Gadis Kecilku

Gadis Kecilku
Episode 30


__ADS_3

Setelah hampir dua minggu terkurung di dalam rumah, akhirnya malam ini Ara memiliki kesempatan keluar. Mumpung kedua kakaknya tak ada di rumah dengan gerak cepat ia menemui Farhan yang sudah menunggunya di tempat biasa.


"Mas Farhan," ucap Ara begitu sampai di sisi Farhan. Tanpa malu ia menghambur ke dalam pelukan laki-laki tampan itu.


Farhan pun membalas pelukannya. Ia mendekap erat gadis kecilnya yang sangat ia rindukan. "Aku merindukanmu, Ara," ucapnya.


"Aku juga merindukan Mas Han," sahut Ara.


Keduanya berpelukan cukup lama. Hingga akhirnya Farhan mengakhirinya dan mengajak gadis itu pergi ke tempat lain.


"Kita mau kemana, Mas?" tanya Ara ketika mereka dalam perjalanan.


"Ada taman tak jauh dari sini, Mas ingin mengajakmu ke sana," sahut Farhan. Ara mengangguk mengerti.


Tak lama kemudian keduanya sudah sampai di sebuah taman yang maksud Farhan. Usai memarkirkan motornya, Farhan menggandeng tangan Ara dan berjalan menyusuri taman yang ada di pinggir kota itu. Suasana saat itu tak terlalu ramai. Meski begitu juga tidak sepi. Beberapa pemuda tampak bergerombol di beberapa sudut. Ada juga beberapa pasangan kekasih yang tampak mengobrol sambil duduk berselonjor di atas rumput yang di alasi tikar kecil.


"Ayo duduk di sana," ajak Farhan. Menunjuk sebuah kursi panjang yang terbuat dari besi. Keduanya berjalan menghampiri kursi itu yang berada di bawah pohon kersem.


Farhan mendudukkan tubuhnya di sana. Ara tampak mengikutinya. Namun saat baru saja ingin menjatuhkan bokongnya di sebelah Farhan, laki-laki itu justru menarik tangannya hingga membuatnya jatuh dan terduduk di pangkuannya.

__ADS_1


"Apa yang Mas Han lakukan? banyak orang yang melihat," ucap Ara, panik.


"Tidak ada orang di sekitar sini," sahut Farhan.


"Tapi di sana ada orang," ucap Ara. Dengan sorot matanya ia menunjuk sepasang kekasih yang sedang mengobrol.


"Mereka sedang asik dengan dunianya sendiri, tidak akan memperhatikan kita," jelas Farhan. Benar saja, sepasang kekasih itu sama sekali tak memperhatikan sekelilingnya. Keduanya terlihat asik mengobrol. Ara buru-buru memalingkan wajah saat sepasang kekasih itu beradu bibir.


Kedua sudut bibir Farhan terangkat ke atas. Ia tersenyum melihat Ara yang tampak malu. Padahal meraka yang berciuman, tapi justru gadis ini yang malu. Aku jadi penasaran bagaimana reaksinya kalau aku juga menciumnya di tempat umum seperti sekarang, batin Farhan.


"Kau lihat apa?" tanya Farhan pura-pura tidak tahu.


"Tidak ada apa-apa," sahut Ara. Ia berusaha menghalangi Farhan agar tak melihat adegan mesra sepasang kekasih itu.


Farhan ingin tertawa. Akan tetapi takut ketahuan kalau ia sedang berpura-pura. Jadi ia mengalihkannya dengan berdehem. "Baiklah, aku tidak akan bergerak lagi," ucapnya. Ia berhenti bergerak dan duduk dengan tenang.


"Anak baik," puji Ara. Gadis itu mengusap-usap rambut Farhan dengan lembut.


Seketika Farhan membeku. Usia gadis di pangkuannya ini masih sangat muda. Tapi perlakuannya barusan seperti seorang ibu yang begitu menyayangi anaknya. Baru kali ini seorang wanita selain ibunya mengelus rambutnya. Alih-alih merasa risih, Farhan justru terlihat menikmati sentuhan itu. Laki-laki itu memejamkan matanya.

__ADS_1


"Jangan berhenti," ucap Farhan saat tangan Ara menjauh dan berhenti mengusap kepanyanya. Matanya kembali terbuka. Farhan meraih tangan kanan Ara. Kemudian meletakan telapak tangan gadis itu di kepalanya. "Lakukan lagi," pintanya.


Ara tampak bingung. "Apa?"


"Yang baru saja kau lakukan padaku," sahut Farhan. "Seperti ini." Farhan menggerakkan telapak tangan Ara agar kembali membelai rambutnya.


Ara tersenyum. Ia kembali mengusap-usap rambut Farhan. Memainkan jemarinya di kepala pria tampan itu. "Apa Mas Han menyukainya?" tanyanya.


Farhan mengangguk. "Rasanya sangat nyaman," ucapnya. Kedua matanya kembali terpejam. Kemudian kembali terbuka saat Ara bangkit dari pangkuannya. Ia mendongakkan kepala untuk melihat wajah gadis itu.


Ara berjalan ke kiri dua langkah. Kemudian duduk di ujung kursi. Berjauhan dengan Farhan yang duduk di ujung kursi satunya. "Berbaringlah," Perintah Ara seraya menepuk pahanya.


Farhan kembali tersenyum. Ia lekas menuruti perkataan Ara. Membaringkan tubuhnya di kursi panjang itu. Dengan posisi kepala berada di pangkuan Ara. Matanya memandang lurus ke atas. Menatap wajah cantik Ara yang sedang tersenyum.


Perlahan Ara kembali membelai kepala Farhan. Memainkan jemarinya di sela-sela rambut pujaan hatinya itu.


"Ara ...," panggil Farhan.


"Ya," sahut Ara dengan suara lembut.

__ADS_1


"Ayo kita menikah," ucap Farhan.


Bersambung....


__ADS_2