
laki laki bertubuh tinggi, mendapatkan Bogeman kuat yang di layangkan ke wajahnya
"Lo gila ya aka!" bentak Willi langsung meraih kerah baju miliknya
"**bruk!"
"bruk!"
"bruk**!"
aka diam Tampa melawan Willi sedikit pun sakit yang ia terima di wajahnya ia rasakan saja ,ia sempat melawan namun sudah kehabisan tenaga
dirinya lagi dan lagi kembali mendapatkan serangan dari Willi
"Lo udah jerumusin diri Lo aka!!" bentak Willi mendengungkan telinga
Bogeman Willi membuat rasa panas menjalar di wajah aka,Willi menghentikan Bogemannya pukulan nya ia lepaskan begitu saja ke dinding hingga mengeluarkan percikan darah segar dari tangganya
" arghhhh.....Lo bodoh aka!" gusar Willi frustasi
" Lo nyelakain diri Lo !, gue ga mau Lo kenapa kenapa aka"
aka meringis tertawa pilu menatap Willi
" hahaha.....gue ngelakuin ini karena gue ga mau kalian kenapa kenapa Willi! ,gue sebagai ketua gunanya apa ?kek ga ada gunanya buat kalian!!!" kali ini aka tak tinggal diam urat urat biru di lehernya beronjolan keluar menahan seluruh emosi yang terpendam
" tapi ini udah kelewatan aka,kalo Lo kenapa kenapa gue harus ngomong apa sama ibu Lo!" tunjuk Willi tepat di wajah aka yang sudah memerah
rahang tegas Willi menandakan ia juga marah
sesak dan sakit bercampur padu aka memilih pergi ia muak seperti tak pernah ada untuk teman temannya,di saat bersamaan tepat di depan mata Willi ,aka mengalamin kecelakaan
" aka!!!" Willi berusaha meraih tangan aka mereka sama sama terpental ke aspal
dengan kondisi bersimbah darah tak ada satu pun yang menolong mereka
" aka Lo harus bertahan" lirih Willi sudah tak sanggup menahan rasa sakit di tenggorokannya
" Will...."
" Willi ...kepala gue sakit" aka berusaha memegang jari jemari Willi
di saat semuanya terjadi mobil melarikan diri ketakutan akan di tuntut oleh keluarga mereka hingga menyisakan aka dan Willi yang sudah terkulai lemas
Nagi yang ingin ke markas menemukan mereka sudah pingsan dengan keadaan parah
" aka....willi" oyok Nagi
" Willi ....!!! bangun woy"
Nagi yang cemas akhirnya memilih menelpon para anak markas memberitahukan bahwa mereka mengalami kecelakaan
semenjak kejadian hari itu aka di nyatakan koma.
......................
Willi menghisap rokoknya yang tinggal sebatang di tangan melihat langit langit senja sudah mulai semakin gelap
bibir nya tersenyum kecut mengingat kejadian kelam dulu
__ADS_1
" gue pikir Lo koma doang bro" gelitik Willi
" ternyata salah, Lo benar benar udah ga mau balik lagi ke kita " sungging Willi meringis pilu
" dengan mudahnya Lo lupain kita,ilang ingatan tolol Lo aka !" tawa Willi mencaci maki aka dengan sendiri tangan nya terus mengepal berharap kuat aka kembali mengingat mereka seperti dulu
melihat bingkai Poto tersusun rapi di rak belajarnya Willi kembali menatap mata sendu yang teduh
Willi masih ingin bersama aka ,di mana aka lah yang membawa Willi dari curam menuju kebebasan
aka yang membuat Genk ini aka yang membuat Willi kembali bersemangat hidup
padahal kalo di pikir pikir aka juga banyak masalah tapi tak ingin sekali saja bercerita
" makasih udah bawa gue" gumam Willi membuang puntung rokoknya
" dan kali ini gue yang akan bawa Lo kembali lagi"
bumi bagaikan bumantara di mana suatu peristiwa tak akan pernah ada yang tau suatu fana seperti ilustrasi yang menembus demensi dunia mimpi
jari jemari Sonia telaten mengetik satu persatu huruf yang ada di benda pipih
tertaaa seakan terbawa arus permainan drama di sini Sonia sudah sangat senang bekerja sama dengan rekan barunya
Andre...
seminggu lalu Sonia menangis di jalan trotoar menatap sendu jalanan yang ramai Andre yang tak tega melihat itu semua menghampiri Sonia
" woy cewek yang pake hijab!" pekik Andre langsung berlari mengikuti Sonia
Sonia tak menghiraukan itu semua langkah kakinya ia percepat
" woy ,lu denger ga bego!"pekik Andre
"jangan ganggu saya ,saya tak punya salah sama kamu" timpal Sonia gemetar
Andre tertawa renyah melihat mimik raut muka Sonia yang ketakutan semakin ingin dia menjaili gadis polos ini
"kenapa kamu takut?"tantang andre maju selangkah
Sonia mundur kesialan apa yang ia dapat hari ini
"jangan ganggu saya"todong Sonia kakinya bergetar air mata nya semakin menjadi jadi menangis
Andre yang melihat itu tak kuasa lagi melihat gadis persis seperti anak kecil
" gue ga jahat ,jadi jangan nangis "bujuk Andre maju selangkah lagi
" gue tu penasaran aja kok Lo nangis!"jelas Andre
Sonia membelak menatap Andre dengan penampilan urak urakan begini apakah ia patut percaya
"gue tau pasti gara gara penampilan gue "
Andre maju selangkah demi selangkah menatap Sonia
gadis di hadapannya ini baginya sangatlah anggun dan polos tapi siapa yang berani menyakitnya
" gue Andre" Andre menyodorkan tangannya tepat di hadapan Sonia
__ADS_1
Sonia tak membalas jabatan yang di berikan Andre
"saya Sonia,maaf bukan muhrim"tolak Sonia mentah
Andre terkekeh dengan penolakan itu
" jadi...lu nangis karena apa?"tanya Andre
entahlah baru pertama melihat gadis ini raganya terus mendorong supaya mendekati gadis di hadapannya jiwa penasarannya datang begitu saja
" bukan urusan kamu"pangkas Sonia
niat ingin pergi namun Andre memekik nya
"jangan pergi mana tau gue bisa bantu,gue lagi gabut ga ada kerjaan"alasan Andre sungguh tak masuk di akal demi ingin mengenal Sonia lebih dan lebih ia harus nekat begitu
"saya nangis karena aka ga pernah ingin melirik saya " jelas Sonia dengan polosnya
" aka" gumam Andre sedikit mengingat
Andre sekarang paham aka yang di maksud adalah ketua Genk yang dulu pernah memberantas markas mereka
" mau gue bantu?" tanya Andre
ini adalah keuntungan juga baginya untuk membalaskan dendam atas kematian temannya
"tidak usah kamu tidak ada sangkut pautnya"
"ada ,gue kenal aka dari dulu"
Sonia menyerengit menatap Andre
"kamu kenal aka?"tanya Sonia memastikan
" iya ,Pratama aka welson "ucap Andre mengerang kuat
"jadi selama ini aka juga punya teman di luar "lirih Sonia
" bukan teman melainkan musuh" celos Andre tiba tiba mengingat kejadian empat tahun lalu membuat lelaki itu selalu ingin membunuh nya
Andre melirik ke arah Sonia lagi melihat raut wajah Sonia yang ketakutan Andre mengubah suasana hatinya
" bukan maksudku dulu kita saingan" jelas Andre pelan
Sonia lega dia kira apa tadi
"kalo begitu kamu mau bantu apa " tanya Andre mulai serius
"saya mau kamu habisin seseorang"kali ini mata Sonia mulai memerah membayangkan betapa menjijikan gadis yang selama ini di sisi aka
Andre dapat melihat kebencian di mata Sonia karena Sonia sama seperti dia empat tahun lalu bahkan sekarang
"siapa?"
Sonia menjelaskan semuanya hingga akhir
Andre sangat bersemangat mengerjakan misi yang baginya juga menguntungkan dirinya
"mulai sekarang kita rekan"ucap Andre terkekeh
__ADS_1
Sonia membalas ucapan itu dengan senyuman
"iya,makasih"