
****
Rumah ini, boleh dikatakan rumah mewah. Berdiri megah dan dikelilingi pagar yang menjulang tinggi. Berlantai dua, dengan halaman yang lumayan luas. Ada tiga mobil keren berjejer di sana. Dan tidak ketinggalan satu motor sport merah sebagai pelengkapnya.
Di pintu kedatangan dibangun sebuah pos security. Ada seorang penjaga di dalamnya. Siap menjamin keamanan si empunya rumah plus hartanya.
Sekilas pandang saja kita bisa menarik kesimpulan, bahwa itu adalah rumah orang kaya.
__ADS_1
Di rumah itu, khusus di teras belakang yang di penuhi tanaman hias, duduk manis tiga anggota keluarga. Mereka mengobrol topik serius. Layaknya keluarga kaya pada umumnya, terhidang minuman juga cemilan di meja kecil sebagai pemanis dan teman obrolan.
"Kamu yakin, ingin di lamarin...?!" kalimat pembuka dalam obrolan kali ini. Tatapan dalam tertuju pada lawan bicara "Jangan buru-buru membuat keputusan, pikirkan matang-matang!. Menikah bukan main rumah-rumahan. Bila masih senang ayok...., bila bosan bubar. Namun komitmen untuk hidup bersama selamanya, bukan sehari dua. Kamu harus yakin dengan siapa kamu akan menghabiskan hidupmu. Apalagi kamu seorang dokter, dan dia hanya......."
"Ma......., Yano udah bulat dengan keputusan yang akan Yano buat" Tatapan serius saling bertabrakan. Diiringi kalimat penyanggah yang terlantun untuk menghindari kalimat lanjutan yang akan diucapkan ibunya. Karena dia tau, kalimat seperti apa yang akan keluar dari bibir perempuan setengah abad itu, tak jauh dari kata-kata yang membuat goyah, membandingkan atau lebih tepatnya merendahkan. Tertuju untuk kekasih dan keluarga calonnya.
Ya....dia Apriliyano, sehari-hari dipanggil Yano oleh teman juga keluarganya. Yano anak tunggal dari pasangan ibu Amerta juga pak Farid. Kedua orang tuanya sosok pekerja keras dan memiliki jabatan yang lumayan. Ayahnya seorang pedagang sukses di tanah Abang. Sedang ibunya bekerja di kementerian dengan jabatan yang mempuni. Oleh karena itu, bisa dipastikan Yano berasal dari keluarga kaya raya dan terpandang.
Yano sendiri baru memulai karir di sebuah rumah sakit pemerintah. Masih menyandang status CPNS, karena belum setahun ia diangkat sebagai dr umum.
__ADS_1
Yano berencana, begitu SK PNS keluar, ia akan melamar Kaseh sebagai calon istrinya. Wanita yang di pacari sejak jaman ia kuliah kedokteran. Cukup lama, jika dihitung jari hampir sebelah tangan tahun yang telah mereka habiskan. Kala itu Kaseh masih memakai seragam putih abu-abu.
Amerta akui, Kaseh memang gadis yang baik, sopan santun, tutur katanya lembut, wajahnya pun sebenarnya lumayan.
Beberapa kali Kaseh berkunjung ke kediamannya, kesannya memang tidak ada yang salah dari anak itu. Dia rajin. Bahkan sangat rajin. Belum pernah ia duduk diam menunggui Yano. Kaseh pasti sibuk membantu pekerjaan bibik-bibik yang ada di sana. Memasak, membuat kue atau bahkan membantu saat buk Ampera akan ada acara. Mungkin darah babu sudah melekat di dirinya.
*******
Sementara menunggu Novel Gadis Cacat update, boleh mampir ke novel terbaru aku ya...., di jamin ceritanya nggak kalah seru....🙏🙏🙏
__ADS_1