
Hari ini adalah hari yang paling dinantikan oleh sepasang kekasih yang sudah melewati masa-masa sulit mereka. Akhirnya Laura menikah setelah melewati masa sulit dalam hidupnya untuk mendapatkan pria yang dicintainya.
Sudah satu jam lamanya Laura duduk di depan meja rias. Membiarkan tangan-tangan trampil mempercantik wajah dan rambutnya. Setelah selesai dengan make up-nya, gadis itu segera memakai gaun pernikahannya.
Walaupun pernikahan mereka diadakan di luar ruangan, tempat pernikahan tetap terlihat sangat romantis dan indah. Bunga mawar berwarna pink pastel dan putih menghiasi tempat ini. kursi-kursi untuk para tamu undangan di tata rapi di samping kanan dan kiri jalan untuk pengantin memasuki altar.
Tepat pukul 16:00 KST, pernikahan Febri dan Laura di mulai. Para tamu undangan sudah duduk dengan rapi di kursi yang telah di sediakan. Begitu pun dengan Febri yang sudah berdiri di altar dengan tuxedo berwarna putih. Dengan rambut yang di tata kesamping, pria itu terlihat sangat tampan.
Perlahan Laura memasuki tempat pernikahan diiringi dengan alunan nada piano. Hanna dan Hani selaku bridesmaid berjalan di samping kanan dan kiri Laura. tak lupa Chelsea yang menjadi flower girl, gadis kecil itu berjalan didepan Laura sambil menebarkan bunga mawar pink.
Febri mengulurkan tangannya saat Laura sudah sampai di depannya. Gadis itu menerima uluran tangan Febri lalu menaiki 3 tanggga yang ada di depan mereka. Setelah pembawa acara mempersilahkan mereka, Febri mulai mengangkat tangannya untuk berjanji
“Aku Febri Diego aku berjanji akan menghormati dan mencintai pengantinku Laura Cynthia apapun yang terjadi dan akan menjadi suami yang baik untuknya” ucap Febri mantap
__ADS_1
“Aku Laura Cynthia berjanji akan menghormati dan mencintai suamiku apapun yang terjadi, dan akan menjadi istri yang baik untuknya” Laura tersenyum pada Febri. Tak butuh waktu lama, pria itu langsung mencium bibir Laura yang diikuti dengan suara tepuk tangan yang meriah dari pada tamu undangan.
“Waktunya untuk pertukaran cincin. Pengantin pria dan wanita, silahkan bertukar cincin” suara Henry selaku pembawa acara di pernikahan ini seolah memberi isyarat agar Febri dan Laura melepaskan ciuman mereka.
Hanna berjalan mendekati pasangan pengantin itu dengan membawa kotak kecil berisi sepasang cincin berlian swarovski. Febri mengambil cincin itu dan memakaikannya pada jari manis Laura, begitu juga sebaliknya.
Mereka malah berciuman di bawah hujan. Tak memperdulikan rintik hujan yang mulai membasahi baju mereka. Febri tetap menempelkan bibirnya di bibir Laura, meraup bibir gadis itu dengan bibirnya. Laura merasakan kedua kakinya lemas, gadis itu hampir saja merosot kebawah jika kedua tangan Febri tidak segera memegang pinggang Laura untuk menjaga gadis itu agar tidak terjatuh.
Laura menjauhkan wajahnya dari Febri, dia menatap kebawah dengan nafas yang terengah-engah. Ciuman panasnya bersama Febri barusan telah menguras pasokan oksigen di paru-parunya.
Febri melepas jasnya lalu memakaikan pada Laura “Pergilah ke ruang pengantin untuk mengganti bajumu sebelum kau sakit. Aku juga akan mengganti bajuku”
__ADS_1
“Tapi aku hanya mempunyai satu gaun pengantin” Laura menatap Febri bingung
“Aku sudah memesan gaun untukmu. Cepatlah bersiap lalu temui aku di Ballroom”
Laura berjalan ke ruang pengantin di ikuti dengan beberapa orang. Benar kata Febri, di tengah ruang pengantin ada sebuah gaun. Gaun pengantin yang di hias dengan ratusan Swarovski dipermukaannya. Di sebelah gaun itu terdapat sepatu kaca edisi terbatas keluaran Jimmy yang sangat indah. Dengan cekatan orang-orang yang mengikutinya tadi membantu nara mengganti gaunnya dan membenarkan make up-nya.
Tak lama kemudian Laura telah memasuki ballroom. Semua mata tertuju padanya, malam ini gadis itu terlihat sangat cantik dan anggun. Gaun Cinderella membalut tubuhnya, rambutnya disanggul dan tiara seperti ratu yang menghiasi kepalanya semakin mempercantik tampilan gadis itu.
Febri yang sebelumnya sedang berbicara dengan koleganya langsung tersenyum melihat Laura dengan anggunnya memasuki ballroom. Pria itu berjalan mendekati gadisnya.
“Kau sangat cantik dengan gaun itu nyonya Diego” Puji Febri
~ Bersambung
__ADS_1