
Tidak menunda, malam itu juga Bara segera bertindak. Ia memerintahkan anak buahnya untuk mengikuti Geby dan Bernad. Tujuannya ingin membantu Dirga melenyapkan video asusila yang masih di pegang Geby untuk menjatuhkan Dirga.
Beruntung. Sangat-sangat beruntung. Dewi Fortuna sepertinya selalu berpihak pada Bara. Tidak perlu repot apalagi mengotori tangan. Orang suruhan Bara bisa merampas hape milik Geby dengan sangat mudah. Karena Hp itu terjatuh di lorong club malam saat penyiraman air keras di wajah Geby terjadi. Tanpa membuang waktu, hape itu dimusnahkan terlebih dahulu, lalu di buang ke sungai. Dengan begitu semua video itu lenyap tak berbekas.
Satu masalah terselesaikan. Mendengar kabar itu, Dirga sangat lega. Ia harus berterima kasih secara tulus pada sahabatnya itu. Berkat bantuan Bara, satu persatu masalah Dirga teratasi. Kini lelaki yang sudah menyandang status suami Nia, sudah di minta kembali bekerja. Rencananya Dirga akan kembali ke kantor setelah istrinya benar-benar sembuh. Jadi dia tidak akan khawatir meninggalkan Nia.
Entah ini keberuntungannya menikahi Nia atau apa, yang pasti Dirga sangat mensyukurinya.
***
Pasca penyiraman air keras di club malam, kondisi Geby semakin memburuk. Sekarang ia di rawat intensif di rumah sakit dengan di jaga ketat oleh polisi.
Ya...., Dirga tidak tinggal diam, setelah mendapatkan bukti dari Bara, Dirga tak menunda-nunda. Langsung menyerahkan bukti itu pada perusahaan tempat ia bekerja juga pada pihak kepolisian. Hasilnya sekarang Geby dan Bernad jadi tersangka.
Selain sakit yang di derita karena luka bakar hampir di seluruh wajahnya, sekarang Geby mengalami demam tinggi dan mengalami penurunan imunitas tubuh. Badannya semakin hari semakin melemah. Tim dokter sedang menunggu hasil lab yang akan segera keluar. Karena dari gejala yang ditunjukkan, sepertinya Geby terkena infeksi HIV. Virus yang sangat mematikan dan membuat horor bagi penderitanya.
Bernad sendiri langsung dijebloskan ke penjara. Selain karena kerjasama penyebar berita palsu lewat video yang di rekam, ternyata ia yang merupakan manajer keuangan melakukan tindakan pencucian uang di perusahaan. Kebejatan itu terbongkar setelah pihak perusahaan mendatangkan tim audit, karena di dapati banyak ketidak cocokan laporan dengan keuntungan yang masuk di laba perusahaan.
Kondisi Geby dan Bernad layaknya peribahasa, sudah jatuh tertimpa tangga. Perbuatan jahat yang kita lakukan pasti akan kembali pada diri kita sendiri. Begitupun sebaliknya.
Seminggu dirawat dirumah sakit, hari ini Nia sudah diperbolehkan pulang. Kondisinya sangat baik, dibanding Seminggu yang lalu. Nafsu makannya juga sudah meningkat. Tak ayal pipi cabi Nia kembali berisi. Wajahnya pun sudah terlihat berseri.
Seminggu di rumah sakit tentu terasa membosankan. Beruntung Dirga selalu menemani dengan berbagai cerita yang lelaki itu bawa. Tidak ketinggalan berbagai cemilan dan buahan menyehatkan turut ia siapkan. Beruntung. Itulah yang Nia rasakan saat ini. Ternyata di balik musibah benar-benar ada hikmahnya. Itulah yang ia rasakan.
Sengaja hanya Dirga yang menjemput Nia. Si bibik ada di rumah pak Ramlan. Begitu pun mertua Nia itu, tidak diperbolehkan Dirga untuk ikut serta.
Ada kejutan yang sudah Dirga persiapkan. Semoga Nia menyukainya. Semua sudah di persiapkan secara matang dan penuh perhitungan. Dirga dan Nia akan memulai hidup baru mereka sebagai pasangan suami istri sesungguhnya.
"Kak..., kok jalannya beda?" Nia yang sudah hafal jalan pulang kerumah mertuanya merasa aneh karena jalan yang mereka lalui berbeda arah. Apa mungkin suaminya itu akan membawa ia singgah ketempat lain? Tapi kemana? Nia menatap penuh tanya pada lelaki yang sibuk dengan setirnya.
"Nanti kamu juga akan tau" bukannya mengabarkan kemana mereka akan pergi, tapi Dirga seolah main teka teki. Dirga tersenyum melihat istrinya. Tak lama ia kembali fokus pada jalanan yang lumayan macet.
Nia yang tak mendapatkan jawaban memilih diam, ia hanya membaca nama jalan juga memperhatikan setiap apa yang mereka lalui. Ini benar-benar jalan baru.
Lima belas menit kemudian, Dirga memperlambat laju kendaraannya. Mereka memasuki sebuah kompleks perumahan. Nia menyerngit heran, dalam hati ia bertanya, mau kerumah siapa mereka?
Kini mobil Dirga benar-benar berhenti, di halaman rumah yang berwarna biru muda berpadu warna putih sebagai cat pintu juga bingkai kacanya.
Rasanya Nia pernah ke sini, tapi kapan? Mencoba mengingat-ingat tidak ada sedikit pun bayangan di memori yang muncul.
Nia pernah kesini. Dimalam naas itu. Lebih tepatnya Dirga yang membawa Nia secara paksa. Dulu cat rumah ini berwarna putih. Rumah ini sebenarnya di beli Dirga khusus untuk ditempati jika ia sudah memiliki istri. Dan sekarang hal itu sudah terjadi. Maka ia akan membawa Nia tinggal di sana.
Dirga menatap penuh, istri di sampingnya yang tengah diam mematung sambil memperhatikan rumah yang ada di hadapan mereka.
'Kakak tau Nia mencoba mengingat sesuatu tentang rumah ini. Tapi demi kebaikan Nia, kakak sudah merubah segalanya. Cat rumah, tanaman yang ada di halaman. Termasuk mengganti semua perabot yang ada di dalamnya, tanpa terkecuali. Agar Nia benar-benar lupa tentang apa yang pernah terjadi di sini. Guna menghilangkan jejak kelam atas perlakuan tak bermoral kakak ke Nia. Sekarang kakak benar-benar tulus ingin berumah tangga bersama Nia hingga ke anak cucu'
Dirga melepas safety bell miliknya. Nia pun melakukan hal yang sama. Sejenak mereka saling tatap. Dirga dengan segenap hati tersenyum pada istri yang dulu sering dipanggil gadis cacat.
"Mulai sekarang jangan pernah lagi manggil kakak!" pinta Dirga lembut dengan tatapan masih menancap di mata Nia. Membuat si empunya mata terpesona.
__ADS_1
"Panggil mas....!" pinta Dirga lagi. Bagai di hipnotis Nia mengangguk.
Wajah Dirga pelan tapi pasti semakin mendekat ke wajah Nia. Sumpah demi apapun jantung Nia serasa di tabuh. Jelas terlihat dadanya turun naik dengan cepat.
Cup.....
Satu kecupan singkat berlabuh di bibir tipis Nia. Hanya kecupan singkat.
Dirga menatap wajah istrinya yang terpejam dengan nafas yang sedikit tersengal, namun pasrah. Melihat tidak ada penolakan, Dirga tersenyum. Sepertinya tidak lama lagi ia akan buka puasa. Apalagi dokter juga membolehkan asal bermain pelan.
"Kita masuk!"
"Ha...?" Nia sedikit gelagapan. Ternyata dia mengira Dirga akan melakukan hal lebih, ternyata.....
"Ini rumah kita. Kita akan pindah kesini. Mas ingin menghabiskan seluruh hidup mas bersama Nia juga anak-anak kita di sini" tatapan Dirga kesana kemari memperhatikan tiap sudut rumah.
Nia yang di gandeng hanya diam, namun dalam hati ia sangat-sangat bersyukur.
Cup....
Kembali Dirga mengecup Nia, kali ini di kening Nia.
Tak taukah Dirga saat ini darah Nia berdesir hebat, mungkin wajahnya pun sudah memerah diperlakukan semanis ini.
"Kamu suka?" sungguh pertanyaan ambigu yang keluar dari bibir Dirga. Maksudnya suka apa coba?
Gemes, Dirga gemes melihat tingkah Nia yang semakin tersipu malu.
Dirga kembali mengajak Nia mengayun langkah, kali ini tujuannya kamar utama. Tempat mereka akan menghabiskan malam dan berbagi penuh nantinya. Mungkin sebentar lagi.
"Dan ini kamar kita" Kamar berwarna krem dengan purnitur serta bed cover berwarna serba putih.
Dirga berjalan ke arah kamar mandi. Memeriksa apa saja. Karena jujur dia pun baru hari ini ke sini. Sebelumnya ia hanya menyuruh tim desainer yang mengerjakan semuanya. Cukup ia keluar uang.
Nia duduk dipinggir kasur, sambil mengayun-ayunkan tubuhnya. Terasa empuk.
Dirga tersenyum penuh kemenangan, ia pun mendekat dan duduk di sisi Nia.
"Sayang suka?" eit......sejak kapan berubah panggilan. Semakin tak karuan Nia dibuatkan Dirga. Dari tatapannya pun semakin beda, kayak sayu-sayu gimana gitu.
Nah....kan.....
Dirga semakin mendekatkan tubuhnya. Wajahnya pun sama semakin mendekat ke wajah Nia.
Jujur, belum apa-apa Nia gemetaran.
Cup........
Tanpa permisi Dirga ******* lembut bibir Nia. Menyesap keseluruh penjuru, ingin menikmati sensasi manisnya bibir tipis itu. Nia yang belum berpengalaman di buat sedikit gelagapan, namun insting sebagai wanita dewasa yang normal. Perlahan ia membalas ciuman Dirga.
__ADS_1
Dirga tersenyum, istrinya menerima dirinya.
Semakin lama, semakin panas saja suhu ruangan. Wajar, Dirga belum sempat menyalakan pendingin ruangan. Keburu ada yang lebih dulu ingin di puaskan.
Lumayan berganti decapan, bunyi aneh pun mulai saling bersahutan. Sampailah Nia seperti tersengal barulah Dirga menghentikan sejenak permainan bibirnya. Itu tak berlangsung lama, mana mau dia menyia-nyiakan peluang yang sudah di depan mata. Dengan suara sedikit serak ia pura-pura bertanya.
"Boleh???"
"Ha....??" Lagi dan lagi Nia dibuat ambigu.
Cup.......
Kembali Dirga menyatukan bibir mereka, berbagi saliva diiringi tangan Dirga yang mulai bergerilya keseluruh tubuh Nia.
Ini kali pertama Nia merasakan rasa yang asing. Karena sebelumnya Dirga melakukannya dengan Kasar. Lebih tepatnya Nia di perkosa.
"Ah......" tanpa sadar Nia mendesah. Ini kali pertama ******* itu mengalun merdu di rungu Dirga.
"Mendesah lah ....sayang! Mas suka...." bisiknya parau di telinga Nia.
Wow...... Sungguh mendengar kalimat itu, ada sesuatu yang bangkit di tubuh Nia. Perempuan polos itu hanya mengikuti nalurinya.
Entah sejak kapan, tubuh Nia sudah di buat polos. Pelakunya tentu si Dirga, laki-laki yang sudah sangat berpengalaman soal ranjang.
"Siap....?" Cukup satu kalimat di ucap Dirga, untuk meminta ijin penyatuan mereka. Nia mengangguk sambil tersenyum malu.
Keduanya kembali mereguk manisnya cinta. Menikmati pasangan halal yang di anugrahkan Tuhan.
Sampailah keduanya di ujung permainan. Mengejang...., mengerang panjang......mencapai kenikmatan tertinggi tiada Tara.
***END***
Thanks selangit.......
Untuk para readers setia. Makasih sekali lagi udah mau baca karya receh ini dari awal hingga akhir. Terutama untuk yang aktif koment serta ngasih jempol. Apalagi sesajen mawar. Hanya ucapan doa Yang bisa Author berikan๐๐๐๐ค๐ฅฐ
Dan sampai ketemu di novel terbaru LOVE THE DOCTOR
DESKRIPSI LOVE THE DOCTOR
Hampir lima tahun mereka bersama. Akhirnya seorang Nur Kaseh akan di lamar oleh seorang dokter tampan nan mapan. Semua orang mengatakan Kaseh wanita yang paling beruntung.
Hanya berstatus anak satpam, Kaseh mampu membuat seorang dokter muda jatuh cinta padanya. Benar-benar bagai cerita di negeri dongeng.
Namun siapa sangka, ternyata keluarga lelaki yang selalu baik padanya, tidak menginginkan dia menjadi menantu. Kaseh hanya cocok jadi babu mereka.
Belum lagi lelaki yang awalnya mencintai dirinya sepenuh hati, tiba-tiba berubah tak kala masa lalunya datang kembali.
__ADS_1