GADIS CACAT

GADIS CACAT
GC 42


__ADS_3

"Ga....! Makanlah dulu....! papa tau, sedari pagi kamu belum makan!" Pak Ramlan meletakkan sebungkus nasi kotak di sisi Dirga yang sedang duduk sambil memejamkan mata di bangku tunggu tak jauh dari pintu UGD. Sebotol air mineral juga ia letakkan.


Baru akan terlelap, Dirga memaksa membuka mata. Tubuhnya benar-benar terasa remuk. Capek. Baru kali ini melakukan perjalanan jauh yang begitu melelahkan. Perjalanan jauh yang seharusnya nginap dipaksakan pulang pegi.


Dirga mendongak ada pak Ramlan sedang berdiri di hadapannya. Pantas saja Dirga tidak menemukan orang tua itu di sekitar UGD tadi, ternyata lelaki yang tampak lelah itu, keluar membeli makanan. Sekarang hampir jam dua belas malam. Kondisi rumah sakit terlihat sepi. Hanya beberapa perawat jaga yang sesekali terlihat di lorong rumah sakit. Mungkin mereka mengecek kondisi pasien. Untuk keluarga pasien sendiri dipastikan, sudah ikut istirahat di ruang rawat inap. UGD pun sama, pasien selain Nia sudah dipindah ke ruang perawatan


Disebelah tangan kanan, Pak Ramlan terlihat menenteng satu kantong kresek merah yang berisikan satu kotak nasi dan dua botol air mineral. Sengaja beliau membeli dua kotak nasi, satu untuk Dirga dan satunya lagi untuk buk Fatimah.


"Papa sendiri udah makan?" Dirga menguap. Masih terasa mengantuk.


"Udah..., tadi papa makan di tempat. Sengaja, udah nggak tahan, laper" pak Ramlan sama seperti Dirga, belum ada makan nasi sejak pagi. "Makanlah...! papa beli nasi padang yang ada disebrang jalan, tempat langganan mu. Sekarang papa mau ngasih kan nasi ini ke buk Fatimah, beliau juga pasti lapar" Pak Ramlan mengangkat nasi kotak yang ada dalam kantong berwarna merah. "Setelah ini, kita cari penginapan yang dekat-dekat aja. Badan papa rasanya udah nggak kuat"


"Ia pa...." Dirga mengangguk, pak Ramlan pun berlalu.


Dirga segera meraih kotak nasi yang ada di sisinya. Membuka kotak dan mulai memakan isinya. Ternyata pak Ramlan memilihkan rendang daging dan sambal cabe ijo sebagai menunya. Tau saja itu makanan kesukaan Dirga. Tidak ketinggalan oseng-oseng sayur. Dirga makan dengan lahap, terkesan sedikit rakus. Ternyata perutnya benar-benar lapar. Untung kondisi tengah malam, tidak ada mata yang menatap dirinya. Sehingga bebas menyantap makanan kesukaannya, tanpa perlu jaga image.


***

__ADS_1


Gemerlap dunia malam tidak ada matinya. Semakin malam semakin hidup suasananya. Cahaya lampu kelap kelip nan temaram menambah kesan enerjik dan have fun. Sangat berbeda dengan dunia di luaran sana. Sebagian besar orang sudah berlayar ke alam mimpi. Jalanan pun mulai teratur. Meski masih banyak kendaraan yang berlalu lalang, setidaknya tidak ada lagi kemacetan seperti di siang hari. Semua terpantau aman lancar di jam dua belas malam ini.


Pedagang kaki lima, baik itu tukang Lamongan, nasi goreng dan lainnya, juga sebentar lagi akan menggulung dagangan mereka. Bersiap pulang dengan pundi-pundi rupiah ditangan.


Seorang disc jockey, terampil sekali memutar rekaman musik. Pandai pula memilih lagu yang sedang booming untuk diaransemen dan meraciknya dengan keahlian sendiri. Sehingga menghasilkan musik yang lebih rancak namun tetap padu.


Pengunjung pun melebur ikut menggeleng-gelengkan kepala, duduk di bangku mengangkat sambil meliuk-liukkan tangan, bahkan sambil berjoget mirip cacing kepanasan. Mereka asyik menikmati, sambil ditemani minuman beralkohol dan kepulan asap rokok.


Apalagi malam ini tampil seorang disc jockey cewek yang hanya berseragam kemben kedodoran, di padu rok mini yang sangat seksi. Uh.... mantul.....


Rambut sengaja di kuncir kuda, biar leher jenjang tampak semakin menggoda. Sambil meliuk-liuk, melompat-lompat membuat gempa dibagian dada, mengikuti hentakan irama, disc jockey yang diketahui bernama DJ Cici, membuat atraksi dan tampilan yang semakin spektakuler. Sungguh menggiurkan, bagi manusia yang haus kenikmatan dunia. Terutama para jantan pemburu wanita.


Diantara banyaknya pengunjung, ternyata ada Geby dan Bernad di sana. Malam ini keduanya ingin merayakan kemenangan mereka atas kehancuran yang akan di hadapi Dirga.


"Cis..........!"


"Ciss.......!"

__ADS_1


Keduanya bersulam dengan gelas sloki di tangan yang berisikan Vodka. Sudah biasa bagi Geby. Minuman haram itu seakan menjadi candu. Selama ini ia selalu menenggaknya. Di belakang Dirga tentunya. Karena selama berhubungan dengan lelaki naif itu, ia berkelakuan manis bak gadis polos yang belum terjamah dunia gemerlap.


"Mari kita rayakan kemenangan kita! Tidak sia-sia kita kerja sama buat hancurin Dirga. Ternyata orang-orang pada percaya dengan acting gue" aku Geby akan kebolehannya.


"Siapa dulu yang midioin....? Gue...." Bernad menepuk-nepuk dada" sombong.


"Malam ini gue bener-bener happy" ucap Geby sambil tertawa. Bernad masih menyimak dengan senyum kemenangan di bibirnya. "Gue akan membuat penawaran untuk si bodoh itu"


"Oya....?" Bernad seakan tak percaya akan apa yang ia dengar. Ternyata wanita seksi di depannya belum puas membuat perhitungan dengan si Dirga yang dianggap manusia sombong.


"Tentu saja. Setelah berpura-pura menjadi korban pemerkosaan di mobil Dirga, gue akan manfaatin dia. Gue akan menggunakan video itu untuk dapat ini" Geby menggesek-gesek jari jempol dan jari tengah, melambangkan uang.


"Gue setuju!" bila perlu, lo porotin sampai habis uang juga hartanya, setelah itu baru kita jebloskan kembali ke jurang kehancuran. Biar jadi gembel sekalian. Orang sombong, harus di kasih pelajaran. Biar nggak songong lagi tu orang!" ucap Bernad ber api-api.


Keduanya kembali tertawa ngakak. Tawa menakutkan seperti seringai iblis. Puas menghabiskan Vodka di gelas sloki, kini giliran keduanya ikut turun melantai. Keduanya mendekat ke area khusus yang di sediakan untuk berjoget.


"Sempurna....." seorang lelaki berjaket kulit dengan topi menutupi wajah, tersenyum penuh kemenangan. Semula hanya ingin datang ke diskotik untuk bersenang-senang, ternyata keberuntungan berpihak padanya. Ia yang memang duduk di meja samping Geby mendengar semua obrolan. Bahkan turut mengabadikannya dalam rekaman video. Dia berpura-pura memainkan hape dengan tangkapan layar tertuju pada Geby dan Bernad.

__ADS_1


"Perfect" itulah kata yang keluar dari bibir seorang David. Ya..., dia David si asisten Bara yang keberadaannya jarang di ketahui. Namun sangat bisa diandalkan. Contohnya untuk masalah ini. Semalam ia dihubungi Bara. Bara meminta padanya untuk mencari tau kebenaran video yang sedang merusak nama baik sahabatnya. Tapi entahlah, mereka masih bersahabat atau tidak Bara juga tidak tau. Dan malam ini, Dewi Fortuna sedang berada di pihak David. Tanpa bersusah payah, apa yang di minta sang bos ia dapatkan.


Bersambung.....


__ADS_2