laura saat sudah ada di samping Hanna


 


“Ah apa yang dilakukan pengantin wanita sendirian di sini? Apa Febri meninggalkanmu demi temannya?” goda Hanna


 


Laura menggelengkan kepalanya “aku Cuma mau memberitahu kakak jika Chelsea sudah pulang dengan mama, jadi nikmati saja pestanya sampai selesai”


 


Panggilan seorang pria pada Hanna membuat kedua wanita itu menoleh. Pria tampan dan juga tinggi itu sedang tersenyum kearah mereka. “Laura, aku ke sana dulu yaa. Terima kasih telah memperhatikan Chelsea”


 


Lagi-lagi Laura hanya mengangguk patuh. Gadis itu berjalan menuju Febri yang sedang mengobrol dengan temannya. Namun baru beberapa langkah, semua lampu di ballroom ini padam. Keadaan di ballroom yang sangat gelap membuat Laura ketakutan.


Jangan lupa jika gadis itu mengidap claustrophobia, kaki gadis itu lemas seketika sehingga membuat badannya merosot kebawah. Tubuh gadis itu mulai bergetar ketakutan dan juga air matanya mulai mengalir deras membasahi pipinya. Ingin sekali gadis itu berteriak memanggil Febri tapi suaranya tidak bisa keluar. Kesadaran Laura diambang batas saat dia merasakan ada seorang pria mengangkat tubuhnya.


~ Bersambung

__ADS_1


 


__ADS_2